33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Gadaikan Rumah untuk Ongkosi Saksi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto buka kartu soal minimnya anggaran kampanye yang dimiliki pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Bahkan untuk menutupi kebutuhan konsumsi saksi yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Sudirman sampai menggadaikan rumahnya.

“Kita ini benar-benar paket hemat lah. Pak Dirman saja sampai menggadaikan rumahnya untuk ngongkosi konsumsi saksi di TPS-TPS,” kata Prabowo dalam sambutannya di acara Halal bi Halal H Prabowo Subianto dengan masyarakat Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (23/5).

“Saya sendiri gimana ya. Mau usaha susah, cari kredit gak dikasih, jadi saya terpaksa minta bantuan ke masyarakat,” ucap Prabowo lagi.

Usai acara Halal bi Halal, Pak Dirman yang juga hadir pada kesempatan itu membenarkan apa yang disampaikan Prabowo. Menurutnya, itu sebagai bentuk kesungguhan dan tanggung jawab karena dirinya sudah masuk dalam proses yang memakan biaya tidak murah.

“Saya berterima kasih kepada seluruh relawan dan donatur yang telah memberi dukungan tanpa pamrih. Mereka sudah bekerja keras dan harus di-support pada hari H pencoblosan untuk menjaga suara,” terang Pak Dirman.

Pak Dirman menyampaikan alasan lainnya kenapa dirinya sampai menggadaikan rumah. Yakni, sumbangan dari para sahabatnya sudah maksimal. Selain itu dirinya ingin menjaga agar sumber pendanaan benar-benar dari penyumbang tanpa pamrih yang tidak mengikat.

“Kita menghindari politik transaksional. Kita harus gunakan sumber-sumber dana yang tidak mengikat. Sehingga pemerintahan ke depan berjalan tanpa beban, lebih leluasa, dan fokus pada program memakmurkan rakyat,” tandas Pak Dirman. (har/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Konser EWF Angkat Nama Semarang

SEMARANG – Nama band Earth Wind & Fire (EWF) sudah tidak asing lagi di Indonesia. Grup tersebut kini hadir dalam format yang lebih segar...

Pengadaan Barang dan Jasa Lewat E-Katalog Meningkat

SEMARANG- Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) gencar melakukan sosialisasi e-katalog. Hal dikarenakan e-katalog menjadi instrumen baru dalam menciptakan pengadaan barang/jasa pemerintah yang terbuka...

Janjikan Bisnis Pulsa, Tertipu Puluhan Juta

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Tim reskrim Polres Salatiga berhasil menangkap pelaku penipuan melalui dunia maya, belum lama ini. Modus penipuan yang digunakan pelaku adalah jual...

Pemprov Harus Tingkatkan Pengawasan

SEMARANG – DPRD meminta agar pemprov memperketat pengawasan di wilayah Jawa Tengah. Langkah ini sebagai antisipasi agar Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal tidak bisa...

KPU Dianggap Berlebihan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng menganggap larangan pemasangan gambar Bung Karno pada alat peraga kampanye (APK) berlebihan. Sebab, PDIP...

Sempat Berkelit, Akhirnya Mengaku

MUNGKID-Pelaku pembunuhan terhadap Kresna Wahyu, 15, pelajar SMA Taruna Nusantara (TN) akhirnya terkuak. Polisi menetapkan AMR, 16, rekan satu barak korban sebagai pelaku pembunuhan...