33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Anak Sulung Debi Ditangkap

Diduga Kuat Bunuh Ibunya

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Penyidik masih bekerja, motif masih dikembangkan. Apapun alasannya ini benar-benar kejam, kok anak kandung tega membunuh ibunya sendiri yang telah melahirkanya.

Kombes Pol Abioso Seno Aji 
Kapolrestabes Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pelaku pembunuhan Debora Sriani Setyawati, 50, yang ditemukan tewas bersimbah darah di lorong rumah ibunya, Mak Heni, di Jalan Senjoyo II/37B, Bugangan, Semarang Timur mulai menemui titik terang. Aparat Polrestabes Semarang telah mengamankan putra sulung korban yang diduga kuat sebagai pelakunya.  Ruben, 25, anak pertama korban diamankan di sebuah rumah di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (22/6) malam.

“Pelaku anak kandungnya sendiri (Ruben). Ditangkap di Ungaran,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (23/6).

Setelah dilakukan penangkapan, Ruben dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan. Namun demikian, Abioso belum bersedia memberikan keterangan secara detail terkait motif kasus pembunuhan ini.

“Penyidik masih bekerja, motif masih dikembangkan. Apapun alasannya ini benar-benar kejam, kok anak kandung tega membunuh ibunya sendiri yang telah melahirkanya,” katanya.

Saat ini, Ruben masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polrestabes Semarang.

Dugaan kuat Ruben menjadi pelaku pembunuhan ibunya sendiri juga disampaikan oleh putra bungsu korban, Henemia Bayu Sunarto Putra , 21, dan juga Suyud, pria yang bekerja sebagai penjaga perumahan di tempat tinggal orangtua korban.

“Anaknya yang nomor dua (Bayu) melihat ibunya terakhir keluar dari rumah Selasa sekitar pukul 08.00. Saya juga melihat dia dibuntuti anak pertamanya di kediaman Mak Heni Selasa pagi itu,” kata Suyud.

Menurut keterangan Suyud, banyak tetangga yang melihat perilaku Ruben. Tak jarang pemuda ini berbuat kasar dengan ibu kandungnya ketika kemauannya tidak dituruti. Suyud juga sering mendengar cerita perilaku Ruben dari para tetangga.

“Kalau tidak diberi uang, main pukul. Dia sering kasar sama ibunya sendiri. Orangnya (Ruben) masih muda, sudah putus sekolah,” jelasnya.

Suyud menjelaskan, para tetangga juga merasa kaget ketika mendengar Debi –sapaan Debora– ditemukan tewas bersimbah darah di rumah ibunya, Kamis (21/6) sore lalu. Sebab, wanita yang sehari-hari menjadi guru di sekolah Terang Bangsa Semarang ini dikenal sosok yang baik dan santun.

“Orangnya baik, dia sering ke tempat orangtuanya, ngurusi Mak Heni (ibunya) setiap hari. Mak Heni ini sudah tidak bisa jalan, ngomong masih bisa jelas, namun agak tergagap-gagap,” katanya.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, lanjut dia, korban sempat ngobrol dengan dirinya. Debora kerap curhat  kepada Suyud.

“Sebelum meninggal, Debi sering curhat sama saya soal anak pertamanya yang sering kasar ketika meminta uang kepadanya. Ya, mungkin Mak Heni tahu kejadiannya, cuma tidak bisa apa-apa karena kondisinya lumpuh dan berbicaranya agak sulit,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Debora Sriani Setyowati, 50, ditemukan tewas bersimbah darah di rumah ibunya Jalan Senjoyo II/37B, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kamis (21/6) sekitar pukul 18.30. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka di bagian kepala, dan bercak darah yang sudah mengering. (mha/aro)

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Bagikan Ratusan Doorprize RAT KSU Cerah UM Magelang

MAGELANG--Koperasi Serba Usaha (KSU) “Cerah” UM Magelang mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2016 pada Sabtu (1/4) lalu di Aula Fikes Kampus 2 UM...

Pekerja Bangunan Tewas Dihantam Linggis

SEMARANG-Nasib tragis dialami  seorang pekerja bangunan, Jumarno, 27, warga Magag, Ngadirejo, Boyolali. Ia meregang nyawa setelah kepalanya dihantam sebatang linggis oleh rekan kerjanya. Korban...

Soal Poster ”Garuda Ku Kafir”, Undip Minta Maaf

SEMARANG – Civitas akademika Universitas Diponegoro (Undip) meminta maaf atas pemasangan poster dan spanduk bernada provokatif ”Garuda Ku Kafir” yang sempat menghebohkan kampus FISIP...

SS Tanggapi Santai Spanduk Memfitnahnya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Cagub-Cawagub Sudirman Said-Ida Fauziyah mulai mendapat serangan. Spanduk bergambar calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 tersebut tersebar dengan tulisan...

Komunitas Oglek Jelajah Desa dengan Ontel Tua

DEMAK- Komunitas sepeda ontel yang tergabung dalam Organisasi Genjot Lawas Oke Kalijaga (Oglek) kemarin melakukan aksi menarik. Yakni, jelajah desa dengan cara menyusuri rute...

Lima Hari, Angkut 11.940 Pemudik dan 5.550 Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kapal Perintis yang mengangkut para pemudik dan sepeda motornya mulai berdatangan di Pelabuhan Tanjung Emas. Senin (11/6) kemarin, merupakan gelombang ketiga mudik gratis...