33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Syawalan, Bagikan 1,4 Ton Lopis

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sudah menjadi tradisi sejak turun termurun di Kota Pekalongan, tepatnya daerah Krapyak Pekalongan Utara, digelar bagi-bagi lopis raksasa, saat peringatan Syawalan atau seminggu setelah Lebaran.

Tahun ini lopis raksasa seberat 1,4 ton memeriahkan tradisi syawalan di Gang 8 Krapyak Kidul, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Lopis yang dibuat tahun ini lebih berat dari tahun lalu seberat 1,2 ton.

Ribuan orang dari berbagai daerah berduyun-duyun datang ke daerah dekat pantai tersebut sejak pagi. Mereka rela berdesakan demi mendapatkan potongan lopis raksasa yang konon dipercaya membawa berkah.

Berbeda dengan perayaan Syawalan sebelumnya, lopis selalu direbutkan oleh ribuan warga dengan bebas, kali ini jauh lebih tertib, panitia acara menyediakan 2.500 kantong plastik potongan kue lopis untuk dibagikan kepada warga.

Menurut Wali Kota Pekalongan Salenay Mahfudz, banyaknya tradisi baik budaya maupun religius merupakan kekayaan tersendiri bagi Kota Pekalongan.

“Saya sangat senang dengan banyaknya budaya di Kota Pekalongan, tentu saja pemerintah sangat mendukung semua tradisi tersebut karena bersifat positif dan religius. Apalagi dikemas dengan baik sehingga bisa dijual sebagai tujuan wisata,” ucapnya setelah memotong lopis raksasa, Jumat (22/6).

Diketahui, pembuatan lopis dimulai sejak Minggu (17/6). Proses pembuatannya selama tiga hari tiga malam, untuk perebusan.

Pembuatan lopis raksasa itu menghabiskan 450 kuintal beras ketan, 250 lembar daun pisang dan 48 batang bambu. Lopis memiliki berat 1,4 ton dengan tinggi 205 sentimeter dan diameter 237 sentimeter.

Biaya pembuatan lopis raksasa kali ini berasal dari Pemkot Pekalongan Rp 30 juta ditambah swadaya dari masyarakat sekitar. (han/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penyerapan Anggaran Harus Dipercepat

UNGARAN - Setelah Raperda APBD Perubahan 2017 disetujui, Pemkab Semarang diminta segera mempercepat penyerapan anggaran. Hal itu dikatakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang...

Mahasiswa Mark-up Pendapatan Ortu

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Tidak sedikit mahasiswa baru yang diterima lewat jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) merasa gengsi...

Harga Stabil, Penjualan Naik Signifikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penjualan elektronik hingga akhir tahun 2017 meningkat signifikan. Hal ini dikarenakan banyak program menarik yang ditawarkan produsen elektronik dalam upaya meningkatkan...

Daniel di Balik Byton

Oleh: Dahlan Iskan Elon Musk sampai ditawari KTP green card Tiongkok. Setelah serius ingin bangun mega-pabrik mobil listrik. Di luar kota Shanghai itu.Yang menawari tidak...

Mengeluh Kurang Staff

WONOSOBO - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Wonosobo masih bergelut dengan berbagai persoalan usai pemberlakuan SOTK 2017. Sebelumnya, dinas baru ini mengeluhkan kantor yang...

Berguling ke Depan Sejauh 400 Meter di Stadion

RADARSEMARANG.COM - Banyak cara dilakukan seseorang untuk mengakhiri tahun 2017 dan menyambut tahun baru yang akan tiba. Biasanya masyarakat akan berpesta dan menyalakan kembang...