33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

KSP Jateng Mandiri Terancam Pailit

Tiga Mantan Bos Digugat

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jajaran mantan bos Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri terancam pailit. Akibat tak kunjung membayar tagihan 5 nasabahnya yang mencapai Rp 1,5 miliar, kini diajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga (PN) Semarang.

Ketiga bos yang digugat tersebut adalah pengurus periode pertama KSP Jateng Mandiri, ketuanya Halim Susanto, sekretarisnya Nur Aini dan bendahara Dewi Indrawati. Adapun kelima pemohon PKPU adalah, Sri Sunarni Tirto, Andreas Yoggi Wijaya, Chandra Wijaya Tan atau Tan Ing Bho dan Yonathan Tommy Wijaya, masing-masing warga Puri Anjasmoro Estate H 5, Tawangsari, Semarang Barat. Kemudian Minggawati, warga Jalan Halmahera I, Karangtempel, Semarang Timur. Kelimanya mengajukan permohonan melalui kuasa hukumnya Eka Windhiarto dan Kuntowati Sri Haryani.

Dari catatan sistem informasi PN Semarang, Halim dan koperasi yang berkantor pusat di Jalan Kartini nomor 19 Semarang tersebut, pernah digugat dalam perkara permohonan pembatalan putusan perdamaian yang diajukan oleh Minggawati. Gugatan itu, karena KSP Jateng Mandiri, tak kunjung membayar utang sebesar Rp 450 juta kepada Minggawati yang merupakan ibu rumah tangga sekaligus kreditur tersebut.

“Total tagihan kelima klien kami mencapai Rp 1,5 miliar. Sedangkan, ketiga termohon PKPU merupakan pengurus periode 1 KSP Jateng Mandiri. Perkaranya tercatat dengan nomor register; 12/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Niaga Smg. Saat ini sudah mulai masuk persidangan,” kata Eka Windhiarto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (22/6).

Eka menjelaskan, dasar-dasar permohonannya di antaranya, karena ketiga termohon PKPU selaku pengurus dalam koperasi. Namun tidak membayar utang yang telah jatuh tempo dan tidak dapat ditagih oleh kliennya. Dengan demikian, ketiganya harus bertanggung jawab atas kerugian yang diderita koperasi.

Atas hal itu, pihaknya meminta majelis mengabulkan permohonan para pemohon PKPU untuk seluruhnya. Kemudian menetapkan PKPU sementara terhadap para termohon PKPU yakni, Halim Susanto, Nur Aini dan Dewi Indrawati, paling lama 45 hari terhitung sejak putusan aquo diucapkan.

Terpisah, kuasa hukum Halim Susanto, Sujiarno Broto Aji, mengaku hingga saat ini masih menjadi kuasa hukum Halim, namun hanya untuk perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Sedangkan perkara permohonan pembatalan homologasi dan PKPU oleh advokat lain. “Terkait Pak Halim Susanto bisa hadir disidang atau tidak, kami belum paham,” katanya singkat. (jks/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jalin Sinergi dengan Semua Kalangan

DEMAK - Dadim 0716 Demak yang baru, Letkol Inf Abi Kusnianto memiliki banyak pengalaman selama bertugas diberbagai daerah. Pria kelahiran Jambi berdarah Kebumen Jawa...

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

RADARSEMARANG.COM - IBU adalah sosok yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai manusia. Karena dari seorang ibu, kita mendapatkan banyak hal. Selain membesarkan kita...

Pendanaan dengan Menjual Merchandise

SETIAP mendirikan sekolah gratis, tentu biaya operasional yang harus dipikirkan matang-matang. Namun selama ini dana operasional DOES University bisa teratasi. Iwan Pribadi,  pengurus DOES University...

Suporter Juga Cukup Dirugikan

KETIDAKJELASAN Jadwal pelaksanaan babak delapan besar Liga 2 ternyata dampaknya juga cukup dirasakan oleh dua kelompok suporter setia PSIS Semarang yaitu Panser Biru dan...

Targetkan Akreditasi A pada 2019

SEMARANG – Universitas Muhammdiyah Semarang (Unimus) akan melakukan percepatan peningkatan kualitas pada 2019 mendatang. Salah satunya dengan menargetkan peningkatan akreditasi dan penambahan jumlah doktor. Rektor...

Kiprah Ali Yusa Ajari Nelayan Medokan Sawah Bikin Perahu dari Fiber

PERAHU kayu semakin mahal. Padahal, penghasilan nelayan masih tidak menentu. Masalah itulah yang mendorong Ali Yusa memberikan pelatihan kepada nelayan untuk membuat perahu berbahan...