33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Wakil Kepala Sekolah Dibunuh

Ditemukan Luka di Kepala

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

ANJING PELACAK: Petugas Unit Satwa K9 menerjunkan anjing pelacak untuk menelusuri pelaku dan barang bukti. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANJING PELACAK: Petugas Unit Satwa K9 menerjunkan anjing pelacak untuk menelusuri pelaku dan barang bukti. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pembunuhan sadis menggemparkan warga, Kamis (21/6) petang. Korban diketahui bernama Debora Sriani Setyowati, 50, warga Jalan Serayu II, Semarang Timur. Ia ditemukan tak bernyawa di rumah ibunya, Mak Heni, warga Jalan Senjoyo II/37B, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur  sekitar pukul 18.30 kemarin. Korban tergeletak di lorong depan kamar tidur dengan sejumlah luka di bagian kepala.

Informasi yang beredar, korban adalah Wakil Kepala SMP Kristen Terang Bangsa Semarang. Kasus pembunuhan ini terungkap berawal saat adik kandung korban, Daud Andi Suryanto, mendatangi rumah Mak Heni pada Kamis (21/6) sekitar pukul 17.15.

“Begitu masuk rumah, Andi kaget melihat kakaknya sudah berlumuran darah di bagian kepala. Terus dia datang ke saya, menyampaikan bilangnya lho itu cacik (kakak) saya kepalanya berdarah,” ungkap Suyud, penjaga kompleks perumahan di lokasi kejadian saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Suyud menjelaskan, kedatangan Andi ke rumah tersebut hendak memandikan orangtuanya yang tengah mengalami sakit. Menurut dia, dari pengakuan Andi, saat mendatangi rumah ibunya, ia sempat curiga lantaran posisi pintu rumah tidak terkunci, dan di depan rumah terdapat sepeda motor Suzuki Smash warna biru yang tak lain milik sang kakak, Debora Sriani yang akrab disapa Debi.

“Katanya datang ke sini (rumah korban) mau memandikan ibunya. Awalnya curiga ketika hendak masuk, pintu yang biasanya digembok, tidak terkunci. Setelah membuka pintu, ia melihat kakaknya sudah tergeletak,” katanya.

Korban tewas dalam kondisi sudah menimbulkan bau tak sedap. Diduga korban telah meninggal lebih dari satu hari. Informasi yang diperoleh Suyud, korban pulang dari Tegal, Selasa (19/6) pagi, dan langsung ke rumah orangtuanya setelah sempat mampir ke rumah pribadinya di Jalan Senjoyo III, tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Korban itu baru saja pulang dari Tegal. Padahal dia di rumah sama mamahnya, dia yang ngrumati mamahnya,” terangnya.

Suyud mengakui, selama menjalankan pekerjaannya sebagai penjaga malam tidak mendengar adanya suara keributan. Namun pada Kamis (21/6) menjelang sore, ia mencium aroma tidak sedap di sekitar lokasi kejadian. “Ya sempat mencium bau tidak sedap, saya juga cerita kepada tetangga, tapi belum mengetahui adanya kejadian ini,” katanya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Semarang Timur dan diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang. Tak berselang lama, sejumlah petugas tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Unit Satwa (K9) sempat menurunkan anjing pelacak. Dari hasil olah TKP, ditemukan benda keras yang masih terdapat bercak darah di dalam rumah korban.

“Ada luka di kepala bagian belakang bekas benturan benda keras,” ungkap salah satu petugas yang enggan disebut namanya.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke RSUP dr Kariadi guna dilakukan otopsi. Hingga tadi malam, kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Informasi yang beredar, dugaan sementara, korban meninggal dibunuh oleh anggota keluarganya sendiri. Warga mencurigai anak pertama Deboralah yang melakukan kekerasan yang berunjung tewasnya Debora. “Waktu ditanyai polisi, Mak Heni memang seperti menjelaskan kalau anaknya itu yang memukul Debi hingga berdarah,” ujar Suyud. (mha/aro)

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Penerapan “Kotekari” dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS

RADARSEMARANG.COM - PRESTASI belajar IPS adalah merupakan hasil yang diperoleh atau dicapai oleh seseorang setelah mengalami proses belajar, selain ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan juga...

Pembentuk “Game for Life” yang Berakhir

Oleh: Dahlan Iskan Bagaimana hasil pemilu internal Singapura? Begitulah pertanyaan pembaca Disway. Soal kelanjutan edisi hari Minggu lalu. Ternyata ada juga yang tertarik. Soal tema yang...

Guru Antusias Ikuti Workshop Menulis

  ANTUSIAS: Peserta workshop pelatihan menulis artikel populer di media massa yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Semarang dengan support BP2MK Wilayah IV Jateng antusias...

Shelter Suryo Kusumo Ditinggalkan Pedagang

SEMARANG - Minggu (6/3/2016) silam, sebanyak 225 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tlogosari Raya boyongan menuju shelter Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Taman...

Polda Jateng Periksa 2 Saksi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng tengah mendalami dua orang yang diduga terlibat kasus penyebaran video yang mendiskreditkan PDI Perjuangan. Menjelang...

Tegaskan Penerimaan Polri Bebas Pungli

UNGARAN – Sebagai upaya untuk memerangi pungutan liar (pungli) di jajaran Polri, pada pendaftaran calon Tamtama, Bintara, dan Taruna, dilakukan penandatanganan pakta integritas. Penandatangan...