33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Ludes dalam Lima Menit

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Ribuan warga berjajar di tepi Jalan Raya Boja, Kamis (21/6). Mereka ingin menyaksikan arak-arakan Nyai Dapu atau Nyai Pandansari yang dipercaya sebagai tokoh penyebar agama Islam di wilayah Boja.

Selain sosok Nyai Dapu, kirab juga mengarak gunungan hasil bumi berupa buah-buahan dan sayuran hasil panen petani dan defile kostum.

Kirab dimulai dari Balai Desa Boja memutar menuju Pasar Boja hingga finish di komplek makam Nyai Dapu. Begitu sampai di jalan masuk makam Sedapu, Gunungan tersebut langsung menjadi rebutan warga. Gunungan hasil bumi setinggi 2,5 meter langsung habis dalam waktu kurang dari lima menit.

Karena banyaknya warga yang berebut, aksi saling dorong dan desak-desakan tak terelakkan. Warga rela berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan hasil bumi yang diyakini menjadi makanan berkah.

Nadzirin, 46, warga Desa Boja bahkan harus kehilangan satu sandalnya karena diinjak-injak oleh banyaknya warga yang berebut gunungan. “Ingin ngalap berkah dari gunungan, ya lumayan bisa dapat sayur sawi putih. Lumayan nanti bisa dimasak untuk dimakan bareng keluarga,” katanya.

Hal senada dikatakan Hartutik, warga lainnya. Ia dan warga Boja lainnya meyakini makanan dalam gunungan yang telah dibacakan doa, bisa membawa keberkahan. Yakni keberkahan kesehatan, kesejahteraan dan jauh dari segala macam penyakit. “Bukan syirik, tapi makanan yang didoakan dengan Asma Allah dan untuk mendoakan orang pilihan diyakini warga bisa menjadi obat dan penawar,” katanya.

Kepala Desa Boja, Slamet Riyadi mengatakan makna dari kirab gunungan hasil bumi ini sebagai bentuk semangat warga untuk saling bergotong royong. Kirab ini sebagai bentuk tradisi tahunan masyarakat Boja untuk menghormati leluhur penyebar agama Islam di wilayah ini.

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat Boja usai mengikuti kirab, langsung menggelar tahlil di makam Nyi Dapu. Tradisi syawalan di Boja ini merupakan agenda tahunan dan menjadi wisata religi warga Kendal dan sekitarnya. “Kita berharap tradisi ini terus dilestarikan dan bisa menjadi tujuan wisata religi di Kendal,” kata anggota DPRD Kendal asal Boja, Tri Purnomo. (bud/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jengkel Dihentikan, Lempar Helm ke Polisi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Petrus Sanga Lewar, 55, Perum Asli Permai Blok E, Kelurahan Kramatan Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres...

Siap Tempur di Berbagai Medan

Memodifikasi motor kesayangan menjadi hal wajib bagi pecinta otomotif. Berbagai aliran modifikasi pun menjadi acuan, mulai gaya thailook, racing, cafe racer, japstyle, scrambler hingga...

Pembinaan Harus Lebih Tertata

SEMARANG - Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng diharapkan lebih intens menjalin komunikasi dengan pengprov, terkait dengan grand design pembinaan olahraga di Jateng. Ikhtiar...

Ular Piton 2,5 Meter Bersarang di Sumur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penghuni rumah di Jalan Wonodri Krajan II No 9 RT 4 RW 1 Wonodri, Semarang Selatan dikejutkan adanya ular jenis piton...

Anggota Dewan Tertua Dilantik

SALATIGA - Ada wajah baru yang kembali masuk ke gedung DPRD Kota Salatiga. Ia adalah Sugiyanto, politisi PDIP dari daerah pemilihan Tingkir yang dilantik...

Hari Ini, Pejabat Klaten Dilantik

SEMARANG - Setelah sekian lama tertunda, akhirnya ratusan pejabat di Pemkab Klaten untuk mengisi Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru, akan dilantik hari ini,...