33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Kim Lagi-lagi ke Xi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Bukan main dinamisnya perkembangan di Asia Timur. Kim Jong-un bikin berita lagi. Pemimpin tertinggi Korut itu ke Beijing lagi. Rabu lalu. Untuk ketiga kalinya. Hanya dalam waktu tiga bulan.

”Kami ini seperti sebuah keluarga,” komentar Kim setelah pulang ke Pyongyang.

”Kalau ada masalah kami selesaikan seperti penyelesaian dalam keluarga,” tambahnya.

Humoris akan mengatakan kunjungan ketiga itu hanya untuk mengucapkan terima kasih. Khususnya kepada Presiden Xi Jinping. Yang telah meminjamkan pesawat Boeing 747 itu. Milik perusahaan penerbangan Air China itu. Untuk ke Singapur itu. Bertemu Donald Trump itu.

Kan Kim tidak bisa kirim ucapan terima kasih lewat WA?

Humoris mungkin juga menduga justru Xi Jinping yang minta maaf. Hanya bisa meminjamkan pesawat komersial. Bukan pesawat khusus kepresidenan.

Tiongkok memang tidak punya pesawat kepresidenan. Sejak dulu. Presidennya selalu sewa pesawat Air China. Yang diubah dalamnya. Disesuaikan dengan standar pesawat kepresidenan. Seperti zaman Pak ‘enak zaman saya dulu tho?’ Harto. Yang selalu pakai pesawat Garuda. Ke mana pun pergi.

Begitulah presiden-presiden Tiongkok. Dan pesawat Air China itu yang dipinjamkan ke Kim. Untuk ke Singapura itu.

Jangan salah: Air China, bukan China Air. Air China milik Tiongkok. China Air milik Taiwan.

Humor itu barangkali salah. Lihatlah: kali ini Kim didampingi orang yang nama depannya Pak. Bukan Park. Yakni: Pak Pong-ju. Umur: 79 tahun.

Saya ingat nama Pak itu pernah jadi berita 10 tahun lalu. Kemudian tiba-tiba lenyap. Tidak ada kabarnya sama sekali. Seperti ditelan bumi: bumi komunis.

Pak adalah ahli ekonomi. Ia pernah mendapat angin dari penguasa Korut saat itu: Kim Jong-il. Ayahanda Kim Jong-un. Anno: 2003. Saat Via Vallen masih jadi pengamen jalanan.

Inilah yang dilakukan Pak pada tahun 2003: meninggalkan sistem ekonomi komunis. Yang terbukti bikin negara sama-rata-sama-rasa-miskinnya.

Jabatan resmi Pak saat itu memang amat tinggi: perdana menteri. Siap membalik Korut. Reformasi ekonominya itu ia beri nama: Tindakan 1 Juli.

Intinya: seluruh BUMN diberi otonomi. Dan harus bikin laba. Perencanaan pembangunan harus didesentralisasi.

Kebijakan negara harus probisnis,. Sistem keuangan tidak boleh diintervensi partai.

Angin segar pun mulai bertiup. Korut akan mengadopsi sistem di Tiongkok: politiknya otoriter, ekonominya liberal. Ideologinya komunis, ekonominya pasar.

Pak juga membangun special economic zone. Di dekat perbatasan dengan Korsel. Masuklah modal asing. Di zona ekonomi khusus itu. Utamanya modal dari Korsel.

Tapi partai tidak puas. Pak jadi bulan-bulanan kritik: dianggap  akan menghancurkan ideologi negara. Begitu kerasnya gerakan politik itu.

Pak kalah. Disingkirkan dari posisi perdana menteri. Dipecat sebagai pengurus partai. Hilang. Lenyap. Ditelan magma.

Tak lama kemudian Kim Jong-il kena serangan jantung. Meninggal. Anak termudanya tampil: Kim Jong-un. Yang begitu muda: 29 tahun. Yang begitu gendut. Yang begitu galak di awalnya. Saat memulai membangun kekuasaannya. Agar tidak ada yang menolak posisi barunya. Pamannya sendiri pun ia hukum mati.

Tapi istrinya begitu cantik. Kakak perempuannya begitu cerdas. Dua wanita ini kelihatannya sangat dekat dengan Kim. Juga sangat berpengaruh. Dalam mengubah pendirian Kim.

Tujuh tahun pun berlalu. Kim sudah berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya. Dan Kim berubah: mau mengakhiri program nuklirnya. Mau menghentikan permusuhan dengan Korselnya. Mau membongkar pengeras suara di sepanjang perbatasannya. Mau menyamakan waktu dengan Korsel.

Dan… mau mengangkat kembali Pak Pong-ju jadi perdana menteri. Dan mengajaknya ikut berkunjung ke Beijing.

Kian jelaslah bahwa Kim akan serius membangun ekonomi Korut. Lewat Pak Pong-ju.

Begitu ngebetnya Kim bertemu Xi Jinping lagi. Seperti tidak sabar ingin mengejar ketertinggalannya.

Kalau saja Kim berhasil membangun Korut dalam 30 tahun? Seperti Tiongkok? Kim masih bisa menikmati hasilnya. Saat itu nanti umurnya baru 66 tahun: sama dengan umur pengagum Via Vallen saat ini.(dis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diminta Periksa Selang Gas Elpiji

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Warga Kota Magelang diminta intens memeriksa selang elpiji yang terhubung ke kompor gas. Sebab, selang tabung elpiji rawan bocor. Jika tersulut...

Penyedia Jasa Harus Taat Kontrak 

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG –  Penyedia jasa yang beroperasi di Kabupaten Temanggung diminta taat pada kontrak kerja. Dengan taat kontrak kerja, diharapkan pekerjaan jasa konstruksi bisa...

Instruktur LPK Cantique Wakili Jateng di Tingkat Nasional

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Andriyani Alimatiyah Khasanah atau biasa disapa Yeyen instruktur tata rias pengantin di LPK Cantique Limpung maju mewakili Provinsi Jawa Tengah (Jateng)...

Mahesa Jenar Belum Habis

BANDUNG – Meski harus mengakui keunggulan Persebaya 1-0 pada laga perdana Grup Y babak  delapan besar Liga 2, namun tim PSIS Semarang masih memiliki...

Dua Pesawat Dua Kejadian

Oleh: Dahlan Iskan Ini sehari sebelum final piala dunia. Sebuah pesawat menuju Croasia ‘jatuh’ sedalam 9.000 meter. Dalam waktu satu menit. Asal pesawat itu: Dublin,  Irlandia....

 Gambar Mudahkan Menulis Geguritan

RADARSEMARANG.COM - GERAKAN literasi tidak asing lagi bagi siswa. Sekalipun ada jam khusus untuk kegiatan literasi, namun tidak salah jika dalam pembelajaran masih ada...