Buruh Nyonya Meneer Terima Dana BPJS

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Raut wajah bahagia terpancar dari 58 buruh PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) setelah menerima pencairan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Mereka didampingi Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, pimpinan Theodorus Yosep Parera.

Pencairan tersebut setelah hakim Pengadilan Niaga (PN) Semarang mengabulkan gugatan 58 buruh yang keberatan atas bantahan tagihan yang dilakukan oleh tim kurator melalui upaya renvoi procedure.

“Sudah selesai pencairan BPJS Ketenagakerjaan. Tapi total nilai pencairan BPJS belum tahu, karena belum semuanya mengumpulkan fotokopi kertas kuningnya. Tapi nilai cairnya ada yang Rp 11 juta, Rp 12 juta, dan yang paling besar Rp 14 juta. Semua tergantung lama kerja di Njonja Meneer,” kata salah satu kuasa hukum 58 buruh Njonja Meneer, Taufiqurrohman, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (21/6).

Sesuai instruksi Ketua Peradi Semarang, Yosep Parera, organisasinya sudah menugaskan empat tim pendampingan dan pengumpulan kuasa dengan buruh tersebut, yang meliputi dirinya, Andreas Hijrah Airudin, Nugroho Budiantoro dan Putro Satuhu. Adapun buruh yang didampingi totalnya sebanyak 59 orang, karena ada tambahan 1 buruh PT Nyonya Meneer dari Jalan Raden Patah Semarang.

Dijelaskan bahwa buruh yang didampinginya kebanyakan adalah bagian eksportir. Pihaknya berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak buruh secara gratis, karena sudah ada anggaran dari pemerintah. “Kami akan memberikan masukan dan informasi kepada para buruh. Tujuannya untuk memberikan kesepakatan tanpa merugikan para pihak,” jelasnya.

Yosep Parera mengaku senang atas keberhasilan timnya dan para buruh tersebut. Dalam permohonan di pengadilan, total tagihan kliennya sebesar Rp 2.080.305.470 yang terdiri atas 58 karyawan Nyonya Meneer meliputi divisi produksi, divisi ekspor, dengan jumlah tagihan rata-rata Rp 36 juta per karyawannya.

Terpisah, perwakilan buruh Njonja Meneer asal Sayung, Demak, Srianah berharap hak-hak buruh bisa diperjuangan secara maksimal. Sebab, mayoritas buruh sudah tidak menerima gaji sejak Februari 2017. Rata-rata para buruh sudah bekerja di Nyonya Meneer antara 15 hingga 20 tahun. (jks/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -