31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Ludes dalam Lima Menit

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Ribuan warga berjajar di tepi Jalan Raya Boja, Kamis (21/6). Mereka ingin menyaksikan arak-arakan Nyai Dapu atau Nyai Pandansari yang dipercaya sebagai tokoh penyebar agama Islam di wilayah Boja.

Selain sosok Nyai Dapu, kirab juga mengarak gunungan hasil bumi berupa buah-buahan dan sayuran hasil panen petani dan defile kostum.

Kirab dimulai dari Balai Desa Boja memutar menuju Pasar Boja hingga finish di komplek makam Nyai Dapu. Begitu sampai di jalan masuk makam Sedapu, Gunungan tersebut langsung menjadi rebutan warga. Gunungan hasil bumi setinggi 2,5 meter langsung habis dalam waktu kurang dari lima menit.

Karena banyaknya warga yang berebut, aksi saling dorong dan desak-desakan tak terelakkan. Warga rela berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan hasil bumi yang diyakini menjadi makanan berkah.

Nadzirin, 46, warga Desa Boja bahkan harus kehilangan satu sandalnya karena diinjak-injak oleh banyaknya warga yang berebut gunungan. “Ingin ngalap berkah dari gunungan, ya lumayan bisa dapat sayur sawi putih. Lumayan nanti bisa dimasak untuk dimakan bareng keluarga,” katanya.

Hal senada dikatakan Hartutik, warga lainnya. Ia dan warga Boja lainnya meyakini makanan dalam gunungan yang telah dibacakan doa, bisa membawa keberkahan. Yakni keberkahan kesehatan, kesejahteraan dan jauh dari segala macam penyakit. “Bukan syirik, tapi makanan yang didoakan dengan Asma Allah dan untuk mendoakan orang pilihan diyakini warga bisa menjadi obat dan penawar,” katanya.

Kepala Desa Boja, Slamet Riyadi mengatakan makna dari kirab gunungan hasil bumi ini sebagai bentuk semangat warga untuk saling bergotong royong. Kirab ini sebagai bentuk tradisi tahunan masyarakat Boja untuk menghormati leluhur penyebar agama Islam di wilayah ini.

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat Boja usai mengikuti kirab, langsung menggelar tahlil di makam Nyi Dapu. Tradisi syawalan di Boja ini merupakan agenda tahunan dan menjadi wisata religi warga Kendal dan sekitarnya. “Kita berharap tradisi ini terus dilestarikan dan bisa menjadi tujuan wisata religi di Kendal,” kata anggota DPRD Kendal asal Boja, Tri Purnomo. (bud/ton)

Latest news

Related news