33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Jauhkan Pilkada Jateng dari Politik Rendah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, berharap Pilkada Jawa Tengah menghadirkan politik yang berakhlak, politik santun yang menjunjung tinggi etika dan moral. Dengan begitu, Pilkada Jateng sesuai dengan slogan KPU Jateng akan menjadi ajang pemilihan pemimpin yang becik lan nyenengke, baik dan menyenangkan.

“Kita berharap Pilgub dapat mewujudkan politik yang berakhlak, politik santun yang menjunjung tinggi etika dan moral, serta jauh dari kecurangan,” papar Sudirman Said  dalam acara halal bihalal dengan insan media, Rabu (20/1) di Semarang.

Pak Dirman menyampaikan hal tersebut merespon merebaknya kampanye hitam, berita bohong (hoax), dan fitnah yang diarahkan kepada dirinya dan pasangannya, Ida Fauziyah, sejak keduanya mulai dicalonkan sebagai Cagub dan Cawagub Jateng 2018-2023.

Pak Dirman memaparkan, Jawa Tengah akan hancur dan pada gilirannya Indonesia, jika kecurangan, korupsi, dan semua jenis politik hitam, menjadi metode atau cara berpolitik. Karenanya, untuk menyelamatkan Jawa Tengah, harus dipastikan politik bekerja sesuai etika, politik yang bertumpu moral dan keutamaan.

“Hanya dengan itu, demokrasi akan menjadi rahim yang baik bagi keadilan, kemajuan dan kebahagiaan warga,” lanjut dia.

Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, munculnya cara-cara kotor dan keji, dalam bentuk berita bohong, fitnah dan ujaran kebencian merupakan ekspresi dari politik rendah, yang membahayakan masa depan demokrasi. Terhadap praktik yang demikian, katanya, tidak bisa tinggal diam. Sikap tegas dan jelas harus diambil.

Jika didiamkan bukan saja praktik tersebut akan terus hidup, tetapi juga akan memberi kesan dibenarkannya cara-cara tidak beradab dalam berpolitik. Pak Dirman mengungkapkan, reaksinya atas politik rendah yang kini sedang bekerja secara sistematik dan terencana dengan tujuan menyelamatkan Jawa Tengah, membersihkan demokrasi dari metode politik kotor yang merusak, dan  meredam kemarahan warga, sekaligus menghindari hal-hal yang lebih buruk. Karena setiap ketidakadilan akan mendapatkan balasan setimpal, dan keadilan selalu akan menemukan jalannya sendiri.

“Intinya kami ingin hukum jalan, dan hukum tegak untuk memberikan rasa keadilan,” imbuh dia.

Kepada warga Jateng, terutama para pendukungnya, Pak Dirman mengimbau menghadapi keadaan dengan tenang, dan memberi kepercayaan kepada hukum untuk bekerja. “Kami yakin, kebaikan pada akhirnya akan menang. Kepada penegak hukum, kami minta agar proses hukum dijalankan, agar hukum tegak dan membawa keadilan,” urai dia.

Dan kepada penyelenggara Pilkada, Pak Dirman meminta pelaksanaan Pilkada 27 Juni 2018 mendatang berlangsung dengan jujur, beretika dan adil.  “Pilkada yang bersih dari politik rendah akan menjadi pintu bagi perubahan menuju Jawa Tengah yang lebih baik,” pungkas dia. (har/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dengan Literasi IPS Semakin di Hati

RADARSEMARANG.COM - BELAJAR Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik akan mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, karena banyak materi IPS yang...

Kepala Desa Di-Warning Jangan Berikan Amplop

MUNGKID—Perangkat desa di Kabupaten Magelang diminta untuk tidak memberikan suguhan dalam bentuk apapun--lebih-lebih memberikan amplop—kepada aparat yang melakukan pemeriksaan penggunaan dana desa. “Jadi saya tegaskan,...

Spektra Targetkan Pembiayaan Rp 256 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jabatan Marketing Head Spektra Jawa Tengah I, Kamis (5/4) petang tadi, diserahterimakan dari Reza Anggara Sutrisna kepada penggantinyaWaluyo Hadi Pranoto. Sebelumnya,...

Tingkatkan Hasil Pertanian, Pemkab Gandeng Korsel

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berusaha meningkatkan hasil pertanian dengan pendekatan modern tanpa merusak alam. Karena itu, menjalin kerjasama dengan Korea Selatan. Kerjasama...

Tiket MXGP untuk Pelajar dan Mahasiswa Diskon 50 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jelang pelaksanaan MXGP Seri ke-13 Kota Semarang pada 6-8 Juli 2018, sejumlah tiket MXGP di beberapa jalur layanan pembelian ludes diburu...

Minta Kejelasan Sertifikat Tanah Undip

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Polemik penggusuran yang menimpa rumah 4 kepala keluarga (KK), warga Jurang Belimbing RT 3, RW 4, Tembalang, Semarang, yang berbatasan langsung dengan Fakultas Perikanan dan...