33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Festival Kali Kupang, Simbol Akulturasi Budaya Pesisir

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN –  Wilayah Krapyak di Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, merupakan kawasan pesisir utara pulau Jawa, yang pada masa lampau memiliki peran strategis karena dilintasi sungai yang menjadi jalur transportasi air ke Pekalongan. Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, digelar Festival Kali Kupang, yang menunjukkan akulturasi budaya di pesisir Pekalongan.

Di masa perdagangan nusantara, para pedagang dan pendatang masuk Pekalongan melalui Sungai Kupang atau Sungfai Loji yang membelah Kota Pekalongan. Di sepanjang jalur sungai inilah, dulu didatangi penduduk dari berbagai suku dari berbagai daerah.

“Sebelum menggelar acara ini, kita cari fakta sejarah, bahwa dulu memang banyak pendatang di pesisir Pekalongan. Ini kami simbolkan dengan 6 kapal yang kita arak,” jelas wakil Ketua Panitia Festival Kalikupang Zainal Muhibin, Rabu (20/6).

Keenam Kapal tersebut, antara lain dari daerah Sumbawa yang identik dengan pedagang dan penenun yang kini menjadi daerah Sumbawan. Kemudian daerah Bugis Makassar dengan ciri membuat kerajinan dan ada daerah Bugisan. Lalu dari daerah  Kaluang Kalimantan atau Kalong atau daerah Banjar kini jadi Kampung Banjarsari. Kemudian para nelayan dan pedagang dari Sampang Madura, kini jadi Kampung Sampangan, dan tuan rumah sendiri adalah Mataram Islam.

Pada festival yang didatangi ribuan penonton tersebut, kapal-kapal diarak dari Pelabuhan Pekalongan menuju area Fetival Krapak di Monumen Krapyak. Satu buah kapal sejenis kapal Jukung atau kapal kecil untuk menangkap ikan di pesisir laut atau sungai, diisi dua orang pasangan laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian adat dari 6 daerah.

Setelah dilepas secara simbolis oleh wali kota beserta jajarannya, kapal diarak lagi menuju dari Landungsari. Di sepanjang perjalanan, menjadi tontonan warga.

Wali Kota Pekalongan H Salenay Mahfudz mengatakan, bahwa festival ini adalah edisi perdana. Tujuannya menjaga tradisi kuno warga Pekalongan. Serta bertujuan untuk menjaga keletarian Sungai Kupang atau Loji.

“Mari kita jaga bersama tradisi dan sungai ini, terutama generasi muda harus paham sejarah dan tradisi daerahnya,” jelas wali kota.

Selain Festival Kali Kupang masih banyak acara menarik lain. Rangkaian Festival Syawalan 2018 di Kota Pekalongan ada  Kirab Jlamprang Kultur pada Kamis (21/6), Jumat (22/6) Tradisi Pemotongan Lopis Raksasa dan dilanjutkan dengan Batik, Jazz Batik dan fashion show. (han/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cegah Balap Liar, Polisi Tingkatkan Razia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Maraknya balapan liar di Jalan Arteri Soekarno Hatta, Kota Semarang membuat sejumlah warga khawatir. Biasanya aksi balap liar dilakukan setiap akhir...

PKL Taat Aturan Dapat Penghargaan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Penataan pedagang kaki lima (PKL) akan terus dilakukan oleh Pemkab Demak. Ini dalam rangka memoles wajah kota yang indah, nyaman dan...

Nasib Sastra Lama Makin Merana

RADARSEMARANG.COM - KEBERADAAN sastra lama Indonesia  akhir-akhir ini semakin lama semakin suram dan merana nasibnya seakan-akan sudah tidak bermakna. Pada kenyataannya,sebetulnya materi sastra sangat...

Tinggi, Perceraian di Wonosobo

WONOSOBO—Angka perceraian di Kabupaten Wonosobo tergolong tinggi. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan jumlah pasangan cerai yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data yang dimiliki Kantor...

Sehari, Tujuh Warga Menjanda

KEBUMEN—Kasus perceraian di Kebumen mengalami lonjakan. Gugat cerai dari pihak istri masih mendominasi. Panitera  (PA) Kebumen, Miftahul Jannah mencatat, kasus perceraian meliputi cerai talak...

Adu Koreografi dan Kostum

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Atrium Mal Ciputra Semarang siang kemarin (20/3) dipenuhi para remaja. Ya, mereka adalah pelajar Semarang dan sekitarnya yang tengah adu kelincahan dan kekompakan...