33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Ditinggal Mudik, Rumah Purnawirawan TNI Ludes

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ditinggal mudik ke Palembang, rumah milik Imam Subeki, purnawirawan TNI berpangkat Kolonel di Jalan Tembalang Selatan 5 No 9 RT 3 RW 10 Perumahan Graha Sapta Asri, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, ludes terbakar. Kebakaran yang terjadi Rabu (20/6) sekitar pukul 15.00 kemarin itu juga meludeskan  sekitar 10 kamar kos di sebelah kiri rumah Imam Subekti. Beruntung, sebelum api merembet ke bangunan lain, empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) berhasil menjinakkannya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian menyebutkan,  kebakaran itu diketahui kali pertama oleh Tarina, yang tinggal di dekat rumah korban. Saat itu, Tarina mencium bau asap menyengat. Ia lantas memberi tahu suaminya.

“Saya kira orang bakar sampah. Baunya menyengat sekali, seperti bau kabel terbakar. Ternyata saat dicek oleh suami saya, ada asap di plafon rumah Pak Imam,” ungkap Tarina di lokasi kejadian, Rabu (20/6).

Dengan panik, suami Tarina langsung menyampaikan kepada dua tukang bangunan yang kebetulan bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian. Berikutnya, suami Tarina menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. “Saat kejadian, rumah  kosong ditinggal ke Jakarta, sepertinya sebelum lebaran sudah sepi. Pak Imam di sini tinggal sama istrinya,” katanya.

Kencangnya tiupan angin, mengakibatkan kobaran api membesar dan merambat ke bangunan rumah kos yang juga milik Imam Subeki. Selain mencoba memadamkan api, warga sekitar juga mengeluarkan empat unit sepeda motor dan satu mobil yang berada di garasi bangunan kos tersebut sebelum terkena kobaran api.

“Ada empat kendaraan juga diamankan oleh petugas Satkom, sama mobil satu. Semua selamat, tidak terbakar,” ungkap pemuda yang enggan disebutkan namanya di lokasi kejadian

Warga sekitar, Tanjung Ugha, terlibat sibuk menghubungi keluarga korban menggunakan ponselnya. Ia sengaja datang ke lokasi tersebut karena diminta tolong oleh rekannya yang kebetulan anak korban.

“Yang punya rumah mudik ke Palembang, saya diminta anaknya, kebetulan teman saya untuk melihat kejadian ini, juga saya video call,” katanya.

Untuk memadamkan kobaran api, sedikitnay 12 unit mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan. Pemadaman hingga sterilisasi dilakukan kurang lebih memakan waktu 90 menit. Menurutnya, yang menjadi kendala adalah sumber air.

“Di sini tidak ada sumber air, jadi saya kerahkan semua, ada 12 mobil damkar, dari Posko, Pos Banyumanik, Mijen, Gunungpati, Barito, Terboyo sama Plamongan,” ungkap Komandan Pleton Damkar, Suryohusodo di.

Dikatakan, saat api berkobar besar, mereka berada di bagian tengah rumah yang dihuni keluarga Imam Subeki. Namun demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab munculnya api hingga mengakibatkan kebakaran besar. (mha/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ribuan Penumpang KA Terlantar

SEMARANG-Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang telah mengganggu perjalanan Kereta Api (KA) di Daop IV Semarang. Akibatnya 1300 penumpang baik yang akan ke Semarang...

Alumnus UPGRIS Dijerat Pasal Berlapis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Alumnus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Windu Purbowo bin Purwadi, 30, dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dengan pasal berlapis atas kasus dugaan penipuan...

78 Dukuh Kampung KB Terima 697 KKN

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 697 mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) diterjunkan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pekalongan. Mereka akan ditempatkan di 78 Dukuh...

Diminta Tak Minder Menangkan Sudirman-Ida

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng diminta tidak minder dan terus bersemangat memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubenrur Sudirman Said-Ida...

4 Rumah Warga Miskin Diperbaiki

SALATIGA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Salatiga merehabilitasi empat unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga miskin. Rehabilitasi dua unit RTLH di...

UMM Jalin Kerjasama dengan UteM dan UniKL

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Rektor dan Dekan Fakultas Teknik UM Magelang mengadakan kunjungan resmi ke Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UteM) pada 18 Januari 2018 untuk...