33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Warga Tunggu Kejelasan Relokasi Masjid

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebuah masjid berwarna hijau nampak kokoh meski berada di tengah tol fungsional Batang-Semarang. Ya Masjid Baitul Mustaghfirin yang terletak di Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan ini memang belum dibongkar oleh pengembang.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Seamarang, masjid yang dulunya surau ini dibangun sejak 1960 silam. Warga sekitar sendiri berusaha ikhlas masjid yang diketahui berdiri diatas tanah wakaf dibongkar demi pembagunan tol Batang-Semarang. “Saya dari kecil salat disini, namun momentum tahun ini sangat mengharukan karena mungkin jadi sarana tempat beribadah Salat Idul Fitri yang terakhir,” ucap Aris Isdinato, 29, warga Tambakaji RT 1 RW 8 ini.

Meski banyak kenangan yang ada dan bisa dibilang masjid tersebut cukup tua, pihaknya mengaku ikhlas karena pihak pengembang dalam hal ini PT Waskita Karya sudah membangunkan masjid baru yang letaknya tak jauh dari masjid yang akan dibongkar tersebut. “Memang masih boleh buat ibadah, khususnya salat Jumat, karena masjid yang baru belum selesai ,” tambahnya.

Anggota Takmir Masjid Baitul Mustaghfirin, Nur Qosim, menjelaskan jika pihak pemberi wakaf sudah merelakan masjid tersebut direlokasi. Saat ini menurut dia, masjid pengganti terus dikebut pembangunanya oleh pihak pengembang. “Luas tanah dan bangunnya asalkan sama kami tidak apa-apa, dari sejarahnya dulu masjid ini menjadi besar karena dibangun swadaya oleh warga,” jelasnya.

Meski demikian, Nur Qosim belum mengetahui kapan tepatnya masjid tersebut akan dibongkar. Yang jelas menurutnya harus ada bangunan dan lahan pengganti yang sesuai agar bisa dipakai sebagai tempat salat berjamaah. “Kalau tepatnya belum tahu kapan, yang pasti menunggu masjid pengganti jadi dulu. Saat ini baru sekitar 60 persen,” tambahnya.

Jumat (15/6) lalu masjid Baitul Mustaghfirin masih digunakan warga sekitar untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Ratusan jamaah nampak khusyuk mendengarkan khotbah, meski disamping masjid lalu lalang pemudik yang melintasi tol fungsional tersebut cukup ramai. Bahkan ada pemudik yang sengaja menghentikan perjalananya dan mampir ke masjid tersebut untuk melakukan salat berjamaah.

Salat Id tersebut bisa dikatakan untuk yang terakhir kalinya dan tidak bisa dilakukan pada tahun depan lantaran Masjid Baitul Mustagfirin sendiri bakal dibongkar dalam waktu dekat sebagai dampak proyek tol fungsional Batang-Semarang.

General Manajer Keuangan, SDM, dan Umum PT Jasa Marga Batang-Semarang, Nana Sumarsana, mengungkapkan, adanya salat Idul Fitri berjamaah tahun ini merupakan permintaan dari warga. Oleh karenanya, pihaknya juga bersedia bekerjasama dengan cara memfasilitasi dan menyediakan petugas keamanan warga yang akan menyebarang ataupun kendaraan pemudik.  “Sebelumnya memang ada permintaan warga, ya kami izinkan untuk digunakan beribadah,” tukasnya. (den/bas)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemetaan Kota Lama

PETUGAS Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah sedang merekam dengan menggunakan alat 3D Laser Scanning di Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (7/4). Metode pendokumentasian...

Penyebaran Informasi Perlu Kembali ke Khitah

SEMARANG – Banyak generasi muda yang enggan menyentuh media mainstream. Entah itu media cetak, atau media online. Mereka cenderung memilih menenggak informasi dari media-media...

SMP N 2 Buka Program Alumni Mengajar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-SMP N 2 akan membuka kelas inspirasi atau program alumni mengajar bagi siswa-siswi tiap Jumat, mulai 21 Juli mendatang. Mengingat banyaknya alumni yang...

Pemegang KIP Wajib Diterima

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Tidak ada alasan bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Temanggung tidak menerima calon siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada...

Cermati Manual Pengisian PDSS

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ratusan perwakilan dari SMA/MA/SMK sederajat di wilayah Eks Kedu, Cilacap, Salatiga dan Kartasura mengikuti sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di Auditorium Untidar,...

Curug Bajing, Sajikan Air Terjun Bertingkat

PEKALONGAN-Curug Bajing merupakan satu dari sekian tempat wisata yang menyajikan keindahan alam di Kabupaten Pekalongan. Panorama air terjun yang elok dihiasi aliran air bertingkat...