Oleh: Laily Rahmah, S.Pd
Oleh: Laily Rahmah, S.Pd

RADARSEMARANG.COM – Busana  merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia.  Keberadaannya selalu berkembang seiring perkembangan peradapan manusia. Selama manusia memegang teguh peradaban dan budaya luhur maka manusia butuh busana. Bahkan pada perkembangannya busana bukan hanya sekadar dibutuhkan sebagai penutup badan, namun telah menjadi media aktualisasi diri dalam menunjukkan ciri khas seseorang dalam berinteraksi dan bergaul dengan masyarakat di sekitarnya juga telah menjadi bagian gaya  hidup dan prestise bagi pemakainya. Lebih dahsyat lagi busana telah menjadi bagian dari entertainment. Hal ini memberikan ruang yang sangat luas bagi Tata Busana untuk mengekplor pangsa pasar yang tidak akan kering selamanya.

SMK khususnya program keahlian Tata Busana adalah institusi yang memiliki relevansi yang tinggi dengan kondisi tersebut.  Para lulusan bisa terserap dalam industri garmen, usaha konveksi atau  wirausaha butik.

Yang menjadi pekerjaan rumah bagi SMK khususnya yang memiliki jurusan Tata Busana adalah bagaimana upayanya agar para tenaga kerja yang diluluskan memilki kompetensi tinggi dan daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan yang ada, sehingga para lulusan dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Perkembangan industri busana demikian pesatnya baik dari sisi peralatan, teknik menjahit, mode nyaris tak terbendung. Berkaitan dengan hal tersebut secara kelembagaan SMK khususnya Kompetensi Keahlian Tata Busana harus selalu berbenah. Tidak boleh lagi menggunakan metode  pembelajaran konvensional, tetapi harus kekinian, mengadakan penambahan dan pembaharuan peralatan, ujian  dan sertifikasi kompetensi.

Tidak kalah penting adalah membuat jalinan kerjasama dengan industry  terkait secara lebih efektif dan efisien. Haruslah dipilih indutsri atau DU/DI yang berkualifikasi baik, baik di dalam maupun luar negeri.  Hal ini penting untuk mengatasi keterbatasan peralatan, ketertinggalan dalam hal teknik menjahit, mode, dan etos kerja.

Dengan praktik kerja lapangan yang efektif dan efisien, para siswa akan mendapatkan jam terbang pengoperasian alat yang tinggi, etos kerja yang baik dan kualitas hasil yang baik, karena berhadapan dengan tuntutan costumer riil, suatu kondisi yang tidak atau sulit didapatkan di sekolah. Di samping itu dengan praktik kerja lapangan akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan prioritas untuk mengisi lowongan kerja pada DU/DI yang bersangkutan.

Secara internal SMK Kompetensi Keahlian Tata Busana harus meningkatkan efisiensi pembelajaran dengan memanfaatkan materi latihan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi tugas latihan berupa membuat produk yang bernilai jual seperti seragam sekolah, dan pernik-pernik busana yang lain. Untuk mewujudkannya SMK bisa menjalin kerjasama dengan unit-unit usaha konveksi, atau dengan menjalin kerjasama dengan sekolah–sekolah di lingkungan sekitarnya.  Kerjasama dengan unit-unit usaha konveksi kita dapat memposisikan sekolah sebagai sub unit usaha dan para siswa sebagai karyawan yang mengerjakan produk pesanan. Sedangkan  kerjasama dengan sekolah-sekolah lain yang berada di lingkungannya, memposisikan sekolah sebagai perusahaan yang menerima pesanan kebutuhan seragam dari sekolah-sekolah tersebut.  Keduanya memberi pengaruh positif terhadap pola belajar siswa karena tuntutan atas kualitas produk yang mereka kerjakan. Dengan demikian siswa akan lebih sungguh-sungguh  di dalam belajar dan pada akhirnya akan mendukung lulusan yang kompeten dan kompetitif. (igi2/zal)

Guru SMK Negeri 1 Salatiga