33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Sebahagia Kopi Lestarikan Cita Rasa Kopi Lokal

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Mendengar nama Sebahagia Kopi, terdengar masih asing ditelinga penikmat kopi di Kota Batik Pekalongan. Tempat ngopi yang terletak di Jalan Veteran 110 depan kantor Kelurahan Kraton Kidul, Pekalongan Barat Kota Pekalongan ini dulunya lebih dikenal sebagai Chestnut Coffeeshop Pekalongan.

“Kami sengaja ganti nama, karena juga ingin sesuai nama baru kami, bahagia,” ucap pemiliknya  Eko Marlyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang akrab dipanggil Tyan ini menceritakan, semenjak kehadiran kafenya, perkembangan penikmat kopi di Pekalongan semakin besar. Dari awal dulu hanya ada beberapa kedai dan kafe kopi, kini sudah belasan yang buka baik di Kota Pekalongan maupun daerah sekitarnya.

“Target awal mendirikan kafe ini, ingin mengkloning pecinta kopi di Kota Pekalongan. Karena kami di sini tidak hanya penjual, tapi juga ingin penikmat kopi juga memahami kopi dari rasanya,” ujar mantan vokalis band rock n roll ini.

Warga Kraton Lor, Kecamatan Pekalongan Utara itu menjelaskan, dari sekian jenis kopi. Tyan berusaha mengenalkan kopi lokal daerah. Khususnya wilayah pantura dari Batang hingga Pemalang, yang ternyata memiliki kualitas kopi cukup bagus.“Kopi lokal daerah kita tidak kalah nikmat dibanding kopi nusantara yang sudah terkenal,” serunya.

Bahkan kopi Batang dan Pekalongan menurutnya memiliki kualitas kelas utama bagi dunia perkopian di tanah air. Namun sayangnya, kopi asal Pekalongan kurang mendapat perhatian khusus, sehingga perkembangannya lambat. Produksi dan standar penjualan kopi juga masih sangat kurang.“Secara kuliatas sebenarnya bagus, namun secara kuantitas masih kurang, sehingga kami masih kesulitan dalam menjualnya. Karena kebutuhan dan stok kadang terbatas,” jelasnya.

Selain itu, para petani dirasa kurang mendapatkan edukasi yang baik dalam mengelola kebun kopi. Sehingga hasil panen juga tidak bisa maksimal, bahkan asal petik buah, sehingga kualitas bean (biji kopi juga kurang bagus.

“Menurut kami, mereka butuh sentuhan dari pemerintah, agar bisa menda[pat edukasi yang tepat dalam mengeloal kebun kpoi, sehingga kualitas kopi juga bagus dan sesuai standar nasional,” harapnya. (han/bas)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...