Pembangunan Pasar Kaliwungu Belum Jelas

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sudah hampir setahun sebagian besar para pedagang Pasar Pagi Kaliwungu berjualan di lapak darurat. Lebih tepatnya setelah insiden kebakaran yang terjadi pada 19 Agustus tahun 2017. Artinya sudah 10 bulan ini pedagang hanya berjualan dengan kondisi tempat yang serba terbatas.

Para pedagang hingga kini belum mengetahui, kapan mereka bisa kembali berjualan di pasar. Pasalnya hingga kini belum ada kejelasan, kapan pasar terbesar di Kecamatan Kaliwungu itu akan dibangun.

“Belum tahu kapan akan akan dibangun, katanya tahun ini. tapi belum tahu kapan tepatnya karena untuk pembangunan merupakan ranah pemerintah,” kata salah seorang pedagang pakaian, Muzairoh.

Diakuinya, semua pedagang berharap agar pemerintah bisa segera bertindak cepat. Yakni membantu pedagang agar Pasar Pagi Kaliwungu segera dibangun kembali. Sehingga agar aktifitas perekonomian menjadi lancar kembali. “Sudah hampir satu tahun, tapi belum juga ada progres pembangunan,” keluhnya

Hal senada dikatakan Sekretaris Paguyupan Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, Muhammad Mas’ud. Ia menambahkan akibat dari kebakaran itu omzet pedangang anjlok sebanyak 30 persen. “Kami kehilangan pelanggan, belum lagi pelanggan yang tidak nyaman membeli dilokasi darurat ini jadi pada kabur,” katanya.

Kepala  Disperindag Kendal, Sukron Samsulhadi jika pihaknya juga sudah membuat surat ke Pemprov Jateng maupun Pemperintah Pusat mengajukan bantuan sebesar Rp 10 miliar dan Rp 100 miliar untuk penganggaran pembagunan kembali pasar.  Namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pusat.

“Namun kami sudah mendapat kabar baik, anggaran dari pusat tahun ini turun. Begitu dana turun, segera kami bangun dengan perencanaan yang  baik agar pasar ini bisa menjadi bagus, megah dan bersih,” katanya.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan jika proses proses pembangunan pasar pagi Kaliwungu memerlukan dana yang sangat besar dan waktu yang tidak singkat. Hal itu karena untuk membangun pasar di lokasi pasar lama, maka harus ada penghapusan aset lama terlebih dahulu.

“Pada waktu Musrenbang saya sudah ingatkan kembali kepada Sekda untuk bantuannya dalam proses pembangunan Pasar. Namun sebelum pembangunan harus terlebih dahulu penghapusan aset dahulu. Saat ini sedang dalam pemrosesan tahapan penghapusan aset,” tandasnya. (bud/bas)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -