33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Pembangunan Pasar Kaliwungu Belum Jelas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sudah hampir setahun sebagian besar para pedagang Pasar Pagi Kaliwungu berjualan di lapak darurat. Lebih tepatnya setelah insiden kebakaran yang terjadi pada 19 Agustus tahun 2017. Artinya sudah 10 bulan ini pedagang hanya berjualan dengan kondisi tempat yang serba terbatas.

Para pedagang hingga kini belum mengetahui, kapan mereka bisa kembali berjualan di pasar. Pasalnya hingga kini belum ada kejelasan, kapan pasar terbesar di Kecamatan Kaliwungu itu akan dibangun.

“Belum tahu kapan akan akan dibangun, katanya tahun ini. tapi belum tahu kapan tepatnya karena untuk pembangunan merupakan ranah pemerintah,” kata salah seorang pedagang pakaian, Muzairoh.

Diakuinya, semua pedagang berharap agar pemerintah bisa segera bertindak cepat. Yakni membantu pedagang agar Pasar Pagi Kaliwungu segera dibangun kembali. Sehingga agar aktifitas perekonomian menjadi lancar kembali. “Sudah hampir satu tahun, tapi belum juga ada progres pembangunan,” keluhnya

Hal senada dikatakan Sekretaris Paguyupan Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, Muhammad Mas’ud. Ia menambahkan akibat dari kebakaran itu omzet pedangang anjlok sebanyak 30 persen. “Kami kehilangan pelanggan, belum lagi pelanggan yang tidak nyaman membeli dilokasi darurat ini jadi pada kabur,” katanya.

Kepala  Disperindag Kendal, Sukron Samsulhadi jika pihaknya juga sudah membuat surat ke Pemprov Jateng maupun Pemperintah Pusat mengajukan bantuan sebesar Rp 10 miliar dan Rp 100 miliar untuk penganggaran pembagunan kembali pasar.  Namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pusat.

“Namun kami sudah mendapat kabar baik, anggaran dari pusat tahun ini turun. Begitu dana turun, segera kami bangun dengan perencanaan yang  baik agar pasar ini bisa menjadi bagus, megah dan bersih,” katanya.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan jika proses proses pembangunan pasar pagi Kaliwungu memerlukan dana yang sangat besar dan waktu yang tidak singkat. Hal itu karena untuk membangun pasar di lokasi pasar lama, maka harus ada penghapusan aset lama terlebih dahulu.

“Pada waktu Musrenbang saya sudah ingatkan kembali kepada Sekda untuk bantuannya dalam proses pembangunan Pasar. Namun sebelum pembangunan harus terlebih dahulu penghapusan aset dahulu. Saat ini sedang dalam pemrosesan tahapan penghapusan aset,” tandasnya. (bud/bas)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pelayanan Dokumen Kependudukan Sehari Jadi

SEMARANG - Dalam satu minggu ini mulai Senin (20/3) sampai dengan Minggu (26/3) Pemkot Semarang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) melakukan pelayanan...

Menyikapi Musibah Di Masa Iddah

Pertanyaan : RADARSEMARANG.COM - Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah SWT. Saya ingin...

Pemkab Diminta Bangun Museum

PENGAMAT kesenian asli Temanggung, Bambang Setyadi menilai, Temanggung merupakan ibu dari kesenian cengklungan. Sebab, cengklungan lahir dari Kota Tembakau. “Khazanah kekayaan budaya yang luar...

Jadi MC Lebih Menantang

BAGI Poppy Monica menjadi master of ceremony (MC) lebih menantang ketimbang menjadi model. Ya, dara yang akrab disapa Poppy ini sempat menjalani dua pekerjaan,...

Pemda Jangan Lepas Tangan Masalah TKI

WONOSOBO – Perlindungan terhadap TKI di Indonesia masih butuh perbaikan. Salah satunya dengan mengubah Undang-Undang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PTILN). Proses...

Berharap Pembangunan Pasar Selomerto Dilanjutkan

WONOSOBO—Nasib pasar tradisional di Kecamatan Selomerto hingga saat ini masih buram. Sudah sejak akhir 2015, proyek pembangunan pasar tersebut berhenti dan tak ada tanda-tanda...