SEMANGAT – Kadinkes Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo saat meninjau posko kesehatan di alun-alun Batang, Selasa malam (19/6/2018). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SEMANGAT – Kadinkes Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo saat meninjau posko kesehatan di alun-alun Batang, Selasa malam (19/6/2018). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Angka korban kecelakaan pada arus mudik dan balik tahun 2018 diketahui menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilatarbelakangi kesiapsiagaan posko kesehatan yang tersebar di sepanjang jalur mudik. Selain membuat nyaman pemudik mereka juga berperan dalam pertolongan pertama pada korban maupun pemudik yang kelelahan.

“Kami ucapkan terimakasih pada seluruh tim posko Lebaran di Jateng, karena mereka turut menyukseskan mudik dan balik tahun ini. Sehingga angka kecelakaan di Jateng turun,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo saat bersama rombongan melakukan monitoring dan evaluasi ke sejumlah posko kesehatan di Batang, Selasa malam (19/6/2018).

Dikatakan Yulianto Prabowo, jalur pantura di wilayah Jawa Tengah merupakan jalur mudik terpanjang dan terbanyak dilintasi para pemudik. Untuk itu pemerintah melibatkan peran pemerintah daerah setempat untuk berperan aktif guna memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik.

Lebih lanjut diterangkan di Jateng sendiri ada 225 posko kesehatan, yang melibatkan sedikitnya 4.000 tenaga medis, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan mudik ke kampung halaman. Selain itu juga melibatkan tenaga sukarela.
Dijelaskan dari data yang ada, angka korban kecelakaan menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Kesiapsiagaan posko kesehatan dan personelnya, mempunyai peran dalam menekan angka korban kecelakaan, karena sigap memberikan pertolongan pertama.
Dari 19 kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah Jawa Tengah, hanya 1 korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian, dan 24 lainnya luka-luka berhasil tertolong oleh tim kesehatan.

“Namun kita masih evakuasi yang akan diperbaiki pada mudik tahun depan, agar semakin baik dan nyaman tahun depan,” tandasnya.

Usai melakukan evaluasi, kadinkes kemudian memberikan bingkisan kepada tim medis yang bertugas, sebagai bentuk apresiasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama pemudik. (han/lis)