31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Mengetik Asyik dengan Musik

RADARSEMARANG.COM – Bisa mengetik dengan  sepuluh jari dan dengan tanpa melihat huruf pada tuts keyboard komputer / laptop merupakan keterampilan luar biasa yang menyenangkan. Namun yang kita lihat saat ini, berapa orang yang Anda temui  mereka yang mengetik dengan menggunakan sistem sepuluh jari? Para alumni SMK (baca: SMEA) di era sebelum tahun 90an, mungkin masih banyak yang mengetik dengan sistem ini. Itupun kalau mereka bekerja yang harus menggunakan mesin ketik. Misalnya guru mengetik dan pegawai kantor di bidang administrasi. Lalu, apa sih istimewanya mengetik, sehingga harus dibahas di sini?

Mungkin memang tidak terlalu penting, mengetik dengan sepuluh jari. Toh yang penting tetap bisa mengetik dengan cepat dan hasilnya juga tidak berbeda dengan mereka yang mengetik dengan sepuluh jari. Akan tetapi bagaimana dengan siswa yang sekolah di SMK terutama yang program keahlian Administrasi Perkantoran? Mata pelajaran yang khusus membimbing teknik keterampilan mengetik sepuluh jari juga sudah tidak ada. Pada saat mereka magang (praktik kerja industri) di dunia usaha dan dunia industri, mereka banyak mendapat perhatian “khusus” dari pembimbing di kantor tempat mereka praktik. Para pembimbing seperti heran karena siswa praktik sekarang, hampir tidak ada yang bekerja (mengetik) menggunakan sistem yang benar. Yang notabene jurusan Administrasi Perkantoran.

Mari kita belajar mengetik dengan menggunakan sistem sepuluh jari dan tanpa melihat tuts huruf. Hal ini sebenarnya bisa kita latih asal  mau telaten dan sabar.

Mengetik sistem sepuluh jari adalah mengetik dengan memfungsikan kesepuluh jari tangan kita, sesuai ‘tugasnya’ masing-masing.

Sebelum memulai kegiatan pembelajaran ini,  kita amati huruf-huruf yang ada pada keyboard mesin. Untuk lebih efektif, sebaiknya kita gunakan mesin ketik manual. Bukan komputer PC atau  laptop. Secara universal susunan huruf pada keyboard mesin ketik adalah sama. Artinya, baris pertama QWERT YUIOP, baris di bawahnya ASDFG HJKL; kemudian baris paling bawah ZXCVB NM. Siapkan musik sebagai pengiring kegiatan belajar mengetik kita. Boleh musik yang bergenre pop, jazz, bahkan dangdut. Apa saja yang sekarang sedang nge-hits.

Yang pertama, letakkan pada huruf ASDF untuk jari tangan kiri dan JKL: untuk jari tangan kanan. Ini dinamakan tuts basis atau homekey. Jari-jari harus pada posisi di homekey, sebelum dan sesudah menghentak huruf pada papan tuts, kecuali ibu jari yang selalu siap di tombol/tuts spasi. Gunakan tangan kiri, jari kelingking untuk huruf QAZ, jari manis WSX, jari tengah EDC dan telunjuk RFV dan TGB. Kemudian tangan kanan, jari telunjuk untuk huruf YHN dan UJM, jari tengah untuk IK , (koma),  jari manis OL . (titik) serta yang terakhir jari kelingking kanan untuk P dan : (titik dua). Tertibkan fungsi dari masing-masing jari tersebut.

Memulai latihan mengetik dengan huruf per huruf bukan kata per kata. Kita mulai dari papan tuts bagian tengah,  tuts bagian  atas dan terakhir papan tuts bagian bawah.

Dimulai dari huruf A terlebih dahulu. Kita hentak huruf A dengan menggunakan jari kelingking kiri. Jadi kita ketik AAA dan seterusnya sesuai dengan ketukan irama music.

Setiap menghentak huruf, boleh satu sampai dua lagu. Ingat huruf per huruf. Kemudian dilanjut dengan  A(spasi) A(spasi)  dan seterusnya. Sampai pada dua huruf(spasi), tiga huruf(spasi) dan seterusnya. Ini berlaku untuk semua huruf. Dengan demikian jari-jari kita akan ‘menghafal’ sendiri fungsinya.

Konsisten dengan cara ini, yaitu belajar mengetik dengan music pasti akan membuahkan hasil. Mengetik asyik dengan music dan dengan hasil yang luar biasa. Tetapi ini tidak berlaku untuk mengetik pada smartphone, ya? Meskipun pada handphone, tuts pada keypadnya juga menggunakan huruf QWERTY. Selamat belajar mengetik. (igi2/zal)

Guru SMKN 1 Salatiga

Latest news

Related news