SATUKAN KOMITMEN: Sekretaris  Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K.S Radityo (baju putih) berfoto bersama komunitas pecinta balon udara yang akan mengikuti Java Balloon Festival Wonosobo 2018 pada hari ini (19 Juni 2018). (ISKANDAR/JP RADAR SEMARANG)
SATUKAN KOMITMEN: Sekretaris  Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K.S Radityo (baju putih) berfoto bersama komunitas pecinta balon udara yang akan mengikuti Java Balloon Festival Wonosobo 2018 pada hari ini (19 Juni 2018). (ISKANDAR/JP RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Sekretaris  Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K.S Radityo menyampaikan sosialisasi kegiatan Java Balloon Udara Wonosobo 2018 pada Kamis (7/6) pekan lalu di Wonosobo. (ISKANDAR/JP RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Sekretaris  Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K.S Radityo menyampaikan sosialisasi kegiatan Java Balloon Udara Wonosobo 2018 pada Kamis (7/6) pekan lalu di Wonosobo. (ISKANDAR/JP RADAR SEMARANG)

Komunitas pecinta balon udara tradisional di Wonosobo menyatakan komitmennya menerbangkan balon udara sesuai regulasi pemerintah. Yakni: tidak melepas ke udara, melainkan wajib ditambatkan.

RADARSEMARANG.COM – KESEPAKATAN itu terungkap saat temu komunitas pecinta balon udara tradisional di rumah makan Khrisna Garden Resto Wonosobo, sekaligus sosialisasi kegiatan Java Balloon Festival Wonosobo 2018 pada Kamis (7/6) pekan lalu. Festival balon terbesar tingkat nasional tersebut, diselenggarakan oleh Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia bekerja sama dengan sejumlah pihak. Antara lain, Pemkab Wonosobo, Polres Wonosobo, Kodim Wonosobo, dan Komunitas Balon Udara Wonosobo.

Hari ini, Selasa 19 Juni 2018, Java  Balloon Festival Wonosobo  2018 digelar di lapangan PT Geo Dipa Energi Unit Dieng di Ngampel, Wonorejo, Selomerto. Ada ratusan balon udara yang akan diterbangkan, dengan cara ditambatkan. “Selain itu, ada bazaar UMKM, pertunjukan kesenian khas Wonosobo dan hiburan orkes melayau menghadirkan penyanyi ibu kota,” kata Sekretaris  Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K.S Radityo saat sosialisasi kegiatan.

Didiet menyampaikan, ratusan balon udara akan difestivalkan, tepat mulai pukul 05.30 hingga 08.30. “Kalau penerbangan balon memang kami batasi pada jam-jam itu, untuk memudahkan balon-balon terbang, tentu dengan cara ditali atau ditambatkan. Kalau acara keseluruhan sampai siang hari,” kata Didiet.

Festival balon udara yang digelar di Wonosobo, dan juga Pekalongan, kata Didiet, membuktikan bahwa AirNav Indonesia tidak pernah melarang masyarakat untuk menerbangkan balon yang sudah menjadi tradisi masyarakat pasca-Lebaran. “Hanya saja, cara menerbangkan balon udara sudah ada aturannya sendiri, Peraturan Menteri No 40 Tahun 2018.”

Di antaranya, mengatur tentang diameter balon, panjang balon yang boleh diterbangkan, wajib ditambatkan, dan lainnya. “Sekali lagi, kami tidak pernah melarang. Justru kami sangat mendukung tradisi baik ini, tentu harus diterbangkan dengan cara yang baik, sesuai regulasi pemerintah.”

Festival Balon Udara di Wonosobo memperebutkan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah. Selain itu, juga ada lomba fotografi di acara festival balon, penjualan paket sembako murah senilai Rp 150 ribu yang dijual hanya seharga Rp 20 ribu.

Didiet menyampaikan, Festival Balon Udara bisa menjadi agenda tahunan pariwisata, sehingga mendatangkan para pelancong ke Wonosobo. “Tentu dampaknya positif, turis dan pelancong akan datang ke Wonosobo, sehingga hotel-hotel penuh, ekonomi juga bergairah karena banyak warga yang berjualan di sekitar arena kegiatan, dan Wonosobo semakin dikenal karena memiliki tradisi unik.”

Masih menurut Didiet, festival ini satu-satunya dan yang pertama kali dilakukan secara masal dengan menerbangkan balon secara  berbarengan. Ini  sebagai tindak lanjut sosialisasi tahun lalu dan ajang bagi para komunitas balon udara yang ada di Wonosobo. Kegiatan ini akan digelar tiap tahun. Didit mengatakan antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Sampai saat ini sudah lebih dari 150 komunitas balon di Wonosobo telah mendaftarkan diri sebagai peserta. Artinya, sudah separo dari 300 balon yang ditargetkan AirNav.

Pantauan koran ini di lapangan, antuasiasme warga untuk menyaksikan kegiatan ini luar biasa. “Dari Banjarnegara, saya sengaja ke sini, untuk mencari tahu lokasi festival balon. Ini luar biasa, bisa jadi tontonan setelah Lebaran. Besok saya (hari ini) akan ke sini lagi menyaksikan festival balon udara.” Kata Abaz, 34, warga Banjarnegara. Hal yang sama disampaikan Jumiatun, 45, warga Selomerto. Ia mengaku akan berjualan jagung di sekitar lapangan. “Lumayan, saya bisa jualan, pasti ramai kalau acara seperti ini, apalagi masih nuansa Lebaran.”

Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo, Agam, menyambut gembira pelaksanaan Java Ballon Festival Wonosobo 2018. Agam menyampaikan, komunitas balon udara di Wonosobo sudah berkomitmen mematuhi aturan menerbangkan balon sesuai regulasi pemerintah. Yakni, regulasi tentang penerbangan dan terbaru, regulasi Peraturan Menteri Perhubungan No 40 Tahun 2018 tentang Balon Udara.  “Edukasi menerbangkan balon sesuai regulasi pemerintah, harus terus dilakukan, karena kami menyadari masih ada komunitas yang belum sejalan dengan regulasi yang ada.” (adv/isk)