Penjual Tembakau Gorilla Divonis

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Nasib malang menimpa warga Jalan Letjen Suprapto nomor 41 Purwodinatan, Semarang Tengah, Azeglio Vatanen Pranata, 27. Akibat nekad menjual narkotika jenis tembakau gorilla, bakal meringkuk ke jerjuji besi dalam waktu cukup lama.

Dalam kasus tersebut, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang dipimpin Moch Sutarwadi, menjatuhkan pidana selama 8 tahun 6 bulan penjara, serta membebankan denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan. Sebenarnya, vonis tersebut, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Sutardi yang menuntut pidana 13 tahun penjara dan denda Rp 1miliar subsidair 4 bulan kurungan.

“Klien kami (Azeglio) yang ditahan sejak 23 Desember 2017 lalu, sudah divonis pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan penjara. Majelis juga membebankan biaya perkara Rp 2 ribu,” kata kuasa hukum terdakwa, Azeglio, Sugeng Subagio, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Sedangkan JPU Kejari Kota Semarang, Sutardi mengungkapkan bahwa terdakwa Azeglo diamankan bersama Stefanie Karsodihardjo (penuntutannya dilakukan secara terpisah) pada 21 Nopember 2017 di Kamar Kost nomor 16 Lantai 2, yang ada di Jalan Mugas nomor 779, Mugasari, Semarang Selatan.

Terbukanya perkara tersebut bermula pada Juli 2017, saat kliennya memesan serbuk Synthetic Cannabinoid sebanyak 100 gram secara online melalui website lsrresearchchem.com dengan harga 520 dollar atau sekitar Rp 7 juta dari China. Kliennya dan Stefanie Karsodihardjo sepakat mengenai alamat dan nama penerimanya di kos-kosan Jalan Yudistira 9 Pendirikan Kidul, Semarang.

Setelah paket diterima Stefanie, langsung diserahkan kepada kliennya. Dan kliennya memberikan imbalan kepada Stefanie sebesar Rp 5 juta. Begitu, paket 100 gram serbuk Synthetic Cannabinoid tersebut diterima oleh kliennya dengan dicampur etanol yang dimasukkan ke dalam satu dandang besar. Lalu diaduk merata dan dimasukkan tembakau sebanyak 1 kilogram hingga terendam ke dalam cairan campuran tersebut.

JPU menyebutkan, setelah tembakau terendam bagian atas, lalu dibalik di bagian bawah supaya basahnya merata, kemudian diangin-anginkan dengan menggunakan kipas angin sampai kering. Hasilnya, tembakau sintetis kurang lebih 1 kilogram dibagi menjadi 200 sachet. Sebanyak 100 sachet dijual kepada teman-teman kliennya, sedangkan 100 sachet dijual kepada seseorang yang bernama Randy (belum tertangkap) dan dari hasil penjualan tersebut terdakwa memperoleh keuntungan Rp 13 juta. (jks/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -