33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Koyor Sambal Goreng Paling Nendang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Bila ke Salatiga tidak mampir ke Gudeg Koyor Miroso Hajjah Sukini belumlah lengkap. Di Salatiga dan sekitarnya, kuliner yang berlokasi di sekitar Pasar Rejosari (Pasar Sapi), sudah tidak asing lagi. Gudeg koyor yang menyajikan gudeg dengan citarasa berbeda ini, buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00.

Rahasianya apa? Ternyata gudeg tersebut dari buah gori (nangka muda) pilihan dengan resep yang sudah turun temurun. Sedangkan opor ayam kampung dijadikan menu pengiring gudeg. “Dari awal berdiri hingga sekarang, kami memilih bahan baku yang terbaik,” ujar Sulistiyani, 44, puteri Hj Sukini.

Sulistiyani menambahkan, selain opor sebagai menu gudeg, juga ada pilihan yaitu tahu dan telur. Semua tinggal pilih sesuai selera. Sebagai andalan menu Gudeg Hj Sukini adalah daging koyornya yang ada di masakan sambal goreng.

Perlu diketahui, meski di sambal goreng itu juga sudah ada krecek (kulit sapi), namun yang spesial dan menjadi pembeda dari menu gudeg seperti di Jogja, Solo maupun daerah lain, adalah daging koyornya. Koyor merupakan daging muda yang kenyal dan kaya lemak. “Memang banyak pelanggan dari luar kota. Sebelum mampir, harus tanya dulu apakah koyornya masih. Kalau masih, bisa langsung pesan dulu,” imbuh Sulistiyani ibu dua anak ini.

Mbak Lis, sapaan akrab Sulistyani- rata-rata tiap hari ia menghabiskan daging koyor antara 25 kg hingga 30 kg dan. Saat ini, sudah ada langganan yang memasok daging. “Demikian pula dengan ayam kampung, rata-rata sekitar 25 ekor,” imbuhnya.

Terkait resep, Mbak Lis mengaku sudah turun temurun sehingga tinggal meneruskan dari ibunya. “Terpenting, untuk memasak gudeg dan sayur lain, seperti opor dan sambal goreng, setelah masak memang tidak langsung disajikan. Sebab, bila langsung disajikan, rasanya kurang nendang. Harus dibiarkan selama satu hari agar bumbunya merasuk ke bahan, baik itu gudeg, daging ayam, tahu maupun koyornya,” kata Mbak Lis mengungkap rahasia dapurnya.

Dalam menjalankan usahanya ini, Mbak Lis dibantu oleh delapan orang karyawan yang masing-masing punya tugas dan peran. Mulai dari belanja, membantu memasak, bersih-bersih dan membantu jualan di warung makan. Biar pelanggan puas, ia menekankan kepada para karyawannya untuk selalu melayani dengan cepat dan ramah. (sas/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Waspadai Siklon Tropis Cempaka

SEMARANG - Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Semarang menyampaikan peringatan dini adanya siklon tropis Cempaka di wilayah Jawa Tengah dan DIJ dalam tiga...

Pakai Suplemen Organik, Stok Ayam Berkurang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Harga daging ayam terus dipantau oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kendati sempat turun pada harga Rp 36.400/kg, ternyata harga tersebut hanya bertahan seminggu....

Jempol Misterius di Makam Ulama

KEBUMEN—Sepotong jempol tangan manusia sebelah kanan ditemukan di kawasan makam ulama Syekh Baribin di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Polisi masih menyelidiki pemilik...

Bisa Tahan 2 Minggu, tanpa Mengurangi Kualitas Rasa

Tak dimungkiri, akulturasi Tionghoa dan Jawa sedemikian lekat di daratan Pulau Jawa. Termasuk di Kota Semarang. Bukan hanya kesenian dan kebudayaan, tapi juga kuliner...

Salatiga Raih Predikat WTP  

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Kota Salatiga kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah berkait penyampaian laporan hasil pemeriksaan...

Dies Natalis Dihadiri Menaker Hanif  Dhakiri

SEMARANG - Puncak Dies Natalis Ke-47 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, akan digelar Kamis (6/4) hari ini dalam Sidang Senat Terbuka di Aula...