Kompetensi Dokter Harus Ditingkatkan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kompetensi dokter perlu ditingkatkan. Utamanya dalam menghadapi Masyarkat Ekonomi Asean (MEA) yang akan ada mobilisasi dokter di negara-negara ASEAN.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis SpOG mengatakan bahwa dalam MEA, seorang dokter bisa bekerja dan masuk ke negara lain jika memiliki kompetensi yang baik.

”Sehingga, tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan kualitas dokter agar mampu bersaing dengan dokter-dokter asing,” jelasnya saat berkunjung ke Semarang beberapa waktu lalu.

Peningkatan kompetensi dokter, juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan kedoteran di Indonesia. Tentu, juga harus ada peningkatan standar kompetensi dari yang sebelumnya nasional menjadi tingkat ASEAN.

”Agar setara dengan negara-negara lain. Sehingga, bagaimana untuk meningkatkan pendidikan di jawa Tengah, itu menjadi tugas kita bersama-sama,” ujarnya.

Ia menilai, saat ini pendidikan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Seperti Singapura Malaysia, Muangthai. Pendidikan di sini, lanjutnya, masih tertinggal dalam hal teknologi. Sehingga untuk mengejar ketertinggalan itu, kata dia, harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah dengan profesi.

Dr Djoko Handojo SpB SpB(K)Onk, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah menambahkan, mau tidak mau dokter akan menghadapi MEA dan globalisasi. Hal ini berarti, tidak ada sekat lagi bagi dokter-dokter di negara ASEAN.

”Kita tahu bagaimana di luar negeri sudah hebat. Kita juga pengen hebat tentunya. Tapi untuk bisa hebat kita butuh infrastuktur untuk pendidikan. Ini yang menjadi persoalan,” ujarnya.

Di tahun 2025, ia katakan, tenaga dari luar negeri akan masuk tanpa bisa dibendung. Tanpa kompetensi dan kualifikasi yang mumpuni, maka dokter dari luar akan masuk dengan sangat mudah.  ”Seperti ini tidak hanya menjadi tanggung jawab profesi saja. Bersama pemerintah, kita harus berjalan bersama sama,” tandasnya. (sga/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -