33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Alumnus UPGRIS Dijerat Pasal Berlapis

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Alumnus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Windu Purbowo bin Purwadi, 30, dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dengan pasal berlapis atas kasus dugaan penipuan dengan modus korban dijadikan pegawai negeri sipil (PNS). Kasus tersebut sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

“Kami akan mengajukan pembelaan secara maksimal,” kata Windu Purbowo melalui kuasa hukumnya, Hermansyah Bakri, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain Windu, dalam kasus tersebut menyeret Maria Sri Endang Tridadi, 59, warga Sendangmulyo, Tembalang, sebagai pelaku utama dan R Herry Sucipto, 59, yang mengaku pensiunan Polda Jateng, warga Sukabumi, Jabar. Advokat yang akrab disapa Dio itu menilai, penetapan tersangka kepada kliennya kurang tepat, karena kliennya merupakan korban bukan pelaku.

“Keluarga besar klien kami dijanjikan oleh Maria Sri, masuk CPNS. Totalnya, sebanyak 4 orang. Adapun yang menghubungkan oknum pensiunan Polda Jateng bernama Herry Sucipto,” tandasnya.

Dari keempat korban itu, lanjut Dio, kepada Endang korban menyetorkan uang sebesar Rp 1,3 miliar, yang masing-masing setiap orang sekitar Rp 350 juta. Para korban semakin percaya, karena dikenalkan oknum polisi. Maka ibunda Windu bernama Yuli Heriyani merasa yakin dan nekat menjual rumah untuk memenuhi uang tersebut.

“Belakangan Windu hanya diminta bekerja di rumah Maria. Kemudian diminta menjadi sopir dan mengantarkan SK CPNS kepada korban-korban lain, yang sudah dijanjikan Maria sendiri. Lambat laun baru terungkap, ternyata SK itu bodong,” ungkapnya.

Dalam dakwaannya, JPU Kejari Kota Semarang, Yustiawati menjerat Windu Purbowo dengan pidana dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 56 ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dikatakan JPU, terdakwa telah memberikan bantuan kepada saksi Maria Sri Endang Tridadi (dilakukan penuntutan secara terpisah), yang semuanya berawal pada 2012 ketika saksi Siswanto diundang oleh almarhum Sumarsono di ruang kerja di Polres Boyolali, yang bercerita tentang kondisi keluarganya, terutama anak-anaknya yang belum bekerja.

Terdakwa sendiri membantu Maria Sri untuk mengantarkan para korban ke Jakarta dengan menyerahkan tiket kereta api dari stasiun Tawang Semarang menuju stasiun Gambir Jakarta. Sesampainya di Jakarta terdakwa juga mendampingi para korban ketika menginap di Hotel Menteng untuk pengarahan dan Diklat, namun kenyataannya di Jakarta tidak ada kegiatan apa-apa. Selanjutnya para korban disuruh mengisi daftar riwayat hidup dan keesokan harinya para korban dikembalikan ke Semarang untuk menunggu SK asli. Namun semua itu hanyalah tipu muslihat dari saksi Maria Sri Endang Tridadi dan Windu Purbowo saja. (jks/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lumpuh, Tak Surutkan Semangat Wahyudi Mengajar

Tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan. Seiring dengan perkembangan zaman, penyebutan seseorang sebagai pahlawan pun mengalami pembaruan. Pahlawan masa kini bukan lagi mereka yang...

Harga Terjangkau

RADARSEMARANG.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang menggelar pasar murah di Alun-alun Kota Magelang, Selasa (5/6) hingga hari ini (6/6). Kegiatan ini...

Segera Gelar Kaderisasi

DEMAK- Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah telah melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Mranggen periode 2017-2019 di Kantor...

Cashless Generation

RADARSEMARANG.COM - WELCOME to the digital era! Kini segala aspek kehidupan memanfaatkan perkembangan teknologi. Nggak terkecuali jual beli. Keberadaan uang fisik yang sejak dulu...

Masalah Pelik Sampah Elektronik

RADARSEMARANG.COM - LIHAT berbagai data dan angka di atas cukup bikin kamu terkejut nggak? Yep, selama ini perhatian kita tercurah buat mengatasi masalah sampah...

Genjot PAD di Kebun Benih Payaman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng berharap Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Payaman, Kabupaten Magelang tahun ini bisa memberi pemasukan setelah 2 tahun...