33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

SKG Tumbuhkan Inspirasi Hidup Sehat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – TUJUAN pembelajaran bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan saja, namun lebih utama adanya perubahan tingkah laku yang baik atau penerapan ilmu ke dalam kehidupan sesungguhnya. Ilmu gizi pada program keahlian tata boga masih dianggap sebagai pengetahuan yang dihafal saja dan sekadar memenuhi pemenuhan standar nilai. Guru belum maksimal dalam memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh.  Padahal sebagai siswa SMK kelas X mereka termasuk dalam kategori remaja, dimana permasalahan gizi yang dihadapi para remaja cukup serius dan perlu pemahaman pentingnya status gizi yang baik.

Dewasa ini para remaja lebih menyukai makanan cepat saji yang kurang memiliki kandungan gizi yang lengkap, kadar gula dan kolesterol tinggi. Banyaknya remaja yang memiliki status gizi kurang maupun status gizi yang lebih. Kurangnya konsumsi buah, sayur dan air putih di kalangan remaja. Kebiasaan olahraga dan penerapan perilaku hidup sehat juga kurang diperhatikan oleh para remaja. Di sinilah peran guru untuk memotivasi dan mendorong siswa untuk penerapan Ilmu gizi pada para siswa. Para siswa perlu ditanamkan pentingnya kesehatan, atau sering disebut status gizi. Apabila tubuh berada dalam tingkat kesehatan optimum, maka  tubuh terbebas dari penyakit dan mempunyai daya tahan yang setinggi-tingginya. Dengan status gizi yang baik maka produktifitas akan meningkat. Remaja awal masih membutuhkan gizi sebagai unsure pembangun atau pertumbuhan bagi perkembangan otak maupun fisiknya.

Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dan penerapan ilmu gizi kepada para siswa melalui pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakannya. Guru dapat memperkaya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial para siswa. Salah satu cara yang dapat ditempuh guru adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang membuat siswa mampu memecahkan masalah secara alamiah.

Model pembelajaran  yang sesuai ilmu gizi adalah metode Studi Kasus Gizi (SKG). SKG dapat dilakukan dengan tahap-tahap yang disusun atau diskenario oleh guru demi suksesnya metode ini.  SKG melalui langkah-langkah awal yakni merumuskan masalah, dalam hal ini guru memberikan permasalahan gizi pada diri siswa, teman sebaya dan masyarakat sekitarnya.

Dalam studi kasus dapat disusun pertanyaan-pertanyaan atau permasalahan gizi diri sendiri, teman sebaya atau permasalahan pada masyarakat sekitar. Berbagai hal yang melatarbelakangi masalah gizi yang muncul, kebiasaan-kebiasaan makan sehari-hari, komponen apa saja yang dikonsumsi, pola hidup sehari-hari dan lainnya. Dalam mengidentifikasi guru memberikan bimbingan kemudian dikembangkan oleh para siswa oleh siswa bersama dengan kelompok diskusinya.

Setelah teridentifikasi para siswa melakukan analisis masalah-masalah yang telah ditemukan. Dalam menganalisis juga dilakukan secara kelompok dengan membahas klarifikasi masalah, saling bertukar pikiran dalam menentukan hal-hal yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah gizi. Setelah tahap analisis, langkah selanjutnya siswa merumuskan hipotesis, hipotesis berdasar hasilkajian kelompok diskusi dan menajamkan hipotesis sebagai alternatif pilihan solusi. Setelah merumuskan hipotesis para siswa perlu mencari sumber informasi lain yang dilakukan mandiri baik melalui buku paket  berbagai alternatif pemecahan sampai pada akhirnya siswa dapat menghasilan rekomendasi.

Melalui SKG yang dilakukan, siswa benar-benar memahami dan terpacu untuk menerapkan pengetahuan gizi yang diperoleh. Hal ini disebabkan siswa dilibatkan dalam kegiatan pemecahan masalah secara konkrit yang akhirnya menghasilkan suatu rekomendasi sebagai solusi yang mereka hasilkan. (igi2/aro)

Guru Tata Boga SMK Negeri 1 Salatiga

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ingatkan Jangan Korupsi

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Sekda Kendal Mohammad Toha mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di Kendal untuk berhati-hati dalam menjalan tugas dan wewenang. Yakni dengan memahami aturan dan...

Mountain Running Berskala Internasional

KAJEN- Event Petungkriyono Trail Run 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Minggu (5/11) kemarin, berjalan sukses. Petungkriyono Trail...

Rustri Berkomunikasi Intensif dengan Parpol

SEMARANG- Mantan Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, belum yakin betul menentukan langkah dalam bursa Pilgub Jateng 2018 mendatang. Meski sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik...

Praktik Sesorah Tingkatkan Efikasi Diri

SESORAH atau pidato, yakni menyampaikan gagasan (ide), informasi dengan lisan di hadapan orang banyak. Sesorah biasanya digunakan pada acara-acara formal. Menurut kegunaannya, sesorah dibagi...

Progres Pasar Klitikan Baru 21 Persen

SEMARANG- Penyediaan tempat relokasi untuk ribuan pedagang kaki lima (PKL) bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dinilai lamban. Pasalnya, pembangunan Pasar Klitikan Penggaron yang sedianya...

Kebanyakan yang Beli Ibu-Ibu Muda

Penjualan alat dan obat untuk meningkatkan gairah seks ataupun kejantanan kini marak di Kota Semarang. Mereka menawarkan produk yang sebagian besar barang impor tersebut....