Oleh: Krisnuraini SPd
Oleh: Krisnuraini SPd

RADARSEMARANG.COM – DI jenjang SMP, mata pelajaran  IPS adalah IPS terpadu, tidak seperti di jenjang pendidikan atas yang mana IPS merupakan mono disiplin ilmu. Kandungan materi IPS sarat isi, beberapa konsep yang ada di dalamnya bersifat abstrak.  Dalam proses pembelajaran sehari-hari guru berhadapan dengan siswa yang hiterogen tingkat kecerdasannya. Bagi anak yang ber intelegensi tinggi sangat mudah menerima penjelasan konsep pengetahuan abstrak secara lisan saja. Tetapi tidak demikian bagi siswa yang slow leaner.  Untuk menangkap suatu konsep pengetahuan  abstrak  anak slow leaner tidak bisa cepat, sehingga penyajian materi perlu dalam bentuk  kontekstual sehingga mudah memahaminya. Kesulitan siswa menerima materi yang abstrak ini merupakan suatu permasalahan urgen bagi  guru dan memerlukan tindak lanjut. Karena bila dibiarkan begitu saja akan memunculkan masalah yang lebih parah, yaitu hasil belajar siswa senantiasa jauh dari harapan atau rendah.

Mutu hasil belajar siswa sangat ditentukan pada kualitas proses pembelajaran yang dialami sendiri oleh siswa atau yang biasa disebut dengan pengalaman belajar.Faktor yang mempengaruhinya dapat bersifat intern dan ekstern. Faktor ekstern antara lain dapat berupa tepat tidaknya penggunaan   media pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan informasi materi ajar . Terkait dengan hal ini, pemanfaatan media berbasis IT dalam proses pembelajaran IPS merupakan hal yang sangat penting sebagai media intruksional. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seorang guru dituntut untuk senantiasa aktif, kreatif dalam mendesain pembelajaran di kelas dengan menggunakan PC/Lab Top, Proyektor, LCD. Salah satu media yang dapat dibuat dan digunakan guru dalam pembelajaran  IPS adalah power point.

Konsep pengetahuan IPS yang abstrak dan urgen ada yang contoh kontekstualnya tidak memungkinkan dibawa ke kelas. Misalnya, materi peninggalan Hindu –Budha, di bidang arsitektur contohnya Candi Prambanan, dan Candi Borobudur. Sangat tidak mungkin bagi guru mengangkat candi sebenarnya ke kelas sebagai alat bantu mengajar. Selama ini bentuk kedua candi tersebut hanya diperlihatkan ke siswa melalui gambar yang ada di buku. Tetapi melalui power point siswa berkesempatan belajar, memahami konsep  melalui pengalaman sendiri, yakni melihat kontekstual bangunan candi yang berdiri megah;  sedangkan lokasi yang relatif jauh tapi dapat dilihat secara dekat.

Contoh lain peristiwa bencana alam tsunami. Bila peristiwa terjadinya tsunami ini disampaikan secara lisan saja Insya’Allah siswa tidak akan paham bagaimana kodisi ombak yang tingginya melebihi atap rumah, bagaimana derasnya air mengalir menyerang manusia dan merusak sarana prasarana, dan lain sebagainya. Untuk memperjelas pemahaman siswa mengenai peristiwa alam semacam ini bisa disajikan video tsunami yang di-insert ke power point. Apakah media power point penting bagi guru atau siswa dalam pembelajaran IPS?

Bagi guru IPS khususnya,  power point sangat menguntungkan dan penting.  Sebab, materi IPS yang sarat isi dapat dbuat ringkas karena di power point materi ajar hanya dimuat point-point-nya saja dan dapat disave di CD/flashdisk, sehingga bisa digunakan berulang-ulang. Penyampaian materi IPS berbantukan power point memfasilitasi kemudahan guru untuk lebih kontekstual dalam menyajikan contoh-contoh fenomena alam, benda bersejarah, museum bersejarah, lokasi yang sangat jauh bisa dilihat secara dekat sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep pengetahuan yang bersifat abstrak. .Sedangkan bagi siswa pembelajaran IPS berbantukan media power point sangat menarik karena  dalamnya ada beberapa item yang tersedia seperti  shape, color, animation effect (teks  gambar /foto),  video player, statistic, desain back ground, sehingga memotivasi siswa mengikuti pembelajaran IPS tanpa ada rasa keterpaksaan.

Belajar dengan power point, siswa slow leaner dalam proses pembelajaran akan lebih paham tentang kontekstual konsep pengetahuan. Selanjutnya berdampak terjadinya perubahan hasil belajar semakin meningkat. (igi2/aro)

Guru SMP Negeri  7 Salatiga