Metode Eksperimen di Mapel IPA

spot_img

RADARSEMARANG.COM – IPA merupakan mapel yang berhubungan dengan kejadian dialam dan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan makhluk hidup. Untuk itu, banyak pendapat yang miring tentang IPA adalah mata pelajaran yang sulit dan rumit. Para siswa di sekolah menengah ke atas banyak yang mengeluhkan bahwa IPA itu sulit karena banyak hitungannya, banyak rumus khususnya Fisika, dan banyak hafalan khususnya Biologi.

Untuk mengatasi kesulitan dan keluhan dari para siswa, guru dituntut untuk memilih strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah menguasai teknik-teknik penyajian atau metode mengajar.

Pengajaran IPA adalah pengajaran yang tidak menuntut hafalan, tetapi pengajaran yang banyak memberikan latihan untuk mengembangkan cara berpikir yang sehat dan masuk akal berdasarkan kaidah-kaidah IPA. Guru hendaknya menciptakan pembelajaran yang mengacu ke arah pemecahan masalah aktual yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Agar proses belajar mengajar dapat menciptakan suasana yang dapat menjadikan siswa sebagai subjek belajar yang berkembang secara dinamis kearah positif. Maka diperlukan pemilihan metode yang tepat, berbagai metode yang dapat digunakan dalam pengajaran IPA salah satu metode yang sesuai dan dapat menunjang keterampilan proses adalah metode eksperimen .

Baca juga:   Pembelajaran IPA Materi Cahaya dan Sifatnya melalui Metode Eksperimen

Menurut Joseph Mbulu, 2001:58, metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana siswa melakukan eksperimen (percobaan) dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen, siswa diberi pengalaman untuk mengalami sendiri tentang suatu objek, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan tentang suatu objek keadaan. Dengan demikian siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari suatu kebenaran, mencari suatu data baru yang diperlukannya, mengolah sendiri, membuktikan suatu dalil atau hukum dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu.

Dengan pembelajaran  metode eksperimen memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan konsep sendiri melalui observasi dengan daya nalar, daya pikir dan kreativitas. Penggunaan metode eksperimen dapat mengembangkan berbagai kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor melalui kegiatan-kegiatan:  a)Mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan  b) Berusaha mencari dasar teori yang relevan  c) Mengamati percobaan d) Menganalisis dan menyajikan data e) Menyimpulkan hasil percobaan f) Mengkomunikasikan hasil percobaan (membuat laporan ).

Agar pelaksanaan metode eksperimen dapat berjalan lancar maka: (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yanga akan dilaksanakan murid (2) Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu (4) Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid (5) Guru membicarakan masalah yanga akan yang akan dijadikan eksperimen (6) Membagi kertas kerja kepada murid (7) Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru.

Baca juga:   Belajar Materi Getaran dengan Metode Eksperimen Media Bandul Sederhana

Setelah kegiatan selesai guru mengumpulkan laporan hasil eksperimen kerja siswa, mendiskusikan permasalahan yang ada ketika eksperimen berlangsung, memeriksa peralatan yang digunakan, membersihkan dan menyimpannya kembali di tempat semula. Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa dalam pemahaman konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mengutarakan secara lisan, tulisan, maupun aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan dengan pembelajaran metode eksperimen pemahaman konsep suatu materi siswa lebih paham. Suasana  kegiatan belajar lebih menarik. Kejenuhan  dan kemalasan siswa berkurang sehingga diharapkan hasil ulangan siswa akan lebik baik. (igi2/aro)

Guru IPA SMP Negeri 10 Salatiga

Author

Populer

Lainnya