33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Kesadaran Pengusaha Meningkat, Jadikan Pekerja Peserta BPJS-K

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tingkat kesadaran pengusaha atau pemberi kerja di Jateng-DIJ semakin meningkat. Kendati baru 30 persen angkatan kerja yang aktif dan non aktif yang menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Masih ada 70 persen angkatan kerja di Jateng-DIJ yang belum ter-cover BPJS Ketenagakerjaan. Kami akan terus meningkatkan kepesertaan angkatan kerja di Jateng,” kata Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Moch Triyono di Semarang.

Menurutnya, hingga April 2018 jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tercatat tumbuh 58,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Pada April 2017, jumlah pemberi kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan 4.390 menjadi hampir 7.000 di April 2018.

Menurut Triyono, Program BPJS Ketenagakerjaan lebih memudahkan pengusaha ketika karyawannya mengalami kecelakaan kerja. Bahkan, tak perlu repot mengurangi anggaran/modal kerjanya. “Dengan program BPJS Ketenagakerjaan, pengusaha bisa fokus pada tiga hal yakni produk, produksi, dan marketing, sementara karyawan dilindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Terkait pencapaian target kepesertaan 2018 sektor pemberi kerja (pengusaha) sebanyak 19.315, kata Triyono, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan meningkatkan pelayanan kepada peserta.

Selain itu, jelasnya, Program BPJS Ketenagakerjaan tidak sekadar sebagai jaring pengaman sosial (JPS) tetapi juga menjadi salah satu pengaman bagi perusahaan dan keluarga karyawan/pegawai agar tidak ada warga miskin baru karena kehilangan penghasilan akibat risiko kecelakaan kerja.

Hingga April 2018 jumlah kepesertaan aktif program BPJS Ketenagakerjaan untuk penerima upah sebanyak 1.741.471 atau tumbuh 15,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1.510.060; sementara bukan penerima upah tumbuh 112,57 persen dengan realisasi Apri 2018 sebesar 222,609 (April 2017 sebesar 104,722); dan jasa konstruksi tumbuh 35 persen (April 2018 sebanyak 902,3000 sedangkan April 2017 sebanyak 667,794).

Untuk jumlah klaim yang sudah dibayarkan, tambah Moch Triyono, BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY hingga April 2018 sebanyak 99.483 kasus dengan nominal lebih dari Rp700 miliar.

Program jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi kebutuhan pekerja dalam menjalankan aktivitasnya, karena dengan iuran bulanan Rp16.800, asumsi upah Rp1juta, peserta informal mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan dua program dasar layak yaitu JKK dan JKM dengan manfaat bila peserta mengalami musibah kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dan perawatan di tanggung sesuai kebutuhan medis dan bila meninggal dunia biasa mendapatkan Rp24 juta.

Program jaminan sosial ketenagakerjaan ada empat program yaitu Jaminan Kecelakaaan Kerja (JKK) termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). (ida)

Berita sebelumyaPercantik Ikon Sejarah
Berita berikutnyaDollar Naik, Margin Turun

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...