33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Aplikasi Cooperative Learning dan e-Learning dalam Pembelajaran IPS SMP

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM – KEMAJUAN dunia pendidikan saat ini jika tidak diikuti dengan kesiapan mental dan spiritual, maka akan berdampak negatif kepada generasi muda khususnya para anak didik pada tingkat pendidikan dasar yang sedang dalam proses mencari jati diri dan membentuk karakter. Banyaknya ketersediaaan tempat dan fasilitas untuk mengakses internet, tempat-tempat hiburan, mal-mal, lembaga pendidikan maupun fasilitas instan lainnya  membuat anak didik enggan untuk berada dirumah dan membaca buku pelajaran setelah sekolah usai.

Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan salah satu disiplin ilmu yang berkenaan dengan fenomena dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yan menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Dalam kenyataannya setiap perilaku manusia dalam hubungannya dengan manusia lain maupun  hubungannya dengan alam menjadi salah satu kajian dalam pembelajaran IPS.

Berawal dari kesulitan penulis dalam menyampaikan materi IPS agar dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik dan keprihatinan akan dampak negatif penggunaan internet yang salah, maka penulis mencoba mencari model pembelajaran yang paling sesuai  dengan memanfaatkan media internet.

Pendekatan pembelajaran modifikasi CTL mensyaratkan agar peserta didik belajar dari lingkungan nyata atau membawa lingkungan sekitar ke dalam kelas sehingga peserta didik dengan kemampuannya sendiri akan mampu membangun konsep, pemahaman dan pengetahuan yang dapat mereka manfaatkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Selama ini secara umum permasalahan yang timbul dalam dunia pendidikan antara lain adalah banyak peserta didik mampu  menyajikan tingkat  hapalan  yang  baik terhadap  materi ajar yang  diterimanya, tetapi pada kenyataannya mereka tidak memahaminya, sebagian besar dari peserta didik tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan, dan peserta didik memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.

Permasalahannya adalah bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari peserta didik, sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkaitkannya dengan kehidupan nyata, sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?

Corperative learning yang merupakan salah satu model pembelajaran dari pendekatan CTL mungkin bisa menjadi solusi atas permasalahan di atas. Hal ini sudah penulis lakukan dan berdampak positif terhadap peningkatan  kemajuan belajar dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Pada model pembelajaran ini guru melakukan langkah-langkah enam fase. Pertama,  menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai. Kedua, menyajikan informasi kepada peserta didik dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Ketiga, menjelaskan kepada peserta didik bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Keempat, membimbing kelompok belajar. Kelima, mengevaluasi hasil belajar dan meminta kelompok untuk  mempresentasikan hasil kerja. Keenam, memberikan penghargaan  baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Sedangkan peserta didik akan melaksanakan tugas diskusi dengan kelompok belajarnya, sehingga mereka akan melalui pengalaman belajar paling tidak lima dari tujuh komponen CTL, yaitu konstruktivisme (membangun pemahaman diri), Inquiry (menemukan), Questioning (bertanya), Learning Community (masyarakat belajar), Modeling (pemodelan), Reflection (refleksi), dan  Authentic Assessment (Penilaian yang sebenarnya). Ketika peserta didik diberi kesempatan untuk belajar bersama kelompoknya dengan mengakses materi melalui internet dan guru benar-benar melaksanakan enam fase langkah pembelajaran secara runtut, ternyata proses dan hasil belajar yang mereka presentasikan sungguh luar biasa.  Peran guru sebagai motivator dan fasilitator ternyata mampu mendorong peserta didik untuk melaksanakan diskusi dengan sungguh-sungguh dan berusaha menguasai materi yang akan dipresentasikan tanpa menggunakan teks bacaan seperti yang mereka lakukan sebelumnya.

Peserta didik mampu menampilkan informasi-informasi terkini yang mereka peroleh dari browsing internet maupun dari sumber lain, bahkan dengan motivasi yang diberikan guru mereka mampu melakukan presentasi secara atraktif dan interaktif dengan melakukan pemodelan sehingga kelompok lain yang menyaksikan menjadi tertarik  dan ikut berpartisipasi secara aktif. Pada akhir pembelajaran guru memberikan lembar kerja untuk diisi peserta didik dan hasilnya nilai yang diperoleh peserta didik 100 persen tuntas, bahkan rata-rata mereka mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 80 ke atas.  (igi2/aro)

Guru IPS SMP Negeri 1 Salatiga

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Transportasi Perdesaan yang Dilupakan

PENGERTIAN perdesaan dalam arti yang luas. Mengingat kondisi geografi Indonesia yang beragam, untuk mendefinisikan transportasi perdesaan tidak terbatas darat. Karena itu, angkutan perdesaan sangat...

Bekas Pasar Darurat akan Dibeli Pemkab

“Untuk keperluan membeli lahan bekas pasar darurat, lantas dialokasikan anggaran di APBD 2018 senilai kurang lebih Rp 8,27 miliar.”  Slamet Eko Wantoro Sekretaris Badan Anggaran DPRD Temanggung TEMANGGUNG...

6.500 Mahasiswa Unnes Pelatihan Bela Negara

SEMARANG-Sebanyak 6.500 mahasiswa baru 2017 Universitas Negeri Semarang (Unnes), siap mengikuti Pelatihan Bela Negara selama tiga hari di Kompleks Rindam IV Diponegoro, Magelang. Mereka...

Ombudsman Minta Disdik Buka Akses Pengaduan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Karut marut input data dalam pengumuman perekrutan pegawai Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, membuat  tim...

Jelang Buka Luhur, Peziarah Sunah Kudus Makin Banyak

RADARSEMARANG.COM, Jelang uka luwur 10 Syuro peziarah di makam Sunan Kudus semakin ramai. Bahkan, dini hari tadi pun paseban area makam tidak sepi pengunjung....

Siapkan 16 BRT Khusus Pelajar

SEMARANG- Pemkot Semarang saat ini sedang berusaha keras mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan. Salah satunya membut jalan menjadi jalur satu...