33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Dokter Spesialis Tetap Jaga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selama liburan Lebaran 2018, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dipastikan tetap melakukan pelayanan full selama 24 jam setiap harinya. Tidak ada kualitas pelayanan kesehatan yang berkurang, termasuk dokter spesialis tetap diatur piket jaga selama liburan Lebaran.

Sehingga pasien-pasien yang dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut bisa dilayani setiap saat. “Layanan cuti bersama kami tetap melayani secara optimal. Yang libur hanya layanan rawat jalan mulai tanggal 13 Juni 2018. Kami meyakinkan pelayanan tetap maksimal, karena teman-teman dokter sudah saling kolaborasi,” kata Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, dr Susi Herawati, kemarin.

Dia memastikan tidak ada pasien rawat inap yang tidak dikunjungi oleh dokter spesialis.  “Jadi, layanan yang libur adalah layanan rawat jalan saja. Sedangkan IGD, Radiologi, Laboratorium, dan lain-lain tetap memberikan pelayanan. Kunjungan dokter ke pasien juga dilakukan oleh dokter spesialis,” terangnya.

Meski libur dan menata jadwal piket, Susi menjamin tidak ada pelayanan yang kurang dari hari biasanya. “Hanya mungkin kami ada yang ‘nitip’ pasien. Tapi penitipan dilakukan secara setara. Misalnya dokter saraf ya nitip kepada dokter saraf, tidak dengan dokter umum,” ujarnya.

Sehingga kualitas mutu pelayanan kepada masyarakat tetap terjamin. IGD kami terbuka 24 jam seperti biasa. “Dokter jaga tidak ada perubahan, karena jumlah dokter kami cukup memadai. Ada 23 dokter, bisa shift seperti biasanya,” katanya.

Pihaknya telah menandatangani kesepakatan dokter spesialis jaga. Memang, dokter spesialis ada yang libur, tapi sudah diatur jadwal jaga. Misalnya dokter bedah sudah ada penanggungjawabnya, dokter penyakit dalam, dokter kandungan, dokter anak, dokter saraf, dokter rehab, dan lain-lain. “Kalau dokter spesialis jantung hanya satu, jadi standby setiap saat. Manajemen pun ada jaga, penanggungjawab selama Lebaran,” tegasnya.

Kemudian teman-teman supervisi sudah dibagi dua shift siang dan malam. Sehingga apabila layanan puskesmas melayani 24 jam selama liburan Lebaran, maka RSUD siap melayani setiap rujukan. “Kami jaganya sudah tertata. Pelayanan kami tidak ada hambatan maupun kendala,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengimbau agar RSUD  melakukan berbagai kesiapan, termasuk menjamin ketersediaan obat maupun juga tenaga medis untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Misalnya orang sakit akibat kecelakaan selama arus mudik lebaran di wilayah Kota Semarang.
“Selain itu harus menyiapkan obat-obatan dalam jumlah memadai. Saya berharap dokter jaga juga ditambah. Semua itu dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya pasien yang sakit menjelang maupun hari raya yang biasanya didominasi korban kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Selain itu, pasca Lebaran, lanjut Joko, biasanya banyak warga sakit dan dirawat di rumah sakit karena mengalami berbagai penyakit yang dikarenakan pola dan kualitas makanan. “Rumah sakit harus mengantisipasi itu, pelayanan masyarakat tidak boleh berkurang,” katanya. (amu/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jangan Munculkan Kader Karbitan

TEMANGGUNG - Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018, pimpinan partai politik (parpol) di Temanggung diminta lebih jeli dalam menampilkan sosok atau tokoh yang diusung....

Warga Barukan Persoalkan Penutupan Irigasi

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Sejumlah warga RW 01 Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang kembali melayangkan protes ke sejumlah pihak terkait penutupan saluran irigasi di...

Tak Capai Target, Layanan Ditambah

SEMARANG - Sepanjang 2017 ini, inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) test untuk mendeteksi kanker mulut rahim sejak dini, masih terus digenjot Tim Penggerak...

2018 Imlek Celebration

RADARSEMARANG.COM - KLENTENG Sam Poo Kong menggelar 2018 Imlek Celebration, Jumat – Minggu (16-18/2) pukul 09.00 – 21.00 di Kleteng Sam Poo Kong Semarang....

21 Rumah Kebanjiran, 4 Rumah Porak Poranda

KENDAL—Sebanyak 350 warga Dukuh Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo yang terdampak banjir tinggal di pengungsian. Sebagian lainnya tinggal di rumah-rumah sanak famili dan Masjid...

Bapak dan Anak Aniaya Satu Keluarga

KENDAL—Bapak dan anak kompak melakukan aksi penganiayaan terhadap satu keluarga, menggunakan senjata tajam. Tindakan tersebut dipicu sakit hati karena ditegur. Akibatnya, tiga orang mengalami luka...