33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Tradisi Mudik Bersama Idul Fitri

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – MUDIK, istilah dan fenomena paling ngehit saat ini, terutama hari-hari jelang Lebaran. Di mana-mana memperbincang tradisi adiluhung bangsa ini. Mulai dari pekerja kasar, para pejabat, artis, karyawan, pedagang juga mahasiswa mencurahkan segala kemampuannya untuk bisa mudik ke kampung halaman. Mereka tidak lagi mempersoalkan besaran harga tiket pesawat, kereta, bus atau transportasi umum lainnya. Mereka juga tidak mengeluhkan kemacetan dan berjejalnya kendaraan di jalan raya, yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana bisa pulang kampung bertemu dengan orangtua, sanak saudara dan handai taulan yang lama telah ditinggalkannya.

Bisa jadi mudik bagi sebagian mereka terdapat pergeseran arti Idul Fitri dari kembali kepada kesucian menjadi kembali ke kampung halaman.

Mudik, kembali ke udik, atau pulkam, pulang kampung, seharusnya dilaksanakan dalam konteks kembali menemukan momen Idul Fitri. Kembali menjadi manusia dengan kesucian jiwa dari segala noda dan dosa. Pengalaman satu bulan berpuasa dan melaksanakan aktivitas ibadah Ramadan merupakan bulan pembersihan diri dan pensucian menjadi pribadi unggul. Nafsu dan emosi telah dikelola sedemikan rupa. Tidak saja untuk menjadi jiwa yang memiliki spirit ibadah yang ikhlas, akan tetapi juga melahirkan jiwa dan pribadi yang santun ranah dan memiliki kepedulian sosial yang baik.

Kesucian diri inilah sejatinya menjadi dambaan setiap insan yang sungguh-sungguh dan istiqamah melaksanakan amalan selama Ramadan. Jiwa yang bersih dari khilaf dan dosa, inilah sosok yang al-‘a’idin, kembali kepada fitrah. Pribadi yang terasah dengan amalan positif sebagai imbas dari kesungguhan beribadah Ramadan menjadikan golongan yang al-fa’izin atau orang-orang yang sukses meraih banyak pahala dan keberuntungan. Maka, minal a’idin memiliki bobot kualitas yang cenderung personal, yaitu relasi antara manusia dan Tuhannya, sementara al-fa’izin, bermakna lebih sosial yang mengedepankan relasi antar manusia dan sekitarnya. Inilah kualitas paripurna sosok yang kembali ke jalur fitri, yang memiliki kelebihan dan keunggulan personal yang semakin dekat dengan Allah bersama ridha-Nya, dan keunggulan sosial yang ramah dan santun bersama manusia dan alam.

Fenomena mudik Lebaran dengan berbagai sudut pandang, seperti filosofi, antropologi, ekonomi, psikologi atau bahkan politik, mesti tidak mengesampingkan makna substansinya sebagai kesinambungan ibadah di bulan Ramadan. Para pelaku mudik bagaimana juga di tengah semangat bersilaturrahmi kepada orangtua, sesepuh, guru dan sanak saudara atau bersedekah kepada kerabat yang papa, harus kembali mempertimbangkan sisi substansi Idul Fitri yang mengantarkan menjadi jiwa-jiwa yang bersih, suci dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah yang disertai karakter yang aktif, ramah dan santun dalam persoalan sosial kemasyarakatan dan penuntasannya.(*)

Dosen UIN Walisongo dan  Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lebih Suka Jadi Simpanan Om-Om

SALAH satu komunitas dance di Kota Semarang yang biasa melakukan aktivitas cover dance di beberapa acara, ternyata banyak yang gay. Sebut saja Doni (nama...

Bank Jateng Biayai 7 Ribu Pekerja Informal Ikut BPJS Ketenagakerjaan

PEKALONGAN - Sebanyak 7 ribu pekerja informal di Jateng mendapat bantuan iuran BPJS dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo lewat dana corporate social responsibility (CSR)...

Menciptakan Budaya Kerja Industri di SMK

RADARSEMARANG.COM - SESUNGGUHNYA pendidikan merupakan pembudayaan (encultural), suatu proses untuk mentasbihkan seseorang mampu hidup dalam suatu budaya tertentu. Konsekuensi dari pernyataan ini, maka praktik...

Presiden Setujui Penambahan Rest Area Tol Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Upaya Bupati Batang Wihaji agar jalur tol Batang dibangun rest area mendapat sinyal positif dari pemerintah pusat. Presiden Jowo Widodo menyetujui...

Karyanya Sudah Sampai Swedia dan Amerika

Kreativitas Samuel Enggar membuat miniatur dan diorama tak diragukan lagi. Padahal alumnus Diploma III Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang (Polines) ini membuat kerajinan tersebut...

Pembelajaran Apresiasi Seni Melalui Media Internet

RADARSEMARANG.COM - ADANYA pengkotakan mapel nasional dan non nasional menimbulkan skala prioritas pada pembelajaran di sekolah. Pada umumnya sekolah atau siswa lebih mementingkan mapel-mapel...