33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Relokasi Warga BKT Ditunda Pasca Lebaran

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Proses relokasi sebagian warga penghuni dan pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) yang belum dipindahkan, ditunda dan dilanjutkan setelah Lebaran mendatang. Diperkirakan masih menyisakan ribuan warga yang belum dipindah. Di antaranya, di wilayah Bugangan, Mlatiharjo, dan Karangtempel.

Warga yang memiliki bangunan di bantaran sungai BKT, dan belum dibongkar tersebut diberi batas waktu hingga 21 Juli 2018 harus sudah pindah. “21 Juli mereka harus sudah pindah. Pada 23 Juli, kami bantu pembongkaran,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, kemarin.

Sebanyak 50 bangunan di wilayah Bugangan siap dibongkar. Termasuk di wilayah Mlatiharjo. “Nantinya, mereka kami tempatkan di Pasar Klitikan Penggaron. Kami targetkan 2 Agustus sudah klir semua,” ujarnya.

Sedangkan sebanyak 538 pedagang di Jalan Barito Blok A-H, Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur, yang bersikeras menolak direlokasi akan dilakukan komunikasi lebih lanjut. “Setelah Lebaran kami akan komunikasi lagi dengan ketua paguyubannya,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar meminta agar warga maupun pedagang di Banjir Kanal Timur tidak bermanuver. “Tolonglah bapak ibu warga yang terkena dampak pembangunan tidak usahlah bermanuver, merekayasa berpolitik dan seterusnya. Kami tidak ada urusan politik. Yang penting Kota Semarang bisa maju, Banjir Kanal Timur ini normalisasinya bisa berjalan baik,” tandasnya.

Fajar juga meyakinkan bahwa masyarakat di sekitar Banjir Kanal Timur akan senang dengan adanya pembangunan normalisasi ini. Sebab, tidak hanya mengentaskan dari masalah banjir, tetapi juga menaikkan nilai jual tanah di kawasan tersebut. “Pertumbuhan ekonomi juga meningkat,” katanya.

Secara keseluruhan bangunan di sepanjang bantaran Sungai BKT kurang lebih 3.500 bangunan. Hingga saat ini kurang lebih 2.700 bangunan telah rata dengan tanah. Fajar menyebut tinggal menyisakan kurang lebih 800 bangunan.

“Kami segera menyelesaikan pembongkaran bangunan mulai Jembatan Majapahit hingga sampai Jembatan Kartini keseluruhan,” ujarnya.

Jumlah 3.500 bangunan tersebut tersebar di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Genuk, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Semarang Utara dan Kecamatan Semarang Timur, terdiri atas 12 kelurahan.

“Proses pembongkaran tersebut dimulai sejak pertengahan 2017 lalu, hingga kini, tidak ada kendala yang berarti. Warga di bantaran BKT mendukung program pemerintah untuk melakukan normalisasi BKT. Kami mengapresiasi warga yang antusias untuk mendukung program pemerintah,” katanya.

Dia juga mengaku telah menyiapkan banyak tempat. Pedagang bisa memilih tempat baik di Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron, Pasar Waru, Pasar Banjardowo, Pasar Dargo, Pasar Peterongan, dan Pasar Bulu. “Sehingga tidak merepotkan penghuni bantaran sungai BKT menentukan pilihannya karena berdekatan dengan domisili,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 538 pedagang di Jalan Barito Blok A-H, Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur, tetap bersikeras menolak direlokasi.

“Pemkot Semarang sampai saat ini belum memiliki alternatif tempat lain yang digunakan untuk menampung pedagang Blok A-H tersebut. Kami sudah komitmen, dan mohon kepada pemerintah agar kami PKL Barito di Kelurahan Karangtempel Blok A-H bisa menempati di sini lagi (Barito),” kata Ketua Paguyuban Pedagang Karya Mandiri Barito Blok A-H, Rahmat Yulianto.

Dikatakannya, Pasar Klitikan Penggaron yang sejauh ini digembar-gemborkan untuk menampung pedagang Barito, tidak sesuai dengan prediksi. “Jelas tidak mampu memuat pedagang sebanyak di Barito. Pemerintah sendiri masih kekurangan tempat,” ujarnya.

Yulianto menegaskan, sejauh ini permintaan pedagang Barito Kelurahan Karangtempel Blok A-H sebanyak 538 pedagang tidak pernah berubah, yakni agar tetap menempati di Jalan Barito. “Dari awal sudah ada pembicaraan antara kami dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Kami rencananya akan ditempatkan di Pasar Klitikan Penggaron atau Barito Baru, tetapi setelah dihitung-hitung, ternyata tempatnya tidak cukup,” ucapnya.

Dengan kondisi seperti itu, permintaan pedagang tetap berpegangan pada pendirian awal. Apalagi lokasi pedagang Barito di Kelurahan Karangtempel Blok A-H ini tidak terdampak pembangunan secara langsung. “Kami juga tidak pernah diperlihatkan Detail Engineering Design (DED) Banjir Kanal Timur, apakah digunakan untuk tanggul, jalan inspeksi, jogging track, atau apa saja, kami tidak pernah dikasih tahu,” katanya.

Kalau memang sebetulnya tidak terkena dampak secara langsung, mengapa tidak dilakukan penataan saja. Bahkan pihaknya bersama para pedagang telah mengajukan DED mengenai penataan PKL Barito Blok A-H, kepada Pemkot Semarang. “Kami minta ditata sajalah (bukan dipindah, Red). Komitmen temen-temen seperti itu. Kalau terpaksa Dinas Perdagangan membongkar bangunan, ya harus disediakan tempat yang sesuai kebutuhan pedagang,” harapnya. (amu/aro)

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Mahmudah Piawai Kemudikan Mobil Tanki Pertamina

RADARSEMARANG.COM - LAZIMNYA pengemudi awak mobil tanki (AMT) Pertamina adalah seorang pria. Namun pekerjaan pria ini bisa dilakukan dengan baik oleh Mahmudah. Ya, perempuan...

Gagal Jumatan di Hays

Saya gagal Jumatan. Tidak berhasil menemukan masjid. Padahal segera bulan puasa. Penting untuk tahu: di mana ada masjid. Waktu itu saya baru dua hari tiba...

Mirna Tagih Janji Pengusaha Tambang

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa menagih janji kepada para pengusaha tambang galian C di Kendal untuk menyalurkan dana tanggung jawab sosial atau...

Solo Raya Siap Gelar Porprov Jateng 2018

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menunjuk Surakarta sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV tahun depan. Keputusan tersebut tertuang dalam...

Tidak Berjalan Mulus

SEMARANG - Langkah SMAN 9 Semarang untuk mempertahankan gelar terganjal dalam pertandingan keduanya di Gelaran Ganesha Cup 2017. Melawan SMAN 8 Semarang, skuad asuhan...

Pelaku UKM Dibekali Digital Marketing 

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Dunia pemasaran produk yang semakin perkembang terutama dalam dunia marketing online, ingin coba ditularkan oleh PT Telkom Witel Pekalongan kepada Usaha...