33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Lebaran Aboge 16 Juni

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Penganut aliran kepercayaan Kejawen Aboge (Alif Rabu Wage) asal Wonosobo, tahun ini akan merayakan Lebaran pada Sabtu Pahing 16 Juni 2018. Perayaan Lebaran versi Aboge ini, selisih satu hari dari penghitungan kalender hijriyah yang diperkirakan jatuh pada Jumat 15 Juni.

Menurut Pimpinan Aliran Kepercayaan Aboge Wonosobo Sarno Kusnandar, Aboge memiliki rumus tersendiri dalam penghitungan kalender. Termasuk dalam penentuan tanggal 1 Syawal ini, mendasarkan pada 1 Syura. Tahun ini 1 Syura jatuh pada Sabtu Legi, maka 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu namun hari pasaran maju dua yakni pada Sabtu Pahing.

“Dasar penghitungan kami bertumpu pada hari dan hari pasaran 1 Syura,” ujarnya.

Dalam kepercayaan Aboge, kata Kusnandar, penentuan tanggal 1 Ssyawal menggunakan rumus Waljiro yang merupakan akronim dari sasi Syawal dinane ajek pasarane maju loro. Yang berarti 1 Syawal harinya tetap dihitung sama dengan 1 Syura. Sedangkan hari pasaran maju dua hari. “Tiap tahun, dalam penentuan Syawal, kami memang selalu selisih antara 1 sampai 2 hari dari penghitungan hijriyah,” ujarnya.

Dengan penentuan Lebaran ini, kata Kusnadar, maka para penganut aliran kepercayaan Aboge akan menjalani ibadah puasa hingga Jumat (15/6). Perayaan Lebaran Aboge akan dipusatkan di Dusun Binangun Desa Mudal Kecamatan Mojotengah.

Rangkaian acara akan dimulai sejak 15 Juni malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Prosesinya, para penganut aliran kepercayaan menggelar semedi (bertapa) hingga larut malam. Setelah itu, pada pagi harinya akan dilakukan syukuran. Warga membawa makanan ke Masjid dan menggelar doa bersama dilanjutkan makan bersama keluarga.

“Sebagai acara puncak kita lakukan salaman warga dari anak-anak hingga kalangan tua untuk saling memaafkan. Biasanya diterbangkan balon tradisional sebagai ungkapan kegembiraan atas nikmat yang diberikan yang maha kuasa, namun terkait larangan oleh pemerintah, kami tidak menerbangkan balon tradisional,” jelasnya. (ali/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ubay Ramaikan Pensi SMPN 2 Kota Magelang

MAGELANG - Ubay, penyanyi jebolan Indonesian Idol tahun 2014 sukses membawa penonton larut dalam lengkingan suaranya yang memukau saat melantunkan lagu Kangen milik Dewa...

Paslon Tak Beritahu Jadwal Kampanye

SALATIGA-Masa kampanye pemilihan wali kota dan wakil wali kota Salatiga sudah berjalan lebih dari 2 bulan. Kedua pasangan calon yang berlaga di Salatiga juga...

Sederhana, Tak Canggung Makan di Warung

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Bakal calon wakil gubernur Jateng Ida Fauziyah terus melakukan silaturahmi dengan sejumlah kiai dan tokoh masyarakat di berbagai daerah. Kesederhanaan tetap...

Lebih Dekat dengan Perajin UMKM Batik, Dekranasda Kabupaten Pekalongan

Batik Tulis Famoli, karya perajin Fatkhul Huda, 31, warga Desa Petukangan RT 3/ RW 1 Pekalongan, Jawa Tengah, kerap dijadikan koleksi oleh para pecinta...

Tak Puas Vonis, Jaksa Banding

KEBUMEN—Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus dugaan korupsi APBDes di Desa Kebakalan, Kebumen, nampaknya tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim Tipikor Semarang kepada...

Santri Harus Jadi Duta Bangsa  

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Santri adalah duta berharga bagi bangsa Indonesia. Santri adalah harapan dan  juru selamat negeri ini  ketika bangsa ini dilanda keterpurukan. Seperti...