33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Puluhan Kilogram Obat Mercon Dimusnahkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Jajaran Polres Magelang berhasil membekuk dua pelaku pembuat dan peracik petasan. Kedua tersangka yakni Sobrun Jamil, 45, warga Dusun Tumbu Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo dan Mustaqim, 43, warga Dusun Krajan Desa Ngawonggo Kecamatan Kaliangkrik. Puluhan kilogram bahan peledak sitaan dari kedua orang tersebut dan dimusnahkan di lapangan tembak Akademi Militer (Akmil) Salaman, Kabupaten Magelang, Senin (11/6).

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menjelaskan, tersangka Jamil ditangkap di rumahnya pada 26 Mei 2018. Barang bukti yang disita berupa 4 bungkus obat petasan, 48 bungkus potasium, 35 bungkus belerang, bubuk brom, sumbu, timbangan dan peralatan lainnya.

“Saat kami amankan, barang bukti disimpan di rumah tetangga di belakang rumahnya. Tersangka mengakui kalau bahan-bahan itu miliknya dan hendak dijual di sekitar Magelang dan sekitarnya,” jelas Hari di sela-sela kegiatan pemusnahan.

Sementara Mustaqim, terang Hari, diringkus polisi pada 6 Juni 2018 di rumahnya bersama barang bukti antara lain 4 renteng berisi 200 buah petasan siap jual, 30 bungkus serbuk obat petasan, 5 bungkus obat petasan yang sudah diracik, sumbu, kantong plastik dan sebagainya. “Ketika kami menangkap, petasan-petasan milik tersangka sedang dijemur di depan rumah, sedangkan bahan-bahan lainnya masih di dalam tas ransel yang disimpan di kandang ayam,” ujar Hari.

Barang bukti ini kemudian dimusnahkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat barang tersebut berupa bahan peledak yang bisa membahayakan. “Dua kasus ini merupakan hasil operasi jajaran Polres Magelang sepanjang bulan Ramadan 2018. Atas perbuatannya itu, kedua tersangka akan dijerat Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara maksimal 20 tahun,” terang Hari.

Sementara itu, salah satu tersangka Mustaqim mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. Buruh bangunan itu mengaku baru 1 kali meracik petasan untuk dijual pada masa Ramadan dan Lebaran nanti. Ia mengaku membeli bahan petasan itu dari sesorang di Kampung Karanggading, Kota Magelang, seharga total Rp 800.000. Dia belajar sendiri cara meracik bahan-bahan itu menjadi petasan siap edar. “Saya cuma iseng-iseng saja, belajar sendiri, kalau sudah jadi mau dijual ke peminat petasan di Magelang eh malah ditangkap Pak Polisi. Saya menyesal, tidak akan mengulangi lagi,” janjinya. (san/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Truk Terbalik di Jalur Maut

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO-Kecelakaan kembali terjadi di perempatan jalan raya Parakan-Kertek, Dusun Turut, Desa Sumbersari, Kecamatan Kertek, Minggu (8/7) malam. Sebuah truk bermuatan semen mengalami rem...

Menyikapi Disrupsi : Change or Die

RADARSEMARANG.COM - Perkembangan teknologi informasi tidak bisa dielakkan telah menimbulkan disrupsi ekonomi. Era disrupsi akhir-akhir ini sering diperbincangkan dan menjadi momok tersendiri bagi sebagian...

Sempat Keluar Sebelum Mobil Terjun ke Parit

WONOSOBO - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Raya Kertek-Wonosobo, Selasa (26/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah mobil Suzuki Grand Vitara bernomor polisi B...

Mendongkrak Kualitas Pendidikan Melalui Kurikulum 2013

RADARSEMARANG.COM - PENDIDIKAN yang bermutu merupakan harapan setiap insan maupun lembaga pendidikan. Para orang tua dan masyarakat sangat mengharapkan putra-putrinya memperoleh pendidikan yang bermutu,...

Aksi 1.000 Lilin untuk NKRI

UNGARAN – Ribuan warga terdiri dari berbegai elemen tumpah ruah di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, menggelar aksi bakar 1.000 lilin, Sabtu (13/5) malam. Aksi...

Minta Pelajar Cintai Batik

GUBERNUR Ganjar Pranomo meminta generasi muda ikut berperan aktif melestarikan batik. "Saat ini batik sudah menjadi warisan dunia dan Unesco sudah menetapkannya sebagai heritage...