33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Jemaat Ahmadiyah Tidak Pernah Ganggu Ketertiban

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono telah 3 kali mengirimkan surat kepada pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk menghentikan aktivitasnya di Banjarnegara. Pihak DPD JAI Banjarnegara siap menerima tim dari Kementerian Agama karena selama ini JAI hanya menjalankan kegiatan untuk internal saja.

“Selama ini warga Jamaah Muslim Ahmadiyah selalu menjaga ketertiban dan keamanan dan bergaul dengan elemen masyarakat di sekitarnya,” jelas Ketua DPD JAI Banjarnegara Imam Maryono dalam surat tanggapan tertanggal 30 Mei 2018 yang dikirimkan ke Bupati Banjarnegara.

Terkait pemasangan papan nama, dijelaskannya, sudah sesuai dengan UU No 8 tahun 1985 tentang Ormas. “Namun berdasarkan surat peringatan Bupati, maka kami telah melaksanakan perintah Bupati tersebut, yaitu dengan menurunkan papan nama/atribut pada tanggal 24 Mei 2018,” jelas Imam.

Ketua DPW JAI Jawa Tengah HM Arief Syafi’ie secara resmi memberikan pernyataan untuk meluruskan, memberi informasi yang benar dan bersumber dari pihak Ahmadiyah. Tujuannya agar tidak timbul kesalahpahaman, karena informasi yang keliru yang tersebar di tengah masyarakat bisa memprovokasi dan bisa menimbulkan salah paham serta dapat mengganggu kondusifitas masyarakat.

Dijelaskannya, Jamaah Muslim Ahmadiyah Indonesia adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor J.A 5/23/13 tanggal 13 Maret 1953, tambahan Berita Negara RI tanggal 31 Maret 1953, dan terdaftar dengan nama resmi Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Organisasi JAI yang sah berdiri di seluruh Indonesia berazaskan Pancasila. “Dan bagi kami, NKRI adalah harga mati. Kami menghormati keberagaman dan mengedepankan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Arief dalam siaran pers yang dikirimkan ke Jawa Pos Radar Semarang.

JAI di Banjarnegara sudah ada sejak tahun 1960-an dan selalu menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Sampai saat ini belum pernah ada fakta maupun bukti hukum apapun berkenaan dengan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Jadi, sama sekali tidak benar jika ada pendapat maupun pemberitaan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah dianggap meresahkan dan atau melanggar ketertiban.”

Arief juga menegaskan, berkenaan dengan teologi, JAI mengamalkan semua rukun Islam dan rukun Iman sebagaimana umat muslim umumnya. “Karena kami adalah Muslim, dan kami mengamalkan semua perintah Nabi Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin maupun perintah kitab suci Alquran sebagai syariat terakhir yang diturunkan Allah SWT,” jelasnya.

Sebelumnya, melalui surat dengan nomor 300/549/Kesbangplinmas/2018 tanggal 28 Mei 2018, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menegaskan agar JAI di Kabupaten Banjarnegara menghentikan seluruh aktivitasnya. Pertimbangan Budhi atas surat yang dilayangkannya itu bersifat untuk menghindari gejolak massa. “Kami tidak ingin kejadian yang menimpa penganut ajaran Ahmadiyah di Lombok Timur beberapa hari yang lalu. Untuk itu kami lakukan tindakan preventif sebelum ada keributan,” katanya. (ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jelang Ramadan, Harus Kendalikan Belanja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Juliari Batubara mengimbau masyarakat untuk mengendalikan diri dalam berbelanja kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran 2018. Hal...

Perbaiki LPJU, Teknisi Listrik Tewas

RADARSEMARANG.COM, KOTA – Allahu Akbar. Begitulah kalimat terakhir yang diucapkan Supriyanto sebelum tewas. Siapa disangka, usai memperbaiki Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), teknisi listrik...

Selalu Berpikir Positif

SELALU tampil cerdas dan penuh percaya diri menjadi modal Devina Astin Almira dalam menjalani profesinya sebagai seorang marketing. Selain itu, gadis kelahiran Semarang, 8...

Diharapkan Tumbuhkan Ekonomi dan Budaya Baru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Program ekonomi tren masa kini atau Ekotren diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat di Jateng. Selain itu, konsep Ekotren juga diharapkan menjadi...

Tak Layak Jalan, Bus PO Taruna Ditilang

UNGARAN–Satu unit bus PO Taruna ditilang oleh petugas gabungan yang melakukan razia uji kelayakan jalan angkutan umum khususnya bus di Terminal Bawen, Rabu (14/6)...

12 Tim Ikut Ambil Bagian

SEMARANG - Sebanyak 12 tim dari berbagai daerah akan bersaing pada Invitasi Nasional Antar Sekolah Basket Sehati di GOR Sahabat, 12-16 Desember. Mereka terbagi...