33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Festival Ngangklang Jadi Magnet Ribuan Warga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Festival Ngangklang Gus Alam yang dihelat setiap akhir 26 Ramadan, jadi magnet warga. Ribuan warga Kaliwungu dan sekitarnya, tumplek-blek di Alun-Alun Kaliwungu untuk menyaksikan lomba  ngangklang dengan iring-iringan drum blung ataupun drum blek.

Ngangklang sendiri merupakan tradisi orang muslim di Kaliwungu untuk membangunkan umat muslim lainnya untuk bersantap sahur. Dimana biasanya ngangklang sendiri dilakukan dengan membunyikan alat musik tradisional.

Maraknya tradisi ngangklang inilah yang kemudian melatarbelakangi Festival Ngangklang Gus Alam Cup ke IV.

“Ini adalah budaya yang luar biasa milik bangsa ini. Jadi saya berusaha untuk mempertahankannya agar tidak hilang, sehingga setiap puasa di Kaliwungu bisa semarak,” kata Alamuddin Dimyati Rais selaku penggagas lomba tersebut, Minggu (10/6) malam.

Anggapan ngangklang terkesan berisik dan menimbulkan suara bising, mulai ditepis. Sebab, suara yang tak beraturan atau tak berirama digantikan dengan drum blek dan drum blung. Drum blek yakni paduan marching band menggunakan blek atau panci bekas dan alat rumah tangga. Sedangkan drum blung adalah marching dengan dengan menggunakan tong plastik yang biasa digunakan untuk tempayan air sebagai alat musik utamanya.

“Saya berharapnya festival ngangklang ini bisa sampai ke tingkat nasional atau internasional. Karena ini budaya yang unik asli dari Kendal, khususnya Kaliwungu. Makanya tahun depan saya ingin meningkatkan lomba ke tingkat Jawa Tengah,” anggota DPR dari Fraksi PKB itu.

Sebelum dilombakan, para peserta sebelumnya diarak dari depan Pasar Gladag menuju balai desa melewati Jalan Kiai Ashari. Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan festival tersebut sangat tinggi. Ribuan orang memadati halaman balai desa dan sepanjang jalan menuju Alun-Alun Kendal dan Balai Desa Kutoharjo.

Salah satu pengunjung Festival. Lukito mengatakan, festival ngangklang ini menghilangkan kesan klotekan yang negatif. Dimana musik tak beraturan dan  membikin bising. “Tapi setelah dikemas drumblek seperti ini menjadi lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi,”  ucapnya. (bud/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pers Harus Mencerdaskan dan Tangkal Berita Hoax

KENDAL - Kehadiran insan pers di Indonesia harus bisa mencerdaskan rakyat. Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tapi harus mampu menjadi penangkal munculnya informasi bohong...

Jual Miras Lagi, Diciduk Polisi Lagi

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Rina, 36, warga Kelurahan Jampirejo kembali harus berurusan dengan polisi, setelah kedapatan menjual minuman keras jenis anggur di rumahnya, Rabu (27/12)....

TKA Ilegal Lolos Deportasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok, Peng Hui Juan yang menjadi akuntan di CV Bintang Inovasi Bahagia, Kawasan Industri Candi,...

Tambah Gerai Samsat Online

UNGARAN–Pemkab Semarang berencana membuka gerai samsat online di wilayah pinggiran bagian selatan atau perbatasan. Karena itu, Pemkab Semarang berencana menggandeng UPPD Jateng di Kabupaten...

Langka, Harga Cabai Tembus 90 ribu

PEKALONGAN-Jumlah cabai rawit atau yang akrab disebut cabai setan semakin langka. Dari hasil pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Pasar Banjarsari, tidak semua penjual...

Selama 2017, Terjadi 359 Kasus Curanmor

SEMARANG- Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) masih menduduki peringkat tertinggi di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Tercatat, sepanjang 2017 mulai Januari hingga saat ini telah...