33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Ber-Islam dengan Santun

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – NABI Muhammad SAW selalu mengajarkan dan memberi teladan kepada umatnya agar bersikap lebih santun dalam menyampaikan seruan kebenaran atau berdakwah. Beliau juga mengajarkan sikap kesantunan dalam keseharian, seperti di rumah tangga. Nabi Muhammad SAW mencontohkan di saat berkunjung ke keluarga, beliau mengucap salam, wajahnya berseri, dan senantiasa tersenyum. Nabi Muhammad SAW juga tidak pernah bersikap kepada istri-istri beliau, apalagi sampai dengan memukul.

Ketika datang ke sebuah majelis, Nabi Muhammad SAW selalu duduk di tempat yang masih tersedia, tidak pernah meminta orang lain bergeser apalagi menyuruhnya bangkit dan menyingkir. Padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang pemimpin besar Islam, beliau mempunyai wewenang untuk dihormati dan dihargai oleh orang sekelilingnya, namun Nabi Muhammad SAW tidak melakukan semua itu. Dengan sikap santun dan kerendahan hati tersebut, menunjukkan betapa Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi kita semua.

Sikap santun tersebut, dipertegas dalam Alquran surat al-Qhasash ayat 77: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Berjejak dari ayat yang disebutkan di atas, jika manusia mau memahami sikap santun lebih dalam, maka dapat diperhatikan sifat-sifat Tuhan yang berjumlah 99, yaitu salah satunya Allah Maha Pemurah. Konsep bahwa Allah Maha Pemurah sangat penting dalam kehidupan ber-Islam. Kemahamurahan Tuhan mempengaruhi kaum muslimin ketika melakukan hubungan sosial dan yang lainnya. Jika Allah memiliki sifat pemurah, secara logika manusia juga menunjukkan rasa kemurahannya kepada sesama makhluk Allah. Sikap murah hati di dalam Islam memberikan sentuhan rasa aman dan tenteram, sehingga terciptalah kehidupan yang santun dalam bermasyarakat. Jika manusia memiliki kemurahan dengan cara mereka masing-masing maka kehidupan di dunia akan damai.

Islam yang santun, tidak bisa mengelak sesungguhnya merupakan pembuktian nilai-nilai kemanusiaan untuk merangkul semua lapisan masyarakat. Karena manusia percaya bahwa, agama didesain oleh yang Maha Suci. Sifat itu merupakan transformasi dari sifat-sifat Allah ke dalam diri manusia untuk semua manusia, bukan untuk Tuhan itu sendiri atau sekelompok kecil umat manusia yang terpilih sebagai nabi atau utusan-Nya. Mereka melihat citra dan bayangan Yang Maha Suci dalam diri manusia juga terpancar dalam diri manusia dan alam semesta. Semoga kita mampu melahirkan kesantunan dalam setiap aktivitas keseharian kita. (*)

Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Polisi Butuh Saksi Ahli

SEMARANG –  Penyidik Polrestabes Semarang masih sebatas memeriksa saksi-saksi terkait pembuat dan penyebaran poster dan spanduk 'Garuda Ku Kafir' di Kampus Fakultas Ilmu Sosial...

Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Semakin Berkualitas

BIDANG kesehatan dan pendidikan menjadi salah satu tolok ukur kesejahteraan bagi suatu kota, bahkan negara. Tanpa penanganan bidang kesehatan dan pendidikan yang serius, jangan...

5 Ribu Pemilih Belum Tercatat Disdukcapil

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Lebih dari 5.000 pemilih belum terdaftar  di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang. Hal tersebut diungkapkan Bupati Batang Wihaji, saat apel...

Asin Gurih Menggugah Selera

RADARSEMARANG.COM - Sajian berlumur saus telur asin belakangan menjadi salah satu tren kuliner. Kreasi ala salted egg pun hadir membalut ragam sajian mulai dari...

Potensi Penanaman Modal Belum Tercatat Maksimal

SEMARANG – Potensi penanaman modal di Jawa Tengah dinilai cukup besar. Sayang, belum semua tercatat dengan baik. Sehingga nilai yang tercatat selama ini belum...

Mundur Jika Tidak Dapat Kursi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Semarang Suryanto optimistis mampu membawa Hanura memperoleh kursi di DPRD Kota...