Lebih Bagus Jadi Taman

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – NAMA Bundaran Bubakan cukup melegenda. Bundaran yang di tengahnya terdapat kolam dan air mancur itu merupakan pertemuan 5 jalan besar, yakni Jalan MT Haryono, Jalan KH Agus Salim, Jalan Cendrawasih, Jalan Sayangan, dan Jalan Pattimuraa Semarang.Namun tak lama lagi, Bundaran Bubakan akan berubah menjadi polder pengendali banjir dan rob.

Moch. Nasir, warga Kampung Batik Rejomulyo, tak jauh dari Bundaran Bubakan mengaku, belum mendapatkan informasi yang jelas tentang pembangunan polder tersebut. Namun ia sempat diberitahu Camat Semarang Timur mengenai rencana pengalihfungsian taman menjadi polder. Hanya saja, melihat proses yang berlangsung membuat mereka bertanya-tanya.

”Katanya memang akan dibuat polder, tapi ada yang lihat, kok itu malah ada alat berat meratakan lahan. Harusnya kalau memang mau dibikin polder kan justru dikeruk,” ujar Moch. Nasir, warga kampung Batik saat ditemui di kediamannya.

Pria yang dituakan di RT nya ini pun sangsi dengan luasan areal tersebut. Ia masih belum tahu apakah polder akan dibangun pada lahan yang dinilainya tidak terlalu luas tersebut. ”Harusnya kalau polder kan lebar dan luasnya. Masak luas segitu mau dibikin polder. Tapi yang pasti Pak Camat dulu bilangnya mau dibikin polder,” katanya.

”Tapi mungkin benar juga mau dibangun polder, melihat pembangunan gorong-gorong di Jalan Sendowo yang mengarah ke situ,” imbuhmya.

Sebenarnya warga tidak terlalu menuntut kepada pemerintah. Jika memang pembangunan polder ditujukan untuk mengatasi persoalan banjir, warga seratus persen mendukung. Warga hanya ingin agar pemerintah mempertimbangkan dengan matang jika memang bekas taman tersebut akan dibuat polder. ”Jangan sampai karena kapasitas kecil justru akan memberikan dampak merugikan. Misalnya saja meluber, atau katakanlah jebol,” ujar Nasir.

Selama dua tahun terakhir, kata dia, Kampung Batik memang sudah bisa dibilang bebas banjir. Kalaupun ada genangan, itu hanya berlangsung sesaat. Sehingga, secara pribadi ia justru ingin agar taman tersebut tetap menjadi taman dengan perawatan yang memadahi.

”Dulu kan taman air mancur, tapi tidak terawat. Kalau taman mungkin akan lebih bisa dimanfaatkan warga. Soalnya kan memang tidak terlalu luas untuk polder,” ujarnya berpendapat. ”Tapi ya kembali lagi. Kalau tujuannya memang untuk menanggulangi banjir, kami manut saja,” timpal Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Rejomulyo ini. (sga/aro)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -