33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Islam Agama Ramah Perempuan

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – ANNGKA kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Dari Catatan Tahunan Komnas Perempuan terungkap selama 2017 ada 348.000 kasus, 335.062 di antaranya adalah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 259.10 kasus.

Upaya mengakhiri kekerasan ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks, selain karena budaya patriarkhi yang begitu kuat di masyarakat, juga karena digunakannya justifikasi agama dalam membenarkan tindakan mereka.

Secara historis, diketahui bahwa Islam datang di saat kaum perempuan terdera dalam puncak keteraniayaan, yaitu suatu masa yang dikenal dengan istilah jaman ‘jahiliyyah’ (kebodohan). Jahiliyah dalam konteks ini bukan sekedar bodoh dalam arti lemah secara intelektual. Muhammad Fuad Abd al-Baqi dalam bukunya al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Qur’an al-Karim mengartikan jahiliyah sebagai kondisi masyarakat yang mengacu pada tiga karakter, yaitu rasial, feodal dan patriarkhis.

Patriarkhisme pada jaman jahiliyyah memang sangat dominan. Perempuan pada masa itu dianggap hina, bahkan diragukan kemanusiaannya hingga dikira tidak bisa beribadah, tidak bisa mendapat pahala, dan tidak bisa masuk surga. Orang tua merasa malu jika yang lahir adalah perempuan, dan tidak sedikit dari mereka yang dikubur hidup-hidup. Jikapun diterima, perempuan dipandang sebagai barang yang dimiliki, bukan manusia yang bermartabat. Perempuan dinikahkan secara paksa pada masa kanak-kanak, diceraikan semena-mena, digantung tanpa cerai atau tetap dalam pernikahan, dipoligami tanpa batas, dijadikan jaminan hutang, dihadiahkan kepada tamu, dan tidak diberikan peran sama sekali dalam urusan sosial. Keadaan ini digambarkan Alquran di dalam surat al-Nahl/16 ayat 58-59.

Muhammad membawa risalah dan memperjuangkan penegakan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk mengangkat harkat dan martabat perempuan. Perempuan yang pada jaman jahiliyah diragukan kemanusiaannya dijawab tegas oleh Alquran bahwa perempuan adalah manusia (QS. al-Hujuraat, 49:13), perempuan yang tadinya dianggap bisa beribadah dan memperoleh pahala dijawab melalui QS. an-Nahl, 16:97, perempuan juga bisa masuk surga sebagaimana dijelaskan dalam QS.  an-Nisaa’, 4:124, dan perempuan tidak memiliki perbedaan dengan laki-laki karena ruhnya kekal dan dimintai pertanggungajwaban oleh Allah SWT (QS. al-An’aam, 6:94).

Deklarasi kemanusiaan perempuan ini diiringi dengan perubahan-perubahan dengan strategi memanusiakan perempuan langsung menuju “Sasaran Akhir”. Misalnya, penghapusan total atas tradisi penguburan bayi perempuan hidup-hidup (QS. an-Nahl, 16:58-59), kebiasaan mewariskan perempuan (QS. an-Nisaa’, 4:19), perkawinan sedarah (QS. an-Nisaa’, 4:23), dan pemaksaan pelacuran pada perempuan (QS. an-Nuur, 24:33).

Dus, Islam bukanlah agama yang diskriminatif, tapi pemahaman yang salah atas teks-teks Islam seringkali melahirkan pandangan yang diskriminatif. Perilaku diskriminatif terhadap perempuan adalah sisa tradisi jahiliyah, sementara perilaku simpatik, empatik, dan kerjasama adalah prinsip dan ajaran utama, yang meneguhkan Islam sebagai agama ramah perempuan. (*)

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Anggaran Siaga Bencana Rp 38 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp 38 miliar untuk penanganan bencana. Hal itu, cukup beralasan mengingat provinsi ini merupakan minimarket bencana...

Sebagian Pedagang Pilih Berjualan di Luar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pedagang pasar Blauran baru mengeluhkan sepinya pembeli di tempat yang baru diresmikan pemkot 15 Februari lalu itu. Keluhan pedagang semakin menjadi...

Kontraktor Johar Curi Start

"Apakah ini melanggar hukum atau tidak ya perlu dikaji dulu, saya belum tahu. Harusnya dibahas dulu, mana yang akan dibangun, mana yang harus dianggarkan." Agus...

Pusat UMKM Batang Siap Jadi Jujukan Wisatawan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah sekian lama menjadi wacana, kini Kabupaten Batang memiliki pusat oleh-oleh produk khasnya. Area penjualan berada di kios Serambi Masjid Besar...

Banyak Pelanggaran Pemilu Tak Diatur Dalam UU

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Persoalan serius dalam setiap penyelenggaraan pemilu kerap menjadi bumerang. Sebab, banyak indikasi pelanggaran pemilu yang justru sanksinya tidak tercover dalam undang...

Akan Dibangun Dua Waduk

DEMAK-Pemerintah pusat akan membangun dua waduk di wilayah selatan Kabupaten Demak. Yakni, Waduk Jragung dan Waduk Banyumeneng. Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Joko Sutanto, kemarin....