33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Waspadai Tiga Titik Pasar Tumpah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 52 pasar tradisional di Kota Semarang mendekati Lebaran terus dilakukan pemantauan. Dinas Perdagangan Kota Semarang menerjunkan sebanyak 40 personel keamanan dan ketertiban (Kamtib) untuk pengamanan pasar selama Lebaran.

Mereka akan melakukan pemantauan mulai H-3 hingga H+3. Dari jumlah 52 pasar tradisional tersebut, ada tiga titik pasar tradisional yang rawan terjadi pasar tumpah. Ketiga pasar tersebut adalah Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk.

“Ada 52 pasar, pengamanan pasar selama Lebaran kami siapkan petugas keamanan dan ketertiban  dengan dijadwalkan piket. Mulai H-3 hingga H+3, kami jadwalkan untuk memantau kelancaran pasar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Sabtu (9/6).

Dikatakannya, pihaknya mengaku telah memerintahkan kepada para kepala pasar di 52 pasar tradisional untuk terus memantau perkembangan. “Kami perintahkan kepada kepala pasar untuk melarang terjadinya pasar tumpah. Toh, apabila mereka mremo silakan pas H+1 Lebaran, setelah itu harus bersih,” katanya.

Ia mewaspadai, sejumlah titik yang berpotensi terjadi pasar tumpah. Di antaranya Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk. “Sedangkan di Pasar Mrican sekarang sudah tidak terjadi. Hanya ada tiga titik yang diwaspadai. Sampai saat ini tidak terjadi pasar tumpah. Semua sudah tertib,” ujarnya.

Sebanyak 40 personel telah dibentuk dan dibagi. Setiap regu ditugaskan sebanyak 5 personel. “Sehari dua shift. Namun pengamanan yang krusial untuk pasar tradisional hanya di pagi hari hingga pukul 09.00. Sedangkan untuk pengamanan toko tidak ada masalah, karena biasanya mereka memiliki sekuriti sendiri,” katanya.

Mengenai stabilisasi harga di pasar tradisional, kata Fajar, sejauh ini tidak ada masalah. “Kami akan terus mengontrol harga kebutuhan bahan pokok agar tidak terjadi kenaikan. Sejauh ini, kami sudah melakukan operasi pasar di 32 titik pasar tradisional. Memang kami tekankan ke semua pedagang jangan sekali-kali menjadi spekulan. Sejauh ini semua harga kebutuhan pokok normal semua, kecuali daging ayam,” ujarnya.

Tetapi kenaikan harga daging ayam tersebut dianggap masih dalam kondisi wajar. “Kami anggap wajar, karena kenaikannya kurang lebih Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Sampai Lebaran harus stabil. Nanti H-2 Lebaran, kami akan terjun lagi melakukan operasi pengendalian harga kebutuhan pokok,” katanya.

Fenomena yang ditemukan, kata Fajar, sejauh ini ternyata setelah dilakukan pengecekan harga sejumlah kebutuhan pokok di mal lebih murah dibanding harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. “Kami mengecek sembilan mal, ternyata harga kebutuhan pokok malah justru lebih rendah dengan kisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000,” katanya.

Hal ini cukup memengaruhi masyarakat untuk berbelanja ke mal. Sebab, selisih lebih mahal senilai Rp 500 saja di masyarakat akan sangat berpengaruh. “Saya kira ini menjadi salah satu sebab mengapa masyarakat banyak memilih ke mal. Mal memang memiliki stok banyak. Sedangkan di pasar tradisional tidak. Kami sampaikan bahwa pedagang kami di pasar tradisional bersaing secara alami. Selisihnya sedikit kok,” ujarnya.(amu/aro)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembiayaan Otomotif MUF Naik Signifikan

SEMARANG–PT Mandiri Auto Finance (MUF) hingga Oktober lalu telah mengucurkan dana pembiayaan hingga Rp 6,5 triliun, meningkat cukup signifikan dari realisasi tahun lalu yang...

Hendi: Pintar Saja Tidak Cukup

SEMARANG- Bangsa Indonesia saat ini membutuhkan pemuda yang pintar, cerdas dan peduli terhadap bangsanya. Bukan pemuda yang hanya sekadar mengandalkan penampilan fisik saja. Hal itu...

Cari Kegiatan Baru untuk Rangkul Hati Rakyat

SEMARANG - Ketua Bidang Politik dan Keamanan Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Puan Maharani melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah...

Tahap I Jalan WR Supratman Harus Tuntas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembangunan Jalan WR Supratman Semarang terus dikebut. Sebab, proyek yang menelan anggaran Rp 8,5 miliar tersebut harus selesai pada 2017 ini....

Petis Bumbon Banyak Diburu

SEMARANG – Pasar kuliner di depan Masjid Agung Kauman Semarang menjadi destinasi warga menjelang Maghrib. Beragam masakan, minuman, hingga takjil yang menggoda selera siap...

Lapor Jalan Rusak Lewat Aplikasi SIPU

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang kembali melakukan inovasi dalam memantapkan diri sebagai smart city. Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) meluncurkan sistem informasi berbasis...