Pemudik Banjiri Tol Semarang

Gerbang Tol Manyaran Buka 12 Gate

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

“Mulai tanggal 7, 8, dan 9 Juni  sudah menunjukkan peningkatan kendaraan pemudik yang masuk di gerbang tol Manyaran.”

AKP Wahono 
Wakil Kepala Posko Terpadu Manyaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Memasuki H-6 Lebaran, Sabtu (9/6) kemarin, kendaraan pemudik mulai membanjiri jalan tol Kota Semarang. Tercatat, sebanyak 54.911 kendaraan roda empat melintas di gerbang tol Manyaran Semarang dalam sehari kemarin.

Wakil Kepala Posko Terpadu Manyaran, AKP Wahono, menjelaskan, kendaraan pemudik terus mengalami peningkatan sejak H-7 Lebaran, Jumat (8/6). Apalagi setelah dibukanya jalan tol fungsional Batang-Semarang pada Jumat.

“Mulai tanggal 7, 8, dan 9 Juni  sudah menunjukkan peningkatan kendaraan pemudik yang masuk di gerbang tol Manyaran,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Posko Terpadu Manyaran, Sabtu (9/6).

Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan saat masuk gerbang tol Manyaran, Jasa Marga melakukan penambahan empat gate, yang tadinya 8 gate menjadi 12 gate.

“Siang ini (kemarin) mulai pukul 12.00 sudah 12 gate yang menuju Solo dan Jogja dari arah Jakarta. Sehingga antrean tidak begitu panjang sekalipun terjadi peningkatan arus kendaraan dari gerbang tol fungsional maupun jalur utama,” bebernya.

Wahono menjelaskan, jumlah kendaraan yang masuk Kota Semarang lewat gerbang tol Manyaran pada Jumat (8/6) lalu tercatat sebanyak 47.242 kendaraan. Pada hari berikutnya, Sabtu (9/6), jumlah tersebut mengalami peningkatan dari hari sebelumnya.

“Kendaraan yang melintas di gerbang tol Manyaran pada Sabtu siang ini (kemarin) sebanyak 54.911 unit. Hari ini mungkin akan bertambah lebih banyak lagi,” katanya.

Wahono mengaku sejauh ini belum ada kendala berarti. Menurutnya, kendala yang terjadi apabila ada kendaraan mogok atau sesuatu di lokasi ruas jalan tol.

Alhamdulillah, sampai sejauh ini tidak ada kendala. Hanya tadi pagi ada kendala di persimpangan antara tol fungsional maupun yang tol yang sudah operasional itu ada kendaraan truk boks yang mengalami trobel. Tapi sudah kami cek, kita evakuasi dan sudah berjalan lancar,” ujarnya.

Terkait digratiskan tarif tol fungsional, Wahono menjelaskan sudah dimulai pada Sabtu (9/6) mulai pukul 00.00, kendaraan yang dari arah Jatingaleh atau menuju Jakarta. Hal itu dilakukan demi kelancaran arus lalulintas yang berada di jalan tol.

“Jadi, yang ke arah Solo-Jogja gate-nya ditambah. Yang dari sini karena terintegrasi berbayarnya di Banyumanik, sehingga yang di sini los, sudah kecepatan tidak ada kendala sama sekali. Yang di sini yang bayar itu dari sini ke arah Solo dan Jogja. Kemudian dari Solo dan Jogja ke Jakarta yang lewat sini sudah los, gratis,” bebernya.

Wahono memprediksi, volume arus kendaraan pemudik yang melintas melalui gerbang tol Manyaran tersebut akan terus mengalami peningkatan. Pihaknya memprediksi, puncak arus mudik Lebaran 2018 terjadi mulai Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6) ini.

“Puncak arus mudik di jalan tol diprediksi terjadi pada Minggu ini, karena mulai liburan. Karena hari ini (kemarin) anak-anak sekolah kan penerimaan rapor selesai. Sehingga mereka akan mulai mudik ke kampung halaman untuk bersilaturahmi ke sanak saudara,” imbuhnya.

Pimpro Jasa Marga tol Semarang-Batang seksi IV,  Kendal-Semarang, Muhamad Faridz, mengatakan, sejak hari pertama  dibuka Jumat (8/6), pemudik yang menggunakantol fungsional terlihat lancar. “Kondisi arus mudik saat ini masih ramai lancar,” katanya saat ditemui di Rest Area Mangkang.

Ia menerangkan, jika pihaknya mengelola jalan fungsional sepanjang 75 km, dari Pasekaran Batang hingga Krapyak Semarang. Di Tol Krapyak, kendaraan pemudik langsung terhubung dengan jalan tol Semarang milik Jasa Marga. “Saat ini, tol fungsional bisa nyambung ke Krapyak, jadi pemudik bisa memilih jalur tol menuju Solo ataupun Demak melalui Kaligawe,”jelasnya.

Di sepanjang  jalan tol fungsional Semarang-Batang, pihak Jasa Marga membuat 8 rest area. Di rest area dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya tempat istirahat, kamar kecil atau toilet dan musala.

Salah satu pemudik asal Cikarang, Sigit Novianto, mengaku perajalan menuju kampung halamannya di Solo bisa dibilang lancar tanpa kendala. Ketika masuk Jalan tok Fungsional, ia mengaku harus berhati-hati lantaran kondisi jalan masih ada yang bergelombang. “Cukup lancar, dari Cikarang sampai Semarang hanya 5 jam, namun ketika masuk tol fungsional harus berhati-hati karena medannya cukup berbahaya dan kecepatan hanya boleh 60 km/jam,” tambahnya.

Sementara itu, kemarin PT Jasa Marga Cabang Semarang telah memberlakukan sistem satu tarif mulai Sabtu (9/6) pukul 00.00. Pengguna jalan tol cukup membayar Rp 5.000 untuk satu kali transaksi di gerbang tol keberangkatan. Tarif tunggal itu akan berlaku untuk jarak jauh dan dekat serta untuk dua kali transaksi, masing-masing Rp 2.500.

“Dengan sistem itu, kendaraan yang masuk tol hanya dibebani pembayaran satu kali. Ini sangat efektif untuk memperlancar arus. Kendaraan yang sebelumnya dibebani pembayaraan saat masuk dan keluar tol, kini hanya dikenai pembayaran saat masuk,” ungkap Kepala Shift PT Jasa Marga Cabang Semarang, Eni Kusrini.

Penarifan ini dilakukan dengan cara mengambil rata-rata jarak perjalanan dari rute terjauh dan terdekat. Rata-rata rute yang sering digunakan sepanjang 11,2 kilometer. Tiap 1 kilometer di dalam kota, pengguna membayar Rp 406. Jika ditotal menjadi Rp 4.800. “Setelah dibulatkan, tarif menjadi Rp 5.000,” katanya.

Pantauan di lapangan, sepanjang ruas tol Kota Semarang, Sabtu siang kemarin, arus kendaraan di dalam tol terbilang cukup lancar. Penumpukan kendaraan hanya terjadi di pintu masuk tol, sementara di exit tol tidak terjadi antrean. Kendaraan yang melintas keluar tol tidak lagi dikenai tarif, sehingga langsung melaju keluar tanpa harus mengantre.

Hal ini berbeda dengan kondisi sebelum sistem satu tarif diberlakukan atau Jumat (8/6) lalu. Kendaraan yang masuk tol selalu dikenai tarif saat melintas di pintu tol. Kondisi itu pun kerap menjadikan arus lalu lintas di dalam tol tersendat, terutama di pintu tol Tembalang, maupun gerbang tol (GT) Srondol, Banyumanik.

“Dengan aturan satu tarif ini, titik-titik pembayaran jadi diperbanyak. Seperti di pintu masuk Jatingaleh. Sebelumnya, pintu tol Jatingaleh itu tidak dioperasikan, dan kendaraan yang masuk dibebani tarif di pintu tol Tembalang, sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Kini, kendaraan yang masuk Jatingaleh langsung dikenai biaya, dan tidak dipungut biaya lagi saat keluar tol milik Jasa Marga Semarang,” ujarnya.

Eni menambahkan, sistem satu tarif ini rencana diterapkan seterusnya. Nantinya sistem ini tidak hanya berlaku saat arus mudik Lebaran. Alasannya, hal ini sudah menjadi persetujuan Kementerian PUPR.

“Sistem ini sudah disetujui Kementerian PUPR dan akan diterapkan seterusnya sebagai bagian dari integrasi dengan tol Semarang-Batang,” katanya.

Terpisah, sebanyak 128 personil Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang dikerahkan untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan siaga arus mudik dan balik Lebaran 2018. Kegiatan yang akan berlangsung mulai 7 -24 Juni 2018 tersebut, para petugas Basarnas disiagakan di beberapa titik kemacetan. Antara lain di tol Pemalang, area Semarang, Jepara, Surakarta, Cilacap dan Wonosobo. Selain itu disiagakan kapal 40 meter di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Rigid Inflatable Boat di Batang.

“Siaga ini digelar untuk menjamin keselamatan arus mudik Lebaran dan menekan jumlah korban jiwa bila terjadi sesuatu di luar dugaan, seperti kecelakaan. Tim siaga kami bekali  dengan kemampuan Medical First Responder atau pertolongan pertama serta kemampuan Vehicle Accident Rescue,” ungkap Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin, kemarin.

Noer menambahkan, siaga SAR tersebut digelar sebagai kesiapsiagaan Basarnas dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas darat, udara, dan laut yang membutuhkan penanganan khusus dalam penyelenggaraan Siaga SAR Angkutan Lebaran dan antisipasi di daerah wisata.

“Selain itu kami juga melaksanakan Siaga Rescue Mobile atau patroli bergerak yang dilengkapi peralatan ekstrikasi antisipasi bila nanti ada kecelakaaan lalulintas, serta siaga helikopter yang kami tempatkan di Kalikangkung Semarang. Helikopter itu juga nantinya akan melakukan patroli di sepanjang jalur pantura” paparnya.  (mha/hid/sga/aro)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -