33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Tangkal Radikalisme, Gelar Program Menginap di Ponpes

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Program menginap dua malam dalam sepekan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) oleh Polres Semarang bertujuan untuk tangkal paham radikalisme. Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho mengungkapkan program itu dilakukan melalui penyuluhan kepada penghuni ponpes.

“Pelaksanaanya hampir di seluruh pesantren. Jadwalnya dua minggu dua kali untuk di setiap polsek,” kata Agus, Jumat (8/6).

Selain sebagai upaya penangkalan faham radikalisme, menginap di ponpes juga sekaligus mendekatkan polisi dengan masyarakat. Menurutnya, sosialiasi tentang tentang pencegahan dan bahaya paham radikalisme sangat penting karena paham ini merupakan cikal bakal terorisme. “Secara eksternal babinkamtibmas melaksanakan silaturahmi pada para tokoh dilanjutkan dengan kegiatan nginap bareng santri di ponpes maupun di tokoh-tokoh lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, saat mengikuti program tersebut Babinkamtibmas akan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama santri dan pengurus ponpes. Kemudian menyampaikan pesan tentang kontra radikal dan berbagai potensi gangguan keamanan masyarakat.“Kita juga sosialisasikan soal bahaya narkoba,” ujarnya.

Saat menjalankan program sosialisasi kontra radikal ini, Polres Semarang menggandeng berbagai elemen. Di antaranya tokoh masyarakat, ponpes, sekolah. Dikatakannya, Polres semarang juga melakukan antisipasi kemungkinan anak-anak jalanan atau dari keluarga miskin dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang.

Jika anggota Polres menemukan anak jalanan dan bisa dibujuk atau mau dibawa ke pusat pelatihan milik Dinsos. “Sebagai anggota kepolisian bekerja sama dinsos melakukan tindakan kreatif inisiatif, perekrutan kepada anak-anak yang tidak mampu,” ujarnya.

Penyebaran paham radikalisme, lanjutnya, memang saat menjadi titik fokus Polres Semarang. Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk menjaga kondisifitas wilayah Kabupaten Semarang. “Kami mengandeng FKUB, MUI, Kesbangpol, dan tokoh ulama,” katanya.

Di dalam program tersebut, Polres Semarang juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pencegahan radikalisme di sejumlah ponpes. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua MUI Kabupaten Semarang, Miftahudin.

Dikatakannya, MUI melakukan penyuluhan pembinaan kepada guru agama bekerja sama dengan Kemenag dan juga penyuluhan agama bagaimana menyampaikan Islam yang damai. “Harmonis baik scara umat beragama dan antarpemeluk agama,” ujar Miftahudin. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nyanyikan BTB, Anji Gunakan Bisindo

Ingin menyampaikan makna lagu kepada kaum tuli (cacat pendengaran) mantan vokalis band Drive yang kini bersolo karir Anji, gunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) pada...

Waspadai Bahaya Laten PKI

MUNGKID - Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) KH Choirul Muna meminta masyarakat tetap waspada dengan isu munculnya kembali PKI. Tapi jangan...

Peserta POM Rayon Maksimal 25 Tahun

MAGELANG—Pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Rayon III Jawa Tengah akan dilaksanakan pada 3-6 Mei mendatang di Magelang. Syaratnya, peserta berusia maksimal 25 tahun. Selain...

Kekerasan LDK SMAN 1 Diduga Turun-Temurun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi calon pengurus OSIS di SMA Negeri 1 Semarang ternyata kerap diwarnai praktik kekerasan. Bahkan, praktik bullying itu...

Ketik BFF di Facebook Bisa Pastikan Akun Tidak Diretas? Ini Faktanya

JawaPos.com - Kasus penyalahgunaan data pengguna yang menerpa Facebook ikut diiringi pesan hoax. Pesan palsu itu menyebarkan ketakutan akan peretasan akun Facebook. Katanya, peretasan...

Promosi Wisata, Gelar Lomba Memancing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Ratusan warga RW 04 Kampung Wonosari, Kelurahan Randusari rela berdesak-desakkan demi mengikuti lomba memancing di Sungai Kampung Pelangi dalam memperingati Dirgahayu Kemerdekaan RI...