33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Tangkal Radikalisme, Gelar Program Menginap di Ponpes

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Program menginap dua malam dalam sepekan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) oleh Polres Semarang bertujuan untuk tangkal paham radikalisme. Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho mengungkapkan program itu dilakukan melalui penyuluhan kepada penghuni ponpes.

“Pelaksanaanya hampir di seluruh pesantren. Jadwalnya dua minggu dua kali untuk di setiap polsek,” kata Agus, Jumat (8/6).

Selain sebagai upaya penangkalan faham radikalisme, menginap di ponpes juga sekaligus mendekatkan polisi dengan masyarakat. Menurutnya, sosialiasi tentang tentang pencegahan dan bahaya paham radikalisme sangat penting karena paham ini merupakan cikal bakal terorisme. “Secara eksternal babinkamtibmas melaksanakan silaturahmi pada para tokoh dilanjutkan dengan kegiatan nginap bareng santri di ponpes maupun di tokoh-tokoh lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, saat mengikuti program tersebut Babinkamtibmas akan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama santri dan pengurus ponpes. Kemudian menyampaikan pesan tentang kontra radikal dan berbagai potensi gangguan keamanan masyarakat.“Kita juga sosialisasikan soal bahaya narkoba,” ujarnya.

Saat menjalankan program sosialisasi kontra radikal ini, Polres Semarang menggandeng berbagai elemen. Di antaranya tokoh masyarakat, ponpes, sekolah. Dikatakannya, Polres semarang juga melakukan antisipasi kemungkinan anak-anak jalanan atau dari keluarga miskin dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang.

Jika anggota Polres menemukan anak jalanan dan bisa dibujuk atau mau dibawa ke pusat pelatihan milik Dinsos. “Sebagai anggota kepolisian bekerja sama dinsos melakukan tindakan kreatif inisiatif, perekrutan kepada anak-anak yang tidak mampu,” ujarnya.

Penyebaran paham radikalisme, lanjutnya, memang saat menjadi titik fokus Polres Semarang. Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk menjaga kondisifitas wilayah Kabupaten Semarang. “Kami mengandeng FKUB, MUI, Kesbangpol, dan tokoh ulama,” katanya.

Di dalam program tersebut, Polres Semarang juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pencegahan radikalisme di sejumlah ponpes. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua MUI Kabupaten Semarang, Miftahudin.

Dikatakannya, MUI melakukan penyuluhan pembinaan kepada guru agama bekerja sama dengan Kemenag dan juga penyuluhan agama bagaimana menyampaikan Islam yang damai. “Harmonis baik scara umat beragama dan antarpemeluk agama,” ujar Miftahudin. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Sekolah Gratis SMA/SMK Kian Tak Jelas

”Memang dituntut keseriusan dari Pemprov Jateng, jangan sampai mengganggu proses pendidikan dan pelayanan siswa.” Ngasbun, Pakar dan Pengamat Pendidikan Kota Semarang SEMARANG - Peralihan...

Sekeluarga Tertimbun Longsor

MUNGKID—Bencana tanah longsor terus mengancam wilayah Kabupaten Magelang. Kemarin pagi (7/4), longsor terjadi di Dusun Jurang, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman. Satu rumah warga rata...

Oktober, Intensitas Hujan Masih Rendah

SEMARANG- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang memprediksi kondisi cuaca dan iklim di Jawa Tengah relatif aman hingga akhir tahun nanti. Baik...

PGN Gaet Pelanggan Baru Produsen Aspal

RADARSEMARANG.COM, PASURUAN-PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya Gagas Energy Indonesia berhasil mengalirkan Compress Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi perdananya...

Beri Edukasi Deteksi dan Atasi TB

SEMARANG - Memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia yang jatuh pada 24 Maret, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Kesehatan Mayarakat Wilayah...

Tunarungu Tewas Tertimpa Sengon

TEMANGGUNG–Pawit, 50, ibu rumah tangga penderita tunarungu, warga Dusun Gentan Sari, Desa Banjarsari, Kecamatan Kandangan, Temanggung, Jumat (3/11) kemarin, tewas tertimpa pohon tumbang di...