31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Syubbanul Wathon Tegalrejo Terintegrasi JKN-KIS

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sepuluh lembaga pendidikan di bawah Yayasan Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Kabupaten Magelang diintegrasikan ke Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerjasama jaminan kesehatan di aula Masjid Fajar Falah Darurrachman, Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kamis (7/6) sore.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Dyah Miryanti mengungkapkan, yayasan tersebut secara kolektif mendaftarkan siswanya menjadi peserta JKN-KIS segmen peserta bukan penerima upah (PBPU) dan karyawannya dalam segmen pekerja pemberi upah (PPU). Kerjasama ini merupakan bukti komitmen Yayasan Syubbanul Wathon dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi para siswanya. Sekaligus dukungan menyukseskan program nasional untuk mencapai universal health coverage (UHC) atau cakupan semesta di tahun 2019.

“Dengan program JKN-KIS ini, siswa maupun karyawan Yayasan akan lebih mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara komprehensif,” kata Dyah.

Ia juga berharap, langkah positif dari Yayasan Syubbanul Wathon dapat diikuti oleh yayasan lainnya. Sehingga, semakin banyak warga negara Indonesia (WNI) yang terlindungi kesehatannya. “Terlebih, di Kabupaten Magelang menduduki peringkat ketiga se-Jawa Tengah dengan jumlah santri dan ponpes terbanyak setelah Jepara dan Demak,” imbuhnya.

Dalam acara ini, hadir Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DIY BPJS Kesehatan Aris Jatmiko dan Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori. (put/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...