33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Pesta Oplosan, 3 Tewas

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG—Minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban jiwa. Tiga pemuda tewas usai pesta oplosan jenis tuak yang dibeli dari seorang penjual di depan pabrik kayu ABP, Candimulyo, Temanggung.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo menjelaskan, korban tewas tersebut masing-masing Ahmad baskoro, 27, warga Desa Mudal, Kabupaten Temanggung; Bimo Sakti, 28, warga Kayogan, Kelurahan Sidorejo; dan Arif Meilana, 39, warga Kelurahan Sidorejo Temanggung. Selain itu ada seorang korban yang selamat, FA, 17, warga Kelurahan Sidorejo.

Oplosan maut ini bermula saat keempat korban minum oplosan di rumah Arif pada Rabu (6/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka membeli 1 botol tuak hitam dan 3 botol tuak putih dari penjual berinisial I di sebuah rumah kos depan pabrik kayu ABP.

Selang sehari usai pesta, Kamis (7/6) pukul 17.00 WIB, Ahmad Baskoro meninggal dunia di rumah Arif. Sementara 3 korban lainnya dilarikan ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya pada Jumat (8/6) pukul 01.30 WIB, giliran Arif yang meninggal dan disusul Bimo pada pukul 06.30 WIB.

Berdasarkan keterangan dari korban, petugas Polres Temanggung akhirnya menangkap penjual dan produsen tuak oplosan tersebut. Mereka adalah pedagang minuman oplosan Imm, 32, warga Jalan Mujahidin Kelurahan Giyanti Kecamatan Temanggung; pemilik minuman oplosan Edr, 50, dan Sr, 47, warga Dusun Genting, Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari. Kemudian pembuat minuman oplosan War, 45, dan Ek, 47, warga Desa Menggoro Kecamatan Tembarak.

Dijelaskan Wiyono, Edr dan Sr meminta pada War dan Ek untuk membuat tuak, dengan bahan-bahan yang telah ditentukan. Pada proses pembuatan itu ditambahkan spiritus murni. Mereka membuat dua jenis tuak yakni warna hitam kecoklatan yang dicampuri gula merah dan warna putih dicampuri gula pasir. Selanjutnya War dan Ek menjual tuak tersebut pada Imm dengan harga Rp10.000 per botol dan dijual pada konsumen Rp20.000 per botol.

“Selama dua minggu beroperasi ada 25 botol yang diproduksi, empat botol dibeli dan dikonsumsi para korban. Sedang 19 botol berhasil diamankan untuk dijadikan barang bukti kejahatan dan dua botol labfor untuk diteliti,” kata Wiyono.

Petugas juga menyita puluhan botol minuman beralkohol berbagai merek, ciu, sisa minuman oplosan yang belum dijual dan peralatan pembuatan minuman oplosan serta sejumlah uang tunai. “Minuman oplosan ini sangat berbahaya. Kami akan tingkatkan operasi siapa tahu masih ada lagi industri seperti ini,” katanya.

Ia mengatakan, tersangka dijerat pasal primer 204 ayat (1,2) KUHP Jo Pasal 55 KUHP Subsider 146 ayat 2 huruf b Jo pasal 140 UU No 18 th 2012 tentang Pangan dan Pasal 55 KUHP. “Mereka terancam pidana maksimal 20 tahun penjara,” katanya. (jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...