Pemkot Diminta Tak Lepas Tangan

Soal Makam dan Masjid di Tengah Tol

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

“Seharusnya bisa, Pemda itu merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Otomatis, adanya persoalan terkait proses pembangunan APBN, tentu Pemkot Semarang harus ikut cawe-cawe, terlibat secara langsung.”

Supriyadi
Ketua DPRD Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang meminta persoalan keberadaan makam dan masjid di tengah jalan tol Semarang-Batang di wilayah Kota Semarang yang hingga kini berlarut-larut belum dipindah, agar bisa diselesaikan secepatnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta untuk tidak lepas tangan terkait persoalan tersebut.

“Seharusnya bisa, Pemerintah Daerah (Pemda) itu merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Otomatis, adanya persoalan terkait proses pembangunan APBN, tentu Pemkot Semarang harus ikut cawe-cawe, terlibat secara langsung,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Jumat (8/6).

Permasalahan krusial dalam proses pembangunan biasanya mengenai pembebasan lahan. Pembebasan lahan memiliki persoalan kompleks yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, Pemkot Semarang mestinya tidak lepas tangan begitu saja.

“Tol Semarang-Batang ini masih banyak kendala, ada masjid, sekolah, makam, dan lain-lain, yang belum tuntas. Ini butuh sentuhan pemerintah daerah, bersama-sama harus duduk satu meja,” ujarnya.

Pihaknya belum lama ini telah bertemu dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendengarkan secara langsung mengenai permasalahan pembebasan lahan benda wakaf yang terdampak pembangunan jalan tol ini.

“Semua pemangku kepentingan harus terlibat. Termasuk tokoh masyarakat agar proses pembangunan yang sedang dijalankan tidak sia-sia, mundur-mundur terus hanya karena beberapa titik lahan yang masih nggondeli,” katanya.

Semua yang terdampak pembangunan jalan tol telah masuk anggaran pemerintah pusat. Tetapi dalam teknis di lapangan, pemerintah pusat tidak mungkin intensif harus turun di lapangan secara terus-menerus.

“Maka dari itu dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah. Ini kan seolah-olah pemerintah pusat berjalan sendiri-sendiri tanpa keterlibatan pemerintah daerah. Kami berharap harus duduk satu meja untuk mencari solusi,” ujarnya.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Suriyati, mengatakan, relokasi makam di Plampisan, Jalan Honggowongso, Kecamatan Ngaliyan, yang tergusur pembangunan jalan tol Semarang-Batang, terlepas dari tanggungjawab Pemkot Semarang.

“Kami tidak menangani relokasi makam yang terdampak jalan tol di daerah Ngaliyan tersebut. Sebab, makam tersebut dikelola warga,” katanya.

Sehingga Pemkot Semarang tidak turut melakukan relokasi makam tersebut. “Kalau saat ini yang kami tangani adalah pembangunan Makam Jabungan,” ujarnya.

Kendala sejauh ini banyak warga mengelola makam sendiri. Pemkot Semarang berharap pengelolaan makam bisa ditangani pemerintah. “Sehingga bisa seragam. Karena kalau dikelola warga, ada makam yang macam-macam bentuknya. Sebagian sudah menaati aturan,” katanya.

Termasuk apabila ada permasalahan terkait permakaman misalnya, terdampak pembangunan jalan tol bisa ditangani oleh Pemkot Semarang. “Ke depannya kami ingin pengelolaan makam agar lebih rapi. Untuk saat ini beberapa UPTD Makam sudah mulai melakukan penataan,” paparnya.

Sebelumnya, pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang, dipercepat. Hal itu untuk mengejar target agar bisa beroperasi lebaran mendatang. Namun saat ini masih ada sejumlah kendala. Salah satunya adalah relokasi makam berisi 1.300 jasad di Jalan Plampisan, Jalan Honggowongso, Ngaliyan dan masjid di daerah Beringin Ngaliyan, belum dilaksanakan. Namun jalan tol tetap bisa difungsikan dengan membuat jalan darurat di sekitar lahan yang belum bisa direlokasi. (amu/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -