Beranda Untukmu Guruku Pembelajaran Menulis Berita dengan Media “Koper di Kolah”

Pembelajaran Menulis Berita dengan Media “Koper di Kolah”

Others

RADARSEMARANG.COM – KETERAMPILAN melaporkan sebuah peristiwa menjadi hal yang wajib dikuasai semua orang. Tidak terkecuali bagi peserta didik. Keterampilan tersebut dapat meminimalisasi beredarnya berita yang tidak sesuai kenyataan. Mengingat pentingnya keterampilan ini, peserta didik kelas VIII dituntut untuk menguasai kompetensi melaporkan peristiwa. Secara lebih spesifik dituangkan dalam kompetensi dasar menulis berita.

Namun permasalahan yang berkembang dalam pembelajaran kompentesi ini adalah kekurangmampuan siswa dalam memilih peristiwa. Peristiwa yang dilaporkan haruslah peristiwa yang memiliki nilai berita. Peserta didik kurang jeli atau kurang mampu menentukan peristiwa mana yang memiliki nilai berita atau tidak.

Untuk menyiasati hal tersebut, maka kami mencoba sebuah media pembelajaran yang memudahkan peserta didik dalam menulis berita. Media pembelajaran ini disebut Koper di Kolah yang merupakan akronim dari “Koran dan Peristiwa di Sekolah. Dari namanya sudah tampak bahwa media pembelajaran ini menggabungkan koran dan peristiwa yang ada di sekolah sebagai bahan menulis berita.

Pertama, mula-mula koran (dibaca: berita) dipakai untuk bahan ajar asli kepada peserta didik. Peserta didik diminta untuk membaca dan menganalisis sebuah berita secara utuh.  Langkah ini memberikan gambaran kepada peserta didik mengenai sebuah berita dari segi struktur, isi, dan kebahasaan. Pengetahuan peserta didik mengenai struktur, isi, dan kebahasaan sebuah berita menjadi pijakan dasar peserta didik dalam menulis berita.

Kedua, peserta didik dan guru mendata peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi di sekolah. Setelah semua peristiwa berhasil didata, peserta didik secara berkelompok atau individual mencari fakta (5W+1H) terkait peristiwa tersebut. Pokok-pokok berita yang berupa 5W+1H tersebut dapat diperoleh melalui wawancara dengan narasumber.

Ketiga, berbekal pengetahuan tentang berita di langkah pertama dan data pada langkah kedua, peserta didik memiliki modal untuk menulis berita. Semua informasi yang telah dikumpulkan kemudian ditulis menjadi sebuah berita yang secara kebahasaan sesuai dengan kriteria sebuah berita.

Keempat, peserta didik mempresentasikan teks berita yang sudah mereka tulis di depan kelas. Peserta didik harus membaca berita yang sudah ditulisnya layaknya pembaca berita di televisi. Peserta didik yang lain akan memberikan komentar mengenai berita yang sudah disampaikan dari segi struktur, isi, dan kebahasaan.

Langkah-langkah di atas sudah dicoba dan diteliti di SMP Negeri 3 Salatiga. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil akhir yang memperlihatkan peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan. Hasil belajar yang diperoleh pada kondisi prasiklus rata-ratanya adalah 69,89, hasil belajar ini meningkat 6,18 poin menjadi 76,07 pada siklus I. Hasil belajar juga meningkat 4,28 poin menjadi 80,35 pada siklus II.

Persentase ketuntasan juga meningkat dari 37,5 persen pada kondisi prasiklus menjadi 42,85 pada siklus I dan 82,14 pada siklus II. Dengan demikian, media pembelajaran Koran di Kolah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII I SMP Negeri 3 Salatiga semester genap tahun pelajaran 2016-2017 pada materi menulis teks berita.

Jadi, membelajarkan menulis berita kepada peserta didik bukan lagi menjadi perkara yang pelik. Untuk rekan-rekan guru bahasa setanah air, selamat mencoba. (igi2/aro)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Salatiga

Stay Connected

12,287FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here