33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Gugatan PT JLA Ditolak

Nekat Lawan Bulog Berkutu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Nekad melawan perusahaan plat merah, Perum Bulog Divisi Regional Bulog Jateng dan Perum Bulog Subdivre I Semarang terkait wabah kutu, PT Jati Luhur Agung (JLA), perusahaan eksportir menel, kalah. Pasalnya, gugatan penggugat tidak terbukti bahwa gudang Bulog Semarang menjadi penyebab migrasinya kutu ke gudang.

Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang dipimpin, Lasito didampingi dua hakim anggota, Muh Zainal dan Suranto, menyatakan sependapat dengan ahli tergugat. Bahwa, kutu sebagaimana yang didalilkan PT JLA muncul dari alam dan sulit dibasmis.

Majelis hakim membenarkan ahli tergugat, bahwa kutu muncul bisa dari jagung, beras dan kayu yang mengandung karbohidrat. Mereka datang karena tertarik sinar lampu neon, termasuk gudang PT JLA yang berpotensi didatangi kutu. Karena itu, fumigasi menjadi kewajiban dan bukan beban yang dilimpahkan ke pihak lain. Sesuai bukti surat, dikembalikannya empat kontainer berisi mebel milik PT JLA dari Long Beach, CA USA yang menjadi salah satu dalil, bukan karena kutu. “Tapi karena ada masalah kualitas finishing barang, dalil kerugian penggugat tidak terbukti,” kata hakim Lasito dalam amar putusannya, Jumat (8/6) kemarin.

Terkait masalah kutu, majelis menilai, Bulog telah melakukan tindakan fumigasi rutin sesuai SOP. Bulog dinyatakan telah memanajemen gudang dan pemberantasan hama rutin dan sesuai SOP. “Pengugat tidak dapat membuktikan dalilnya bahwa tergugat telah melawan hukum. Oleh karena itu, tuntutan penggugat harus ditolak,” sebut majelis. Majelis hakim juga menolak eksepsi tergugat seluruhnya dan membebankan penggugat membayar biaya perkara Rp 3.306.000.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum PT JLA, Adiah Marhaeni Arintawati dan Ana Wini Astututi mengaku akan menempuh upaya banding. Keduanya kecewa, karena pertimbangan majelis disebutkan, gudang penggugat perlu dilakukan fumigasi. Padahal, tidak perlu dilakukan fumigasi karena jenis barang beda.

“Soal penyebab ditariknya empat kontainer karena kualitas, penggugat terpaksa menarik karena kesalahan finishing. Cuma setelah dilihat memang ada kutu, makanya kami meminta ganti rugi,” kata Adiah Marhaeni.

Ana Wini Astuti menambahkan bahwa fumigasi Bulog tidak dilakukan rutin. Bahkan, pernah tidak dilakukan. Saksi Sari juga pernah mengungkapkan adanya keterlambatan fumigasi sehingga berdampak pada populasi kutu. “Sari dari tim Satgas pernah mengambil sampel dan hasilnya terbukti,” imbuhnya.

Perlu diketahui, gugatan diajukan Direktur PT JLA, Usman Harjanto, perusahaan di Jalan Gunung Kelir Raya nomor 3-9 Karanganyar, Tugu, Semarang, daerah Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) melawan Perum Bulog Divisi Regional Bulog Jateng dan Perum Bulog Subdivre I Semarang. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Senior jadi Motivator

SEMARANG – Aturan Liga 2 musim kompetisi 2017 mengharuskan setiap tim kontestan hanya boleh merekrut lima pemain senior yang terdiri dari tiga pemain berusia...

Penyebaran Informasi Perlu Kembali ke Khitah

SEMARANG – Banyak generasi muda yang enggan menyentuh media mainstream. Entah itu media cetak, atau media online. Mereka cenderung memilih menenggak informasi dari media-media...

Ida Usung Semangat Pendiri Muslimat

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO-Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah menegaskan, saat sekarang butuh sosok-sosok perempuan yang bisa berperan sebagai pengambil kebijakan. Semangat ini pula yang diusung...

Kepala Desa Di-Warning Jangan Berikan Amplop

MUNGKID—Perangkat desa di Kabupaten Magelang diminta untuk tidak memberikan suguhan dalam bentuk apapun--lebih-lebih memberikan amplop—kepada aparat yang melakukan pemeriksaan penggunaan dana desa. “Jadi saya tegaskan,...

Diminta Berdayakan Ekonomi Warga

UNGARAN–Sebanyak 586 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang tengah kuliah kerja nyata (KKN) di 47 desa di Kabupaten Semarang diimbau untuk berdayakan...

Kilat Khusus untuk Belanja Online

WONOSOBO – Perilaku masyarakat Indonesia berbelanja secara online terus meningkat. Kondisi ini membuat perusahaan jasa pengiriman paket/barang makin bergairah. Peluang ini, turut dicermati dan...