33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Dua Debt Collector Dimasa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, JEPARA – Debt collector salah satu penyedia jasa finance di Jalan Raya Kelet – Jepara, Desa Kaligarang, Kecamatan Kembang, Jepara, dikeroyok. Dua debt collector, Ali dan Helmi menjadi korban amukan masa. Ali hingga kemarin masih menjalani rawat inap di RSUD RA Kartini. Sedangkan Helmi menjalani rawat jalan.

Kejadian bermula Ali dan ketiga rekannya mendatangi rumah Suyit, warga Desa Kaligarang, Rabu (7/6) lalu. Kedatangan mereka untuk menarik mobil yang cicilannya menunggak. Namun, mobil tersebut bukan hak milik Suyit. Melainkan mobil tanggungan Sholekan, warga Desa Suwawal, yang diduga digadaikan kepada Suyit.

Setelah melakukan kesepakatan penarikan, Suyit menghendaki menunggu kedatangan Sholekan. Sedangkan petugas debt collector mengehendaki diselesaikan di kantor. Dalam perjalanan kembali, sekitar tiga kilometer dari rumah Suyit ada beberapa orang yang menghadang. Kemudian, terjadi pengeroyokan.

“Petugas kami sudah melakukan tugas sesuai prosedur. Surat penugasan juga sudah dibawa. Yang perlu diperhatikan adalah petugas berlaku sopan dan tanpa kekerasan. Tindakan masyarakat main hakim sendiri tanpa tahu duduk persoalan tidak bisa dibenarkan,” ujar kuasa hukum Ali, Daniel Hari Purnomo.

Dari penuturan Ali, Daniel menyampaikan bahwa pukulan kali pertama diterima Ali dari seseorang yang memukul menggunakan genting dari belakang. Selanjutnya mulai ada kerumunan orang yang ikut memukuli Ali dan Helmi. Tidak berselang lama petugas dari Posek Kembang mengamankan korban.

“Kasus seperti ini kami harap tidak terjadi lagi. Karena kami sesuai prosedur yang berlaku. Kepolisian bisa menindaklanjuti pengeroyokan ini karena kejahatan publik. Jika belum ada tindaklanjut akan kami buat laporan,” kata Daniel yang juga sebagai Ketua Asosiasi Pekerja Jasa Finance ini.

Sementara itu, Kapolsek Keling Iptu Daffid Paradhi mengungkapkan, petugas Polsek Kembang datang ke lokasi kejadian. Karena jarak yang lebih dekat antara lokasi dan kantor polsek.

Pihaknya mengaku, kasus tersebut telah ditangani Reskrim Polres Jepara. “Jajaran Polsek Keling dan Kembang mengamankan korban. Selanjutnya telah dilakukan pemeriksaan saksi pada kejadian tersebut. Kasus ini masih didalami,” tandasnya. (war/ris/jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sayang, Karimunjawa Kotor dan Kurang Fasilitas

RADARSEMARANG.COM-Berwisata ke Karimunjawa memang menarik dan memuaskan. Sayang, fasilitasnya masih minimalis. Di mana-mana juga terlihat kotor. Alun-alun yang menjadi tempat pesta bakar-bakaran ikan laut pada...

Pameran Kerajinan UMKM

RADARSEMARANG.COM - ARTIKA, perajin handycraft kalung dari bahan logam dengan perpaduan kain batik saat menata kreasinya di pameran Craft and Fashion 2018 di Java...

UM Magelang Dampingi Pengasuhan Panti

MUNGKID-- Untuk mewujudkan panti asuhan yang ramah anak dan bebas dari kejahatan seksual pada anak, Dosen UM Magelang Ari Suryawan, M.Pd. dan Chrisna Bagus...

Kursi Stadion Citarum Dipasang Selang-Seling

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kursi penonton di tribun timur Stadion Citarum Semarang yang dikeluhkan karena pemasangannya terlalu mepet akhirnya dibongkar sebagian. Pembongkaran kursi penonton senilai...

Gelar Fashion Show Baju Adat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Banyak cara dilakukan untuk memeriahkan Hari Kartini. Kali ini SD St Aloysius Semarang mengajak siswanya untuk berani berekspresi melalui fashion show...

Pandawa Ajang Melestarikan Budaya Jawa

MUNGKID - Drama Rama dan Shinta mewarnai puncak acara Pagelaran Budaya Siswa (Pandawa) ke-3, yang digagas OSIS SMA Negeri 1 Muntilan Kabupaten Magelang. Acara...