32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Belajar IPS lewat Permainan Ular Tangga

RADARSEMARANG.COM – BELAJAR IPS di sekolah seringkali dirasa membosankan oleh anak, karena materi yang harus dihafalkan  dan penyampaian guru yang kadang kurang menarik. Ada beberapa teknik yang dapat diterapkan oleh guru untuk mengubah keadaan tersebut menjadi yang sebaliknya. Di antaranya dengan mengajak anak bermain ular tangga yang sudah dimodifikasi, sehingga terkait dengan pelajaran yang akan diajarkan.  Sharing tentang hal ini, penulis akan memaparkan permainan ular tangga yang sudah dimodifikasi untuk pelajaran IPS kelas VII semester 2 materi Pengaruh Hindu Budha di Indonesia.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum pelajaran adalah menyiapkan papan permainan yang jumlahnya  sama dengan jumlah kelompok yang akan kita bagi di kelas. Biasanya 1 kelompok terdiri atas 4 anak. Papan permainan tersebut agak berbeda dengan permainan ular tangga pada umumnya. Karena untuk keperluan ini, selain menyiapkan papan permainan buatan sendiri (tidak beli dari toko), guru juga harus menyiapkan kartu pertanyaan dan kartu jawaban yang jumlahya sama dengan jumlah  kotak – kotak yang ada dalam papan permainan (yang sudah penulis praktikkan, jumlah kotak dibuat 64 (8 kotak x 8 kotak)).

Kartu pertanyaan berisi pertanyaan easy tertutup dengan ketentuan satu kartu satu pertanyaan. Sedangkan kartu jawaban berisi jawaban dari masing-masing soal yang jumlahnya sama dengan jumlah kartu soal.  Penomoran kartu soal harus sama dengan penomoran kartu jawaban. Dalam artian, kartu soal nomor 1, jawabannya ada pada kartu jawaban nomor 1 pula, untuk membedakan, antara kartu soal dengan kartu jawaban dibuat dari kertas yang berbeda warna.

Untuk cara bermainnya: pertama, kelompok bermain yang terdiri atas 4 anak , 1 anak ditetapkan sebagai pemegang kartu jawaban dan penulis skor. Sedangkan 3 anak yang lain sebagai pemainnya. Urutan bermain dari ketiga anak tersebut dapat ditentukan dengan mengambil undi sesuai kreasi anak. Bisa dengan hompimpah misalnya atau melempar dadu secara bergantian, anak yang mendapatkan  mata dadu terbanyak dia yang bermain urutan pertama dan seterusnya.

Kedua, setelah ditetapkan urutan bermain, pemain pertama melempar dadu, angka yang diperoleh misalnya 6, maka anak tersebut menjalankan bidaknya dari kotak nomor 1 menuju kotak nomor 6, kemudian mengambil kartu soal nomor 6, dan menjawabnya. Jika jawaban betul, dia berhak melempar dadu yang kedua kalinya, dan penulis skor akan menulis pada kertas skor 1 point .

Lemparan dadu kedua misalnya pemain mendapat angka 2, maka pemain  harus menjalankan bidaknya 2 langkah ke kotak berikutnya, dan menjawab soal pada kartu nomor 2. Jika jawaban betul,berhak melempar dadu kembali, jika jawaban salah maka bidak akan berhenti pada kotak sesuai dengan lemparan terakhir, dan permainan dilanjutkan oleh pemain urutan selanjutnya.

Ketiga, selama anak-anak bermain, guru menilai  pada lembar rubrik penilaian, mengamati proses permainan  kelompok per kelompok, dan mengumpulkan hasil skor masing-masing kelompok setelah waktu permainan usai untuk ditindak lanjuti .

Nilai positif dari permainan ini, bagi guru: pertama, dapat meng-update materi pelajaran dari waktu ke waktu karena penyusunan kartu   pertanyaan menuntut guru untuk selalu membaca materi dari berbagai sumber. Kedua, mengasah kreativitas guru untuk membuat  media murni ciptaan sendiri ataupun memodifikasi macam-macam permainan yang sudah dikenal anak. Ketiga, meningkatkan semangat mengajar karena antusiasme siswa menjadi meningkat dibanding dengan pembelajaran yang tidak menggunakan media.

Sedangkan bagi siswa: pertama, melatih daya ingat akan materi yang sudah dipelajari. Kedua, meningkatkan semangat belajar  karena ada rasa senang dalam bermain. Ketiga, meningkatnya hasil nilai yang mereka peroleh, sehingga prestasi belajar pun meningkat.

Untuk bapak-ibu guru yang membaca tulisan ini, penulis ucapkan selamat mencoba. (igi2/aro)

Guru SMP Negeri 2 Tengaran, Kabupaten Semarang

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here