Tarif Tol dalam Kota Semarang Jadi Rp 5 Ribu

Berlakukan Tarif Merata, Hanya Sekali Transaksi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mulai Sabtu (9/6) besok, jalan tol dalam Kota Semarang diberlakukan tarif merata. Artinya, pengguna jalan tol hanya membayar satu kali saja di gerbang masuk. Tarifnya pun sama meski keluar di exit tol mana pun, baik di Jatingaleh, Banyumanik, Muktiharjo, Krapyak maupun Gayamsari. Yakni, Rp 5 ribu untuk kendaraan golongan I, Rp 7,5 ribu golongan II dan III, serta Rp 10 ribu golongan IV dan V.

General Manager Jasa Marga Semarang, Johanes Mancelly, menjelaskan, angka tersebut didapat dari tarif jarak tempuh traffic rata-rata pengguna jalan tol.

“Di semua ruas jalan tol, ketemu rata-rata 11,96 kilometer. Per kilometernya kan Rp 406. Kalau dikalikan 11,96 tadi, ketemu Rp 4.866. Nah, karena sistem pembulatan per Rp 500, jadi dibulatkan menjadi Rp 5 ribu,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (7/6).

Jika pengendara ingin menuju Solo lewat Krapyak, sekarang hanya melewati gerbang tol tiga kali saja. Pertama di gerbang tol Manyaran. Kedua di Banyumanik untuk check in tol untuk nantinya dibayar di exit tol. “Jadi, gerbang tol Tembalang dilewati. Yang Banyumanik itu kan memang sudah beda sistem,” bebernya.

Corporate Secretary Jasa Marga, Agus Setyawan, menambahkan, tarif merata ini bakal mengurangi kemacetan di gerbang tol secara drastis. Terutama di gerbang tol Tembalang yang selama ini selalu mengular.

Sistem ini merupakan upaya Jasa Marga untuk memanjakan pengguna tol. Pasalnya, jika dipaksa selalu berhenti di gerbang tol, waktu tempuh mereka akan banyak tersita. “Harus mengerem, gas lagi sedikit, rem lagi. Ini juga bisa boros bensin,” terangnya.

Dia bercerita, ketika menentukan tarif merata dengan lembaga perlindungan konsumen dan akademisi, sempat alot. Pasalnya, jika tarif aslinya Rp 4.866, kenapa tidak dibulatkan per Rp 100 jadi Rp 4.900 saja.

“Memang sebenarnya bisa dibulatkan per Rp 100. Tapi karena kami masih memberlakukan sistem gardu tol manual, jadi dibulatkannya per Rp 500. Karena agar petugas gardu tidak perlu memberikan banyak uang receh sebagai kembalian. Sekarang, memang semua sudah menggunakan e-money atau e-toll yang tidak butuh kembalian. Artinya, tarif berapa pun bisa digunakan,” paparnya. (amh)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -