33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Momentum Ramadhan, Melatih Kejujuran

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – MAKNA dan hakikat puasa sesungguhnya tidak cukup sekadar meninggalkan makan, minum, dan hal-hal lainnya yang secara hukum fiqih dianggap membatalkan puasa. Karena orang yang berpuasa harus juga menahan seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan-perbuatan tercela dan dosa. Lisannya tidak boleh berkata dusta, mengucapkan sesuatu yang kotor, menebarkan fitnah, memutar-balikan fakta, atau meyakinkan orang lain dengan berita yang mengada-ada demi kepentingannya. Perutnya juga harus dijaga dari segala jenis makanan dan minuman yang tidak halal.

Demikian pula pikirannya, harus benar-benar dijaga dari prasangka-prasangka buruk (su’udzan), baik terhadap Allah maupun terhadap sesama. Termasuk dalam menyikapi berita apapun yang kita sendiri tidak mengetahui secara pasti akar persoalan dan kebenarannya, sebagaimana yang sering terjadi di masyarakat kita, kita tidak boleh langsung memvonis dan menghakimi secara sepihak tanpa melakukan upaya tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu secara langsung dengan pihak-pihak yang berkaitan. Hal ini penting agar tali silaturahmi dan persaudaraan tetap terjaga, dan perselisihan apalagi sikap permusuhan yang didorong oleh sikap ananiyah (egoisme) dapat dihindarkan.

Dalam konteks kehidupan sekarang, kejujuran adalah sikap yang langka dan mungkin telah hilang. Maka ibadah puasa Ramadhan yang sedang kita jalani ini harus bisa membuat kita bisa menjadi manusia yang jujur, untuk menemukan kembali kejujuran yang hilang. Puasa harus mendorong kita untuk melakukan introspeksi diri, apakah selama ini kita telah bersikap jujur atau malah sebaliknya. Bukan rahasia umum lagi bahwa realitas kehidupan ini penuh dengan persaingan. Orang-orang kemudian berebut jabatan, saling sikut tanpa pandang teman atau bukan, korupsi merajalela di mana-mana.

Orang yang jujur itu nasibnya mujur dan penuh dengan kedamaian. Orang jujur berani dalam menyuarakan kebenaran, tidak takut dengan apapun dan tidak mudah terkena bujuk rayu untuk melakukan kejahatan. Orang jujur akan rela memohon maaf apabila ia melakukan kekhilafan. Orang juga mudah memaafkan. Karena menyimpan kesalahan dan dendam hanya akan membuat jiwa sakit. Orang jujur tak punya musuh, ia akan berteman dengan siapapun tanpa pandang jabatan dan kedudukan. Orang jujur menghargai keberadaan orang lain, tak pandang apakah ia muda atau lebih tua darinya, tidak mempedulikan apakah orang lain itu miskin atau kaya.

Kejujuran membuat hidup tanpa beban. Akan membuat seseorang fokus pada berbuat kebaikan. Ia hidup untuk mengabdi bukan hanya sekadar ikut-ikutan kebanyakan orang. Karena kejujuran itu menyelamatkan. Seseorang yang jujur sudah tak pandang pujian maupun cacian. Baginya hidup adalah perjuangan dan pengabdian. Risiko orang yang berjuang adalah mendapat pujian dan cacian. Namun ketika diuji ia tidak ‘terbang’, ketika dicaci tidak ‘tumbang’.(*)

Dosen Sosiologi FISIP UIN Walisongo Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sorot Mata Hendi Menembus Kampung Hebat

RADARSEMARANG.COM - SETIAP kali bertemu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saya selalu menangkap keistimewaan. Kali ini dari sorot matanya. Begitu keluar dari ruang kerja,...

Jasad Mbah Zuhri Mengapung

DEMAK - Setelah hilang dan dicari secara intensif oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu Basarnas Jepara, dan warga, akhirnya jasad Mbah Zuhri,...

Pak Dirman Ajak Keluarga Wisata Religi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Di penghujung tahun 2017 calon gubernur Jawa Tengah yang diusung Gerindra, PAN, dan PKS, Sudirman Said mengajak keluarga besarnya berwisata mengunjungi...

Bupati Dukung Inovasi Badan Kredit Kecamatan

KAJEN – Untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya dalam hal pembiayaan atau pinjaman yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah (PD) Badan Kredit Kecamatan (BKK)...

Berawal dari Hobi, Kini Hasilnya Diekspor ke Luar Negeri

RADARSEMARANG.COM - Berawal dari hobi, kini jadi ladang rezeki. Setidaknya itu yang dirasakan pasangan suami istri, Ari Sudibyo dan Eni Astri. Keduanya sukses membudidayakan...

Ganjar-Yasin 204, SS-Ida 116 Suara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Suasana Pilkada serentak 2018 di Kompleks Perumahan Korpri Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang terpantau sepi. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, ada tiga TPS yang...