33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Momentum Ramadhan, Melatih Kejujuran

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM – MAKNA dan hakikat puasa sesungguhnya tidak cukup sekadar meninggalkan makan, minum, dan hal-hal lainnya yang secara hukum fiqih dianggap membatalkan puasa. Karena orang yang berpuasa harus juga menahan seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan-perbuatan tercela dan dosa. Lisannya tidak boleh berkata dusta, mengucapkan sesuatu yang kotor, menebarkan fitnah, memutar-balikan fakta, atau meyakinkan orang lain dengan berita yang mengada-ada demi kepentingannya. Perutnya juga harus dijaga dari segala jenis makanan dan minuman yang tidak halal.

Demikian pula pikirannya, harus benar-benar dijaga dari prasangka-prasangka buruk (su’udzan), baik terhadap Allah maupun terhadap sesama. Termasuk dalam menyikapi berita apapun yang kita sendiri tidak mengetahui secara pasti akar persoalan dan kebenarannya, sebagaimana yang sering terjadi di masyarakat kita, kita tidak boleh langsung memvonis dan menghakimi secara sepihak tanpa melakukan upaya tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu secara langsung dengan pihak-pihak yang berkaitan. Hal ini penting agar tali silaturahmi dan persaudaraan tetap terjaga, dan perselisihan apalagi sikap permusuhan yang didorong oleh sikap ananiyah (egoisme) dapat dihindarkan.

Dalam konteks kehidupan sekarang, kejujuran adalah sikap yang langka dan mungkin telah hilang. Maka ibadah puasa Ramadhan yang sedang kita jalani ini harus bisa membuat kita bisa menjadi manusia yang jujur, untuk menemukan kembali kejujuran yang hilang. Puasa harus mendorong kita untuk melakukan introspeksi diri, apakah selama ini kita telah bersikap jujur atau malah sebaliknya. Bukan rahasia umum lagi bahwa realitas kehidupan ini penuh dengan persaingan. Orang-orang kemudian berebut jabatan, saling sikut tanpa pandang teman atau bukan, korupsi merajalela di mana-mana.

Orang yang jujur itu nasibnya mujur dan penuh dengan kedamaian. Orang jujur berani dalam menyuarakan kebenaran, tidak takut dengan apapun dan tidak mudah terkena bujuk rayu untuk melakukan kejahatan. Orang jujur akan rela memohon maaf apabila ia melakukan kekhilafan. Orang juga mudah memaafkan. Karena menyimpan kesalahan dan dendam hanya akan membuat jiwa sakit. Orang jujur tak punya musuh, ia akan berteman dengan siapapun tanpa pandang jabatan dan kedudukan. Orang jujur menghargai keberadaan orang lain, tak pandang apakah ia muda atau lebih tua darinya, tidak mempedulikan apakah orang lain itu miskin atau kaya.

Kejujuran membuat hidup tanpa beban. Akan membuat seseorang fokus pada berbuat kebaikan. Ia hidup untuk mengabdi bukan hanya sekadar ikut-ikutan kebanyakan orang. Karena kejujuran itu menyelamatkan. Seseorang yang jujur sudah tak pandang pujian maupun cacian. Baginya hidup adalah perjuangan dan pengabdian. Risiko orang yang berjuang adalah mendapat pujian dan cacian. Namun ketika diuji ia tidak ‘terbang’, ketika dicaci tidak ‘tumbang’.(*)

Dosen Sosiologi FISIP UIN Walisongo Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Booking yang Hamil Lebih Mahal

RADARSEMARANG.COM-BANYAK pilihan wanita penjaja syahwat di dunia maya. Mulai usia pelajar, mahasiswi hingga yang tengah hamil muda. Khusus, penjaja seks yang tengah berbadan dua...

Tinggi, Kekerasan Anak di Sekolah

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Tindak kekerasan terhadap anak, masih tinggi. Dari 1.000 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi sepanjang 2016, 84 persen di antaranya terjadi...

Kapolres Turun Tangan Gendong Lansia

DEMAK - Ada yang menarik dengan bakti sosial pengobatan gratis yang digelar Polwan Polres Demak di Kampung Nelayan Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, kemarin. Kapolres...

Terbakar, Siapkan Desain Baru, Kini Berdiri 7 Lantai

30 September 2015, sebagian bangunan berlantai 3 Polda Jawa Tengah terbakar. Bangunan yang terbakar, selama ini digunakan untuk sejumlah satuan kerja, seperti Biro SDM,...

Darah Tinggi, Ereksi Rendah

Tanya dr Andi: Saya punya darah tinggi sejak lama, biasanya tensi 160/100, akibatnya ereksi saya jadi kurang maksimal. Ini saya alami sudah beberapa bulan. Apakah...

Polri Dampingi Kades Kelola Dana Desa

KAJEN- Polri akan mendampingi penggunaan dana desa agar tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan. Sabtu (18/11) kemarin, Kapolsek Bojong Polres Pekalongan, AKP I Wayan...